
Bola.net - Klaim Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) bahwa mereka sudah mengambil alih kendali PSSI ternyata tak mendapatkan pengakuan dari otoritas tertinggi sepak bola dunia, FIFA.
Dalam suratnya yang diterima Republika, FIFA mengemukakan bahwa mereka tetap mengakui PSSI sebagai pengendali seluruh kegiatan sepak bola nasional dan memiliki hak sepenuhnya untuk menjalankan kompetisi sepak bola di tanah air.
Intisari surat tersebut, FIFA tetap mempercayakan pengelolaan sepak bola Indonesia pada kepemimpinan Djohar Arifin Husin, sekaligus tidak mengakui eksistensi dari ISL sebagai liga yang resmi.
Berikut nukilan dari surat FIFA tersebut:
FIFA would like to highlight that the role of the PSSI is to organise and supervise in all its form at national level, as well as to control association football in the territory of its country, as stipulated in the FIFA Statutes (cf. art. 10 and art. 13 of the FIFA Statutes).
FIFA and AFC strongly encourage the PSSI and the clubs that have joined the break-away ISL to find an amicable solution to the current situation for the common good of Indonesian football. However, should this not be possible, the PSSI must take appropriate measures to ensure that all football activities remain under its control.
As you know on 15 December 2011 a meeting between a FIFA/AFC delegation and PSSI took place in Tokyo. PSSI was reminded that Art. 18 al. 1 of the FIFA Statutes prescribes that “Leagues or any other groups affiliated to a Member of FIFA shall be subordinate to and recognized by that Member.
The ISL is neither subordinate to nor recognized by PSSI. The clubs playing in the ISL, by their action, are jeopardizing the capacity of PSSI to comply with the FIFA statutes. It is thus essential that PSSI takes appropriate measures in order that the clubs playing in the ISL come back under the control of PSSI.
FIFA advises that no PSSI official (in particular referees) should officiate in the ISL. Players playing in the break-away ISL will not be able to be transferred abroad, as the Transfer Matching System (TMS) will be switched off for the ISL clubs. These players should also not be allowed to play in their national team.
Should the situation not be resolved by 20 March 2012, FIFA will have to report the case of the PSSI to the FIFA Associations Committee for review and possible sanction
Kind regards,
FIFA Media department
Atau bila diterjemahkan bebas adalah seperti ini:
FIFA ingin menegaskan jika peran PSSI adalah untuk menyelenggarakan dan mengendalikan semua bentuk kegiatan di level nasional, pun juga mengendalikan asosiasi sepak bola dalam wilayah negaranya, sebagaimana diatur dalam statuta FIFA (pasal 10 dan pasal 13).
FIFA dan AFC memberi dorongan kuat untuk PSSI dan klub yang bergabung dengan liga yang memisahkan diri, ISL, untuk menemukan solusi yang menenangkan bagi situasi saat ini, demi kebaikan persepakbolaan Indonesia. Meski demikian, jika itu tak dimungkinkan, PSSI harus mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan semua aktivitas sepak bola masih dalam kendalinya.
Sebagaimana kita ketahui pada 15 Desember 2011 diadakan pertemuan antara delegasi FIFA dan AFC bersama PSSI di Tokyo. PSSI diingatkan bahwa pasal 18 ayat 1 dari Statuta FIFA menetapkan bahwa liga atau semua grup lain yang terafiliasi dengan anggota FIFA harus berada di bawah atau diakui oleh Anggota FIFA tersebut.
ISL tidak tunduk atau diakui oleh PSSI. Klub yang bermain di ISL, lewat aksi mereka, tengah membahayakan kapasitas PSSI untuk menegakkan statuta FIFA. Oleh karenanya amat penting agar PSSI mengambil langkah yang tepat demi klub-klub tersebut kembali berada di bawah kendali PSSI.
FIFA menyarankan agar tak seorang pun ofisial PSSI (terutama wasit) untuk memimpin di ISL. Pemain yang berlaga di dalam liga yang memisahkan diri tak akan bisa hijrah ke luar negeri, karena Transfer Matching System (TMS) akan dimatikan untuk klub-klub ISL. Para pemain ini juga tak akan diijinkan bermain di tim nasionalnya.
Andai situasi ini tak diselesaikan hingga 20 Maret 2012, FIFA akan melaporkan kasus PSSI ini pada Komite Asosiasi FIFA untuk dipelajari dan kemungkinan pemberian sanksi. (rep/row)
Dalam suratnya yang diterima Republika, FIFA mengemukakan bahwa mereka tetap mengakui PSSI sebagai pengendali seluruh kegiatan sepak bola nasional dan memiliki hak sepenuhnya untuk menjalankan kompetisi sepak bola di tanah air.
Intisari surat tersebut, FIFA tetap mempercayakan pengelolaan sepak bola Indonesia pada kepemimpinan Djohar Arifin Husin, sekaligus tidak mengakui eksistensi dari ISL sebagai liga yang resmi.
Berikut nukilan dari surat FIFA tersebut:
FIFA would like to highlight that the role of the PSSI is to organise and supervise in all its form at national level, as well as to control association football in the territory of its country, as stipulated in the FIFA Statutes (cf. art. 10 and art. 13 of the FIFA Statutes).
FIFA and AFC strongly encourage the PSSI and the clubs that have joined the break-away ISL to find an amicable solution to the current situation for the common good of Indonesian football. However, should this not be possible, the PSSI must take appropriate measures to ensure that all football activities remain under its control.
As you know on 15 December 2011 a meeting between a FIFA/AFC delegation and PSSI took place in Tokyo. PSSI was reminded that Art. 18 al. 1 of the FIFA Statutes prescribes that “Leagues or any other groups affiliated to a Member of FIFA shall be subordinate to and recognized by that Member.
The ISL is neither subordinate to nor recognized by PSSI. The clubs playing in the ISL, by their action, are jeopardizing the capacity of PSSI to comply with the FIFA statutes. It is thus essential that PSSI takes appropriate measures in order that the clubs playing in the ISL come back under the control of PSSI.
FIFA advises that no PSSI official (in particular referees) should officiate in the ISL. Players playing in the break-away ISL will not be able to be transferred abroad, as the Transfer Matching System (TMS) will be switched off for the ISL clubs. These players should also not be allowed to play in their national team.
Should the situation not be resolved by 20 March 2012, FIFA will have to report the case of the PSSI to the FIFA Associations Committee for review and possible sanction
Kind regards,
FIFA Media department
Atau bila diterjemahkan bebas adalah seperti ini:
FIFA ingin menegaskan jika peran PSSI adalah untuk menyelenggarakan dan mengendalikan semua bentuk kegiatan di level nasional, pun juga mengendalikan asosiasi sepak bola dalam wilayah negaranya, sebagaimana diatur dalam statuta FIFA (pasal 10 dan pasal 13).
FIFA dan AFC memberi dorongan kuat untuk PSSI dan klub yang bergabung dengan liga yang memisahkan diri, ISL, untuk menemukan solusi yang menenangkan bagi situasi saat ini, demi kebaikan persepakbolaan Indonesia. Meski demikian, jika itu tak dimungkinkan, PSSI harus mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan semua aktivitas sepak bola masih dalam kendalinya.
Sebagaimana kita ketahui pada 15 Desember 2011 diadakan pertemuan antara delegasi FIFA dan AFC bersama PSSI di Tokyo. PSSI diingatkan bahwa pasal 18 ayat 1 dari Statuta FIFA menetapkan bahwa liga atau semua grup lain yang terafiliasi dengan anggota FIFA harus berada di bawah atau diakui oleh Anggota FIFA tersebut.
ISL tidak tunduk atau diakui oleh PSSI. Klub yang bermain di ISL, lewat aksi mereka, tengah membahayakan kapasitas PSSI untuk menegakkan statuta FIFA. Oleh karenanya amat penting agar PSSI mengambil langkah yang tepat demi klub-klub tersebut kembali berada di bawah kendali PSSI.
FIFA menyarankan agar tak seorang pun ofisial PSSI (terutama wasit) untuk memimpin di ISL. Pemain yang berlaga di dalam liga yang memisahkan diri tak akan bisa hijrah ke luar negeri, karena Transfer Matching System (TMS) akan dimatikan untuk klub-klub ISL. Para pemain ini juga tak akan diijinkan bermain di tim nasionalnya.
Andai situasi ini tak diselesaikan hingga 20 Maret 2012, FIFA akan melaporkan kasus PSSI ini pada Komite Asosiasi FIFA untuk dipelajari dan kemungkinan pemberian sanksi. (rep/row)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 6 September 2026 11:00Tantang Australia, Menang Harga Mati untuk Timnas Indonesia U-20
-
Liga Inggris 6 September 2026 10:30Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Australia Sore Ini: Laga Hidup dan Mati Garuda Muda!
-
Bola Dunia Lainnya 6 September 2026 10:08Messi Bikin Assist, Inter Miami Dua Kali Kena Comeback Atlanta United
-
Liga Spanyol 6 September 2026 10:00Real Madrid Terpeleset Lawan Real Betis, Bos Barcelona: Bodo Amat!
-
Liga Spanyol 6 September 2026 09:30Tantang Valencia, Lamine Yamal Bakal Absen Bela Barcelona?
-
Liga Inggris 6 September 2026 09:00Jamu Chelsea, 3 Pemain Arsenal Berpotensi Comeback
BERITA LAINNYA
-
indonesia 5 September 2026 17:23Hasil BRI Super League: PSIM Bangkit di Akhir Laga, Persita Gagal Bawa Pulang Tiga Poin
-
indonesia 5 September 2026 17:00Link Live Streaming Borneo FC vs Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027
-
indonesia 5 September 2026 16:00Prediksi BRI Super League: Persib vs PSM Makassar 6 September 2026
SOROT
-
Liputan6 6 September 2026 12:12Cegah Abu Vulkanik, Mesin Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Dipasang Penutup
-
Liputan6 6 September 2026 11:54Masker Mulai Langka di Lampung, Warga Antre Sejam
-
Liputan6 6 September 2026 11:38Langit Lampung Gelap Akibat Abu Anak Krakatau, Warga Mulai Sesak Napas
-
Liputan6 6 September 2026 11:06Bukan Debu Biasa, Ini Alasan Bersihkan Abu Anak Krakatau Harus Disiram Dulu
-
Liputan6 6 September 2026 10:50Bandara Halim Ditutup hingga Pukul 14.00 Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
-
Liputan6 6 September 2026 10:45Terganggu Abu Anak Krakatau, CFD Jakarta Berakhir Lebih Awal
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341680/original/050307700_1788673041-IMG-20260906-WA0040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341660/original/063349900_1788671418-1001635065.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341636/original/068576600_1788669892-Atap_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341624/original/012028000_1788667917-WhatsApp_Image_2026-09-06_at_08.46.41__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3090832/original/076119700_1585724040-20200401-Bandara-Corona-2.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/9341539/original/047701800_1788657623-0L5A9653.jpg)

