
Bola.net - Kericuhan hebat mewarnai berakhirnya laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 2025/2026 antara Bhayangkara FC vs Dewa United. Stadion Citarum, Semarang, menjadi saksi bisu aksi kekerasan yang melibatkan talenta muda potensial, Fadly Alberto Hengga.
Duel yang berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Dewa United tersebut awalnya hanya diwarnai ketegangan antaroofisial. Namun, suasana mendadak mencekam saat Fadly Alberto berlari kencang dan melancarkan tendangan kungfu ke arah pemain lawan.
Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Sumardji, angkat bicara mengenai kronologi dan penyebab di balik aksi brutal tersebut. Berdasarkan laporan yang ia terima, terdapat beberapa faktor yang memicu emosi pemain muda jebolan Timnas Indonesia U-17 itu meledak.
Sumardji tidak menampik adanya kekecewaan mendalam atas perilaku anak asuhnya di lapangan hijau. Berikut adalah poin-poin penjelasan manajemen Bhayangkara FC terkait insiden memilukan di kancah sepak bola usia muda ini.
Kekecewaan Manajemen dan Kritik Terhadap Perangkat Pertandingan
Sumardji secara terbuka mengecam tindakan kekerasan yang terjadi dan menganggapnya sebagai noda dalam sportivitas sepak bola. Menurutnya, aksi tendangan tersebut tidak memiliki tempat dalam kompetisi profesional mana pun, terlepas dari apa pun alasannya.
"Apalagi keributan sampai dengan menendang seperti itu. Itu nggak boleh, ya. Saya sebenarnya sangat, benar-benar saya sangat kecewa ya dengan adanya kejadian itu," ucap Sumardji.
Ia menambahkan bahwa ada rentetan kejadian yang mengawali keributan tersebut, termasuk kinerja wasit yang dinilai kurang cakap. Keputusan wasit yang tidak menganulir gol meski pemain lawan dalam posisi offside menjadi pemantik awal ketegangan di lapangan.
"Dari laporan ya, dan setelah saya lihat di video, diawali dari perangkat pertandingan yang tidak profesional menjalankan tugas. Semestinya, harusnya offside, kelihatan sekali jauh dua pemain di belakang, tapi tidak di-offside dan akhirnya gol," terangnya.
Meski protes sempat diredam, bara api rupanya belum sepenuhnya padam di hati para pemain. "Itu kan berawal dari situ. Setelah itu terjadi keributan kecil, protes-protes dan bisa diredam," sambung Sumardji menjelaskan fase awal konflik.
Pengakuan Fadly Alberto Mengenai Dugaan Serangan Rasialis

Sumardji melakukan langkah persuasif dengan menghubungi Fadly Alberto secara langsung untuk mendengar versi sang pemain. Dalam percakapan telepon tersebut, Alberto mengungkapkan alasan emosional di balik tindakannya yang menyerang pemain lawan.
Berdasarkan pengakuan pemain muda tersebut, terdapat teriakan bernada rasialis yang dialamatkan kepadanya dari area bangku cadangan.
"Tetapi menurut Berto, kan saya telpon Berto. Ada dari bench itu teriakan, 'Berto h**am, Berto m***et'. Nah, di situlah Berto akhirnya naik darah marah dan dia melakukan tendangan itu," tutur dia.
Ucapan yang sangat sensitif itu diduga kuat menjadi pemicu utama Alberto kehilangan kendali atas emosinya. Meski demikian, manajemen Bhayangkara FC tetap memegang teguh prinsip bahwa kekerasan fisik bukanlah solusi atas provokasi verbal.
"Ya seperti itu. Tapi apapun saya bilang, itu tidak dibenarkan dan itu tidak boleh dilakukan. Ya, itu tidak boleh dilakukan," sambungnya menegaskan sanksi moral bagi sang pemain.
Disadur dari: Bola.com/Hery Kurniawan
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 16 Juli 2026 18:12Resmi Gabung Millwall, Elkan Baggott Bidik Promosi ke Premier League
-
Bola Indonesia 16 Juli 2026 13:30Sandy Walsh Janjikan yang Terbaik untuk Persib
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 21 Juli 2026 14:48Gavi Tulis Pesan Emosional usai Antar Spanyol Juara Piala Dunia 2026
-
Liga Inggris 21 Juli 2026 14:40Marcus Rashford dan MU, Cinta Lama yang Bersemi Kembali!
-
Piala Dunia 21 Juli 2026 14:21Chelsea Tikung Rogers, Arsenal Kejar Pemain Timnas Spanyol Ini Lagi
BERITA LAINNYA
-
indonesia 17 Juli 2026 18:02Persib Bandung Mulai Cari Pengganti Frans Putros
-
indonesia 17 Juli 2026 14:47Igor Tolic Sebut Frans Putros Ingin Cari Tantangan Baru di Luar Persib
-
indonesia 16 Juli 2026 19:15Jadwal Lengkap Piala Presiden 2026
SOROT
-
Liputan6 21 Juli 2026 14:25Jejak Nota Antiseptik Antar Polisi Ungkap Kasus Jasad Bayi
-
Liputan6 21 Juli 2026 14:01SDN Kebayoran Lama Rusak 2 Tahun, Siswa Belajar di Musala dan Lapangan
-
Liputan6 21 Juli 2026 13:13Pramono Dalami Penyebab Maraknya Tawuran di Koja Jakut
-
Liputan6 21 Juli 2026 12:47DPR Tetap Bahas RUU Perampasan Aset Saat Reses
-
Liputan6 21 Juli 2026 12:19Viral SDN di Kebayoran Lama Rusak, Pramono Janji Segera Perbaiki
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303099/original/035878100_1784618740-162730.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303092/original/073670500_1784618204-1000989135.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302950/original/051455000_1784614386-IMG_2357__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5473565/original/045606700_1768449409-e8f30a03-0f34-4cca-868f-659668113d39.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302903/original/028723800_1784611411-ab3b2fbd-8e35-4c1f-a920-756d2ae111d9.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302840/original/055070800_1784609043-01kxzhkva65j0s4aysz9nvc14a.webp)
