
Bola.net - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin Husin, mulai bersuara terkait hasil rapat Komite Eksekutif (Exco) di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (27/2).
Rapat yang dihadiri Djohar, Mawardi Nurdin, La Nyalla Mahmud Mattalitti, Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan serta Tonny Aprilani tersebut, menghasilkan tiga keputusan penting. Seperti, memecat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Halim Mahfudz. Tidak butuh waktu lama, posisi tersebut langsung diisi Hadiyandra, yang sebelumnya menjabat Deputi Sekjen PSSI Bidang Organisasi.
Kemudian, mengesahkan berdirinya Badan Tim Nasional (BTN). Lalu, mengangkat pelatih asal Argentina Luis Manuel Blanco untuk menangani tim nasional Indonesia di lanjutan Pra Piala Asia 2015. Alhasil, Blanco meneruskan tugas yang sebelumnya diemban Nilmaizar.
"Hal tersebut demi perdamaian dengan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Karena itu, saya minta jangan diganggu," ujarnya disela-sela pembukaan turnamen U-16, Piala Bina Putra FC se- wilayah Karasidenen Cirebon, Stadion Bima, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (28/2).
Yang terpenting, dikatakannya lagi, kebijakan tersebut guna menyelamatkan nasib sepak bola Indonesia dari ancaman sanksi FIFA. Ditegaskan, siap mempertanggung jawabkan segala keputusan yang telah diambilnya, terkait penyelesaian konflik sepak bola nasional tersebut.
"Keputusan tersebut diambil bukan semata-mata demi memenuhi keinginan La Nyalla dan kawan-kawan. Tetapi, berdasarkan pertimbangan yang matang. Salah satunya, karena mantan Sekjen (Halim Mahfudz) sudah melebihi batas kewenangannya," imbuhnya.
"Padahal, saudara Halim hanyalah pelaksana kebijakan organisasi, yang bekerja di bawah kendali Ketua Umum," tuntas Djohar. (esa/dzi)
Rapat yang dihadiri Djohar, Mawardi Nurdin, La Nyalla Mahmud Mattalitti, Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan serta Tonny Aprilani tersebut, menghasilkan tiga keputusan penting. Seperti, memecat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Halim Mahfudz. Tidak butuh waktu lama, posisi tersebut langsung diisi Hadiyandra, yang sebelumnya menjabat Deputi Sekjen PSSI Bidang Organisasi.
Kemudian, mengesahkan berdirinya Badan Tim Nasional (BTN). Lalu, mengangkat pelatih asal Argentina Luis Manuel Blanco untuk menangani tim nasional Indonesia di lanjutan Pra Piala Asia 2015. Alhasil, Blanco meneruskan tugas yang sebelumnya diemban Nilmaizar.
"Hal tersebut demi perdamaian dengan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Karena itu, saya minta jangan diganggu," ujarnya disela-sela pembukaan turnamen U-16, Piala Bina Putra FC se- wilayah Karasidenen Cirebon, Stadion Bima, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (28/2).
Yang terpenting, dikatakannya lagi, kebijakan tersebut guna menyelamatkan nasib sepak bola Indonesia dari ancaman sanksi FIFA. Ditegaskan, siap mempertanggung jawabkan segala keputusan yang telah diambilnya, terkait penyelesaian konflik sepak bola nasional tersebut.
"Keputusan tersebut diambil bukan semata-mata demi memenuhi keinginan La Nyalla dan kawan-kawan. Tetapi, berdasarkan pertimbangan yang matang. Salah satunya, karena mantan Sekjen (Halim Mahfudz) sudah melebihi batas kewenangannya," imbuhnya.
"Padahal, saudara Halim hanyalah pelaksana kebijakan organisasi, yang bekerja di bawah kendali Ketua Umum," tuntas Djohar. (esa/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 21 Juli 2026 10:00Arsenal Ganggu Manchester United dalam Perekrutan Manu Kone?
-
Liga Inggris 21 Juli 2026 08:30Usai Rogers, Chelsea Kebut Transfer Bek Timnas Prancis Ini
BERITA LAINNYA
-
indonesia 17 Juli 2026 18:02Persib Bandung Mulai Cari Pengganti Frans Putros
-
indonesia 17 Juli 2026 14:47Igor Tolic Sebut Frans Putros Ingin Cari Tantangan Baru di Luar Persib
-
indonesia 16 Juli 2026 19:15Jadwal Lengkap Piala Presiden 2026
SOROT
-
Liputan6 21 Juli 2026 09:33Tepergok Curi Motor di Setiabudi, 2 Pria Babak Belur Diamuk Massa
-
Liputan6 21 Juli 2026 09:29Ketua IDI TTU Diperiksa, Ungkap Laporan Intimidasi Dokter Icha
-
Liputan6 21 Juli 2026 08:30Top 3: Pangkas 250 BUMN, Prabowo Sebut Hemat Rp 50 Triliun
-
Liputan6 21 Juli 2026 08:23Menkum Ungkap Alasan Biaya Lepas Status WNI Naik Jadi Rp 5 Juta
-
Liputan6 21 Juli 2026 08:15Prabowo Minta Kajian Beri Bantuan Bahan Bangunan untuk Masyarakat
-
Liputan6 21 Juli 2026 07:27KPK Wanti-Wanti Potensi Korupsi Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp 1,8 T
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/3910506/original/017346000_1642741912-motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302653/original/019167900_1784600959-175027.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302235/original/005037200_1784537483-1000382590.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5188822/original/006176700_1744712084-image1__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302187/original/020726000_1784536360-Screenshot_2026-07-20_at_15.30.41.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)
