Hariman Siregar Anggap PSSI Perlu Perbaikan

Hariman Siregar Anggap PSSI Perlu Perbaikan
PSSI
- Mantan Ketua Dewan Pakar PSSI periode 2003-2007, Hariman Siregar, mengaku sudah saatnya induk organisasi sepak bola Indonesia itu diperbaiki dan berjalan sesuai dengan statuta yang ada.

"Masih banyak kelemahan yang harus diperbaiki. Tapi saya melihat proses perbaikan saat ini sedang berjalan," katanya di sela diskusi tentang Kongres Empat Tahunan PSSI di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu.

Menurut dia, khusus untuk pergantian pengurus PSSI memang harus dilakukan. Hanya saja prosesnya pemilihannya harus demokratis sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik sesuai statuta FIFA maupun Statuta PSSI yang telah ditetapkan.

Saat ini, kata dia, memang ada beberapa pasal yang mengatur mekanisme pemilihan ketua dan wakil ketua umum PSSI yang artinya disempitkan oleh PSSI. Di antaranya adalah terkait dengan keterlibatan di sepak bola.

Pada Statuta FIFA dijelaskan bahwa calon Ketua Umum harus telah aktif sekurang-kurangnya 5 tahun dalam kegiatan sepak bola, bukan diartikan menjadi bagian dari kepengurusan PSSI selama 5 tahun.

"Makanya, kami datang ke sini untuk memberikan pencerahan agar tidak terus terjadi pertentangan dalam menyikapi statuta FIFA maupun PSSI," ujarnya, menambahkan.

Tokoh Malari 1974 itu menjelaskan, meski mendukung perbaikan di tubuh PSSI, namun pihaknya tidak setuju jika dilakukan revolusi seperti yang didengung-dengungkan oleh pencinta sepak bola Indonesia saat ini.

Kongres Empat Tahunan PSSI sesuai dengan jadwal digelar di Pan Pasific Nirwan Resort Bali, 26 Maret mendatang. Saat ini ada dua calon yang telah dinyatakan lolos oleh Komite Pemilihan PSSI yaitu Nurdin Halid dan Nirwan D Bakrie (Ketua dan Wakil Ketua Umum periode 2007-2011).

Dengan hanya meloloskan dua calon itu dan mencoret dua calon lainnya yaitu George Toisutta dan Arifin Panigoro, membuat masyarakat pecinta sepak bola maupun kedua bakal calon yang gagal melakukan protes.

Protes oleh bakal calon dilakukan dengan mengajukan banding ke Komite Banding Pemilihan yang telah dibentuk oleh PSSI dengan dalih sesuai dengan statuta FIFA. Sedangkan pencinta sepak bola melakukan protes dengan unjuk rasa.

Unjuk rasa tidak hanya dilakukan di daerah. Perwakilan suporter dan pencinta sepak bola juga melakukan unjuk rasa di depan Kantor PSSI Jakarta, bahkan melakukan aksinya di depan Kantor KPK.

Mereka menuntut Nurdin Halid mundur dari jabatannya dan tidak maju lagi pada pemilihan periode 2011-2015, serta meminta KPK memeriksa Nurdin Halid karena dinilai terlibat pada beberapa kasus korupsi di antaranya kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) Miranda S Goeltom pada tahun 2004. (ant/cax)

Berita Terkait