
Pada hari itu ia akan menerima penghargaan dari pemerintah berupa Satya Lencana terkait dengan perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas). Tepat 43 tahun yang lalu di Pekanbaru, Riau, tanggal itu merupakan hari kelahiran sosok ayah dari tiga orang putri ini.
"Pemberian penghargaan ini dalam rangka Haornas 2009 yang seharusnya jatuh pada tanggal 9 September. Tapi pelaksanaannya tertunda-tunda karena kesibukan Presiden SBY. Setelah tertunda dua kali, tadinya akan dilakukan pada tanggal 7 Oktober. Tapi pelaksanaannya ditunda lagi menjadi 13 Oktober," ungkap Jimmy Napitupulu.
Sosok Jimmy Napitupulu merupakan wasit terbaik yang tengah dimiliki PSSI saat ini. Ia menyandang wasit bersertifikat FIFA dan telah menekuni profesi sebagai pengadil pertandingan sepak bola sejak tahun 1995.
Selama 14 tahun mengabdi sebagai wasit, Jimmy tak luput dari pujian dan hujatan. Pujian datang ketika ia dinilai tegas dalam mengambil keputusan, hujatan datang dari tim yang menderita kekalahan. Tetapi Jimmy tetap tegar. Ia menerima penghargaan bukan hanya sekali ini, tetapi pernah pula tahun 2004 pada era Presiden Megawati Soekarnoputri.
Direktur Perwasitan PSSI Bambang Irianto mengatakan, pemilihan Jimmy Napitupulu yang pantas menerima penghargaan tahun ini adalah sesuai pilihan pengurus PSSI secara kolektif dan diusulkan ke pemerintah (Mennegpora).
Jimmy mengaku akan meluangkan waktunya secara khusus untuk menerima penghargaan kali ini karena pada 2004 ia tak sempat tampil bersama Taufik Hidayat, Chris John dan kawan-kawan saat menerima penghargaan serupa.
"Saya sudah menerima pakaian batik yang harus saya kenakan saat menerima penghargaan nanti. Saya akan luangkan waktu secara khusus untuk hadir dalam upacara nanti. Tadinya PT Liga Indonesia juga meminta saya untuk memimpin pertandingan Community Shield di Makassar pada 7 Oktober, tapi saya tolak," ujar suami dari Dina Marpaung dan tinggal di bilangan Pamulang ini.
Menerima penghargaan sebagai pengakuan atas jasa-jasanya dalam memajukan persepakbolaan nasional tak membuat Jimmy merasa "pintar sendiri".
"Saya harapkan wasit-wasit yang lain hendaknya tampil lebih baik dari saya. Tegakkan peraturan dengan sungguh-sungguh meskipun badai menghadang," tuturnya.
Jimmy meraih pendidikan terakhirnya S1. Ia mendapat Lisensi C1 pada 1 Januari 1997 dan lisensi FIFA pada 1 Januari 2002. Ia adalah satu di antara beberapa wasit terbaik dan andalan untuk memimpin jalannya pertandingan Divisi Utama Liga Indonesia dan Liga Super Indonesia yang merupakan kasta-kasta tertinggi dalam kompetisi nasional
Pada awal 2008 ia memimpin partai grand final Copa Indonesia yang mempertemukan Sriwijaya FC Palembang dengan Persipura Jayapura yang dimenangkan Sriwijaya FC melalui adu penalti.
Di kancah internasional ia pernah memimpin jalannya pertandingan Piala Tiger 2004 dan pertandingan final leg kedua Piala ASEAN (Piala Tiger) antara Thailand melawan Singapura di Bangkok pada 2007.
Jimmy Napitupulu dikenal sebagai wasit paling vokal dan tak pernah ragu dalam melontarkan kritik maupun otokritiknya. Dalam hal ini Jimmy secara terbuka berani "mengecam" teman-temannya yang sepertinya tidak pernah mau belajar untuk memperdalam kemampuan berbahasa Inggris yang menjadi persyaratan utama untuk memimpin pertandingan-pertandingan berskala besar.
Jimmy termasuk dalam jajaran wasit elite Asia tahun 2005, akan tetapi tidak lagi pada 2006 dan 2007. Untuk ditempatkan dalam jajaran wasit elite Asia itu wasit harus mengikuti kursus atau seminar Referee Course For Asian FIFA Elite Referees, dan hanya dia yang terakhir ikut kursus ini pada 2005.
Setelah itu dia tak lagi ikut kursus tersebut, karena setelah tahun lalu AFC membuat regulasi baru mengenai batasan usia 35 tahun bagi wasit yang akan diundang mengikuti kursus tersebut.
Jimmy Napitupulu merupakan salah satu dari lima wasit FIFA yang dimiliki Indonesia saat ini. Empat wasit lainnya adalah Jajat Sudrajat (Cianjur), Setiyono (Sidoarjo), Daryanto (Jakarta) dan Najamuddin Aspiran (Balikpapan).
Di luar itu ada enam asisten wasit FIFA yakni Jaka Mulyana (Semarang), Erwin Winter (Jakarta), Riswanda (Simalungun), Irianto (Medan), Sadjid Purwoko (Papua) dan Vicky Pangerapan (Minahasa). (ant/cax)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Voli 7 Juni 2026 11:51Hasil Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026
BERITA LAINNYA
-
indonesia 6 Juni 2026 11:18Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
SOROT
-
Liputan6 7 Juni 2026 13:00Prabowo Ungkap Tujuan Bangun Sekolah Rakyat
-
Liputan6 7 Juni 2026 12:55Momen Prabowo Makan Siang Bersama Siswa Sekolah Rakyat Bali
-
Liputan6 7 Juni 2026 11:25
Prabowo Kunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama di Tabanan Bali
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
MOST VIEWED
Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
Tinggalkan Persib Bandung, Layvin Kurzawa Kirim Pesan Perpisahan yang Menyentuh
Persib Lepas Layvin Kurzawa dengan Penuh Respek: Terima Kasih atas Dedikasi, Kerja Keras, Profesionalisme, dan Komitmen
Resmi, 2 Bintang Brasil Angkat Kaki dari Persija: Kontrak Maxwell Souza dan Allano Lima Tidak Diperpanjang
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7974396/original/058528600_1780811156-Prabowo_Makan_SIang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7974337/original/065800100_1780811112-Prabowo_Makan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7970363/original/076578100_1780806991-eleanor.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
