FOLLOW US:


Ini Hasil Pertemuan Klub Peserta Liga 1 dan PT LIB Soal Jadwal Kompetisi

13-10-2019 10:31

 | Asad Arifin

Ini Hasil Pertemuan Klub Peserta Liga 1 dan PT LIB Soal Jadwal Kompetisi
Shopee Liga 1 2019 © Bola.net

Bola.net - Klub-klub peserta Shopee Liga 1 2019 bersepakat untuk menyelesaikan kompetisi sesuai jadwal, 22 Desember 2019. Bersama operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), klub-klub merumuskan kiat agar jadwal tak sampai molor.

Kesepakatan tersebut dirumuskan dalam pertemuan darurat antara klub-klub tersebut dengan PT LIB. Agenda ini dihelat di Bali, Sabtu (12/10) kemarin.

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, yang hadir dalam pertemuan tersebut, menyebut ada sejumlah kiat yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi molornya jadwal, terutama akibat masalah perizinan.

"Jika sebuah klub tidak bisa mendapat izin keamanan, mereka harus menawarkan alternatif agar pertandingan digelar tanpa penonton," ucap Ruddy, pada Bola.net.

"Namun, kalau alternatif ini ditolak, klub tuan rumah harus mencari tempat netral untuk menggelar pertandingan. Yang harus diingat, kendati merupakan hak tuan rumah, tempat ini secara etis jangan sampai menyusahkan tim tamu," sambungnya.

Masalah perizinan sendiri menjadi faktor kunci dari digelarnya sebuah pertandingan. Tanpa izin dari kepolisian, hampir bisa dipastikan, sebuah laga tak bisa digelar.

Faktor perizinan tak lepas dari penilaian pihak kepolisian terhadap kondisi keamanan sebuah daerah. Terlebih, saat ini kondisi keamanan di beberapa wilayah Indonesia masih belum stabil.

Akibat kondisi ini, banyak laga yang harus ditunda. Padahal, kompetisi harus berakhir pada 22 Desember. Pasalnya, pada 26 Desember, sudah harus ada nama tim yang didaftarkan untuk bermain di kompetisi Asia.

Bagaimana dengan jadwal yang ditunda mendadak? Simak di bawah ini.

1 dari 2

Harus Cari Tempat Baru

Ruddy menambahkan, pertemuan juga mengantisipasi jika izin pertandingan dicabut mendadak, setelah tim tamu tiba. Menurutnya, jika pencabutan izin dilakukan pada h-2, tim tuan rumah wajib mencari venue lain.

"Mereka mungkin juga bisa mengganti tiket dari tim tamu. Untuk venue sendiri, tentu juga harus mempertimbangkan kemudahan kedua tim juga," kata Ruddy.

2 dari 2

Diputuskan Kalah

Namun, kondisi berbeda jika pencabutan izin dilakukan pada H-1 atau ketika Match Commisioner Meeting (MCM). Tim tuan rumah bakal diputuskan gagal menggelar pertandingan.

"Sesuai regulasi, jika gagal menggelar pertandingan, tentu ada sanksinya. Sanksinya, bisa sampai mereka dianggap kalah dengan skor 0-3," tutur Ruddy.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)