
Bola.net - Penuh Drama, Arema Dipaksa Persija Imbang di Kandang
Arema Cronus harus puas berbagi angka pada laga perdana mereka di ajang QNB League 2015. Tampil di kandang mereka, Stadion Kanjuruhan, Sabtu (04/04), mereka dipaksa imbang Persija Jakarta dengan skor 4-4.
Arema Cronus langsung menggebrak pertahanan Persija begitu laga dimulai. Mengandalkan kecepatan Samsul Arif dan Ahmad Alfarizi di sisi kiri, anak asuh Suharno ini berupaya membongkar pertahanan Macan Kemayoran.
Sementara, Persija nampak ogah melakoni permainan cepat tuan rumah. Bambang Pamungkas dan kawan-kawan lebih banyak menunggu kesempatan serangan balik baru secara perlahan mengurung pertahanan Arema.
Kebuntuan akhirnya pecah menit 10. Umpan silang Arif Suyono diteruskan ke mulut gawang oleh sundulan kepala Samsul Arif. Tanpa kesulitan, Cristian Gonzales menyundul bola menjebol gawang Adixi Lenzivio.
Tertinggal, Persija meningkatkan tempo permainan. Namun, peluang mereka menyamakan kedudukan melalui sepakan Syaiful Indra Cahya pada menit 13 gagal. Kurnia Meiga sigap menepis bola yang meluncur ke gawangnya.
Menit 18, Bambang Pamungkas akhirnya mampu menyamakan kedudukan. Eksekusi penaltinya mampu mengecoh Kurnia Meiga.
Penalti ini diberikan wasit Handri Kristanto menyusul pelanggaran Igbonefo pada Bepe -sapaan karib Bambang. Alih-alih menghalau bola umpan diagonal Ismed Sofyan pada Bepe, kaki Igbonefo justru melanggar kapten Persija itu.
Ahmad Alfarizi nyaris membawa Arema kembali unggul. Namun, sepakan dari luar kotak penalti Alfarizi masih melambung tipis di atas mistar gawang Adixi.
Alih-alih unggul, Arema justru kembali kebobolan pada menit 29. Kali ini tendangan bebas Bepe meluncur mulus menembus gawang Kurnia Meiga.
Tak memerlukan waktu lama bagi Arema membalas gol Bepe itu. Semenit berselang, memanfaatkan umpan silang Arif Suyono, Samsul Arif melepas tendangan voli ke gawang Adixi.
Arema berbalik unggul pada menit 37. Kali ini, sundulan Fabiano Beltrame, memanfaatkan tendangan bebas Ahmad Bustomi meluncur ke gawang Persija.
Gol ini sempat diprotes penggawa Persija. Mereka menilai bola sempat mengenai tangan Fabiano sebelum masuk ke gawang Adixi. Namun, protes ini tak berlangsung lama. Tak sampai semenit laga kembali dilanjutkan.
Tertinggal, para penggawa Persija coba kembali menyamakan kedudukan. Mereka sempat mengurung pertahanan tuan rumah. Namun, barisan belakang Arema masih mampu menghalau bola-bola yang mengancam gawang mereka.
Pada babak kedua, Arema mengubah skema mereka. Suharno memasukkan Purwaka Yudi menggantikan Arif Suyono.
Berkurangnya kekuatan di lini penyerangan Arema dimanfaatkan penggawa Persija. Mereka leluasa menekan pertahanan Arema melalui kecepatan Syaiful Indra Cahya dan Greg Nwokolo.
Berupaya meredam serangan Persija, Suharno kembali mengubah komposisi pemain. Ferry Aman Saragih ditarik keluar pada menit 53 digantikan I Gede Sukadana.
Masuknya Sukadana membuat permainan kembali berimbang. Tak hanya diserang, Arema mampu menekan pertahanan Persija. Walhasil, terjadi jual beli serangan antar kedua tim.
Menit 71, Arema mendapat peluang mencetak gol tambahan. Namun kali ini sepakan Ahmad Bustomi masih menghajar mistar gawang Adixi dan melambung ke luar lapangan.
Asyik menyerang, Arema justru kebobolan pada menit 75. Kali ini, Bambang Pamungkas kembali membobol gawang Kurnia Meiga Tendangan bebasnya meluncur mulus melewati pagar betis dan bersarang di sisi kiri gawang Kurnia Meiga.
Tujuh menit berselang, Persija kembali mencetak gol. Kali ini Greg Nwokolo menaklukkan Kurnia Meiga dan menceploskan bola ke gawang mantan klubnya itu.
Kondisi Arema kian porak poranda. Dalam keadaan tertinggal, mereka harus bermain dengan sepuluh orang menyusul diusirnya Ahmad Alfarizi.
Sampai laga usai, Cristian Gonzales dan kawan-kawan berusaha menyamakan kedudukan. Beruntung pada injury time, mereka mendapat penalti buah handsball penggawa Persija. Fabiano yang menjadi algojo tak menyia-nyiakan peluang tersebut dan menyelamatkan muka Arema. (den/pra)
Arema Cronus harus puas berbagi angka pada laga perdana mereka di ajang QNB League 2015. Tampil di kandang mereka, Stadion Kanjuruhan, Sabtu (04/04), mereka dipaksa imbang Persija Jakarta dengan skor 4-4.
Arema Cronus langsung menggebrak pertahanan Persija begitu laga dimulai. Mengandalkan kecepatan Samsul Arif dan Ahmad Alfarizi di sisi kiri, anak asuh Suharno ini berupaya membongkar pertahanan Macan Kemayoran.
Sementara, Persija nampak ogah melakoni permainan cepat tuan rumah. Bambang Pamungkas dan kawan-kawan lebih banyak menunggu kesempatan serangan balik baru secara perlahan mengurung pertahanan Arema.
Kebuntuan akhirnya pecah menit 10. Umpan silang Arif Suyono diteruskan ke mulut gawang oleh sundulan kepala Samsul Arif. Tanpa kesulitan, Cristian Gonzales menyundul bola menjebol gawang Adixi Lenzivio.
Tertinggal, Persija meningkatkan tempo permainan. Namun, peluang mereka menyamakan kedudukan melalui sepakan Syaiful Indra Cahya pada menit 13 gagal. Kurnia Meiga sigap menepis bola yang meluncur ke gawangnya.
Menit 18, Bambang Pamungkas akhirnya mampu menyamakan kedudukan. Eksekusi penaltinya mampu mengecoh Kurnia Meiga.
Penalti ini diberikan wasit Handri Kristanto menyusul pelanggaran Igbonefo pada Bepe -sapaan karib Bambang. Alih-alih menghalau bola umpan diagonal Ismed Sofyan pada Bepe, kaki Igbonefo justru melanggar kapten Persija itu.
Ahmad Alfarizi nyaris membawa Arema kembali unggul. Namun, sepakan dari luar kotak penalti Alfarizi masih melambung tipis di atas mistar gawang Adixi.
Alih-alih unggul, Arema justru kembali kebobolan pada menit 29. Kali ini tendangan bebas Bepe meluncur mulus menembus gawang Kurnia Meiga.
Tak memerlukan waktu lama bagi Arema membalas gol Bepe itu. Semenit berselang, memanfaatkan umpan silang Arif Suyono, Samsul Arif melepas tendangan voli ke gawang Adixi.
Arema berbalik unggul pada menit 37. Kali ini, sundulan Fabiano Beltrame, memanfaatkan tendangan bebas Ahmad Bustomi meluncur ke gawang Persija.
Gol ini sempat diprotes penggawa Persija. Mereka menilai bola sempat mengenai tangan Fabiano sebelum masuk ke gawang Adixi. Namun, protes ini tak berlangsung lama. Tak sampai semenit laga kembali dilanjutkan.
Tertinggal, para penggawa Persija coba kembali menyamakan kedudukan. Mereka sempat mengurung pertahanan tuan rumah. Namun, barisan belakang Arema masih mampu menghalau bola-bola yang mengancam gawang mereka.
Pada babak kedua, Arema mengubah skema mereka. Suharno memasukkan Purwaka Yudi menggantikan Arif Suyono.
Berkurangnya kekuatan di lini penyerangan Arema dimanfaatkan penggawa Persija. Mereka leluasa menekan pertahanan Arema melalui kecepatan Syaiful Indra Cahya dan Greg Nwokolo.
Berupaya meredam serangan Persija, Suharno kembali mengubah komposisi pemain. Ferry Aman Saragih ditarik keluar pada menit 53 digantikan I Gede Sukadana.
Masuknya Sukadana membuat permainan kembali berimbang. Tak hanya diserang, Arema mampu menekan pertahanan Persija. Walhasil, terjadi jual beli serangan antar kedua tim.
Menit 71, Arema mendapat peluang mencetak gol tambahan. Namun kali ini sepakan Ahmad Bustomi masih menghajar mistar gawang Adixi dan melambung ke luar lapangan.
Asyik menyerang, Arema justru kebobolan pada menit 75. Kali ini, Bambang Pamungkas kembali membobol gawang Kurnia Meiga Tendangan bebasnya meluncur mulus melewati pagar betis dan bersarang di sisi kiri gawang Kurnia Meiga.
Tujuh menit berselang, Persija kembali mencetak gol. Kali ini Greg Nwokolo menaklukkan Kurnia Meiga dan menceploskan bola ke gawang mantan klubnya itu.
Kondisi Arema kian porak poranda. Dalam keadaan tertinggal, mereka harus bermain dengan sepuluh orang menyusul diusirnya Ahmad Alfarizi.
Sampai laga usai, Cristian Gonzales dan kawan-kawan berusaha menyamakan kedudukan. Beruntung pada injury time, mereka mendapat penalti buah handsball penggawa Persija. Fabiano yang menjadi algojo tak menyia-nyiakan peluang tersebut dan menyelamatkan muka Arema. (den/pra)
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 18:30Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 17:30Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
-
Bola Indonesia 26 Oktober 2026 21:09Hasil BRI Super League: Bhayangkara FC Ditahan PSM Makassar
-
Bola Indonesia 26 Oktober 2026 21:04Hasil BRI Super League: Sempat Tertinggal, Persija Taklukkan Persik Kediri 2-1
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 27 Oktober 2026 20:45Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
-
Otomotif 27 Oktober 2026 20:40Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 19:58Terungkap, Ini 2 Alasan yang Membuat MU Tunda Pemecatan Michael Carrick
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 19:45Tidak Gratis! MU Harus Bayar ke Newcastle untuk Pekerjakan Eddie Howe
BERITA LAINNYA
-
indonesia 27 Oktober 2026 19:40Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
-
indonesia 27 Oktober 2026 19:00Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
-
indonesia 27 Oktober 2026 18:39Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
-
indonesia 27 Oktober 2026 18:30Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
SOROT
-
Liputan6 27 Oktober 2026 20:20Prabowo Sebut Ekonomi RI Terbesar ke-7 Dunia, Ini Data Lengkap IMF
-
Liputan6 27 Oktober 2026 19:44Sestama BNPB Dicecar KPK Soal Pengadaan Dana Bencana
-
Liputan6 27 Oktober 2026 19:12BRIN Punya 4 Kandidat Vaksin Malaria, Prabowo Minta Riset Dipercepat
-
Liputan6 27 Oktober 2026 18:48Ada Demo Sumpah Pemuda Besok, TNI-Polri Kawal Jakarta
-
Liputan6 27 Oktober 2026 17:41Cak Imin: MBG Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja
-
Liputan6 27 Oktober 2026 17:28DPR Wanti-wanti Potensi Kepentingan Asing di RUU Perampasan Aset
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380240/original/081730400_1792661571-Screenshot_20261022_160052_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383849/original/084953800_1793105056-IMG_20261027_173154_121.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383841/original/017191300_1793103340-IMG_0345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3615998/original/074288400_1635414615-20211028-Aksi-Mahasiswa-Dan-Buruh-Peringati-Hari-Sumpah-Pemuda-FANANI-12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511551/original/045597200_1771912531-SPPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356106/original/025282300_1790153036-85d3e4f0-6ca9-48a2-bdad-4b5d189bfb54.jpg)

