
Bola.net - - Laga Arema FC kontra Persib Bandung pada pekan keempat Go-Jek Liga 1 bersama Bukalapak di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4/2018) malam, berakhir kurang baik. Itu setelah Aremania merangsek ke lapangan dan memaksa pertandingan dihentikan sebelum waktunya.
Kejadian suporter masuk ke lapangan sebetulnya bukan yang pertama kali terjadi di sepakbola Indonesia. Sebelumnya, kasus ini juga pernah menimpa Persija Jakarta saat Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 dan Persib saat Liga 1 2017.
Kala itu, Persija dinyatakan kalah 0-3 dari Sriwijaya FC dan harus membayar denda sebesar Rp.100 juta menyusul adanya kerusuhan antara The Jakmania dengan pihak Kepolisian di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (24/6/2016) silam. Tak hanya itu, The Jakmania juga dilarang masuk stadion hingga ISC A berakhir.
Sementara Persib harus membayar denda sebesar Rp 45 juta karena Bobotoh masuk ke lapangan dan menyalakan flare pada pertandingan melawan Bhayangkara FC di Stadion Patriot, Juni 2016 lalu. Di sisi lain, panitia penyelenggara Bhayangkara FC juga dikenai sanksi karena penonton masuk ke dalam lapangan.
Terkait hukuman yang bakal diterima Arema FC, COO PT Liga Indonesia Baru (LIB), Tigorshalom Boboy belum tahu apakah tim berjuluk Singo Edan itu akan mendapatkan hukuman seperti yang didapatkan Persija atau Persib. Sebab, sanksi tersebut sepenuhnya merupakan ranah dari Komidi Disiplin (Komdis) PSSI.
"Kewenangannya ada di Komisi Disiplin. Mungkin ada perbedaan sedikit tentang hukuman yang akan dijatuhkan nantinya karena kode disiplinnya juga berubah, sudah update di 2018," ujar Tigor, Senin (16/4).
"Tapi kita tahu sama-sama tentunya, Komisi Disiplin juga punya mata untuk melihat apa yang terjadi semalam dan berikan kesempatan kepada Komisi Disiplin untuk melakukan sidang, atau perlu memaggil pihak-pihak yang memang terlibat, karena bukan hanya penonton, tetapi ada official dari salah satu tim yang juga terkena efek dari kerusuhan itu. Mungkin kita juga tidak tahu ada hal-hal lain yang terjadi disana, biarkan nanti Komisi Disiplin yang memutuskan," sambungnya.
Dengan adanya perubahan regulasi, Tigor belum bisa memastikan apakah hukuman yang akan diterima Arema FC lebih berat atau lebih ringan dibandingkan Persija dan Persib. Namun, pria berusia 37 tahun ini meminta agar apapun keputusan Komdis nantinya dapat diterima semua pihak.
"Ya bisa jadi seperti itu, tapi kembali kewenangan ada di Komisi Disiplin. Jadi kita harus hormati karena kewenangannya ada di Komisi Disiplin," tutup Tigor.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 7 Maret 2026 00:28 -
Bolatainment 7 Maret 2026 00:17 -
Liga Italia 6 Maret 2026 23:13 -
Liga Italia 6 Maret 2026 22:45 -
Tim Nasional 6 Maret 2026 22:40 -
Bola Indonesia 6 Maret 2026 22:35
MOST VIEWED
- Nyesek! Baru Main 23 Menit untuk Persija di BRI Super League Musim Ini, Mauro Zijlstra Malah Alami Cedera
- Prediksi BRI Super League: Persijap vs Persis 5 Maret 2026
- Hasil Semen Padang vs PSIM: Nihil Gol, Kabau Sirah Masih Terpuruk di Papan Bawah BRI Super League
- Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 6 Maret 2026
HIGHLIGHT
- 6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, ...
- 5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemi...
- 10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Men...
- 6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: S...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)

