Ketika Aremania Memindahkan Tribun Piala Presiden 2026 ke Angkringan

Ketika Aremania Memindahkan Tribun Piala Presiden 2026 ke Angkringan
Suasana Aremania nonton bareng semifinal Piala Presiden 2026 di angkringan (c) Bola.net/Serafin Unus Pasi

Bola.net - Ada yang berbeda dari sebuah angkringan sederhana di kawasan Blimbing, Kota Malang, pada Selasa (4/8/2026) malam. Biasanya, beberapa meja kayu di depan gerobak hanya diisi segelintir pelanggan yang mampir sepulang bekerja. Suasana cenderung tenang, hanya ditemani bunyi ketel air mendidih dan obrolan ringan para pengunjung.

Namun malam itu berbeda. Sejak Pkl 19.00 WIB, sekitar satu jam sebelum kick-off pertandingan semifinal Piala Presiden 2026 antara Persebaya Surabaya vs Arema FC, satu per satu pengunjung berdatangan. Tak lama kemudian, hampir seluruh meja terisi. Beberapa bahkan rela berdiri di pinggir jalan hanya agar tetap bisa melihat layar tancap yang menayangkan laga semifinal Piala Presiden 2026 antara Persebaya Surabaya dan Arema FC.

Sesekali terdengar sorakan keras ketika Arema FC melancarkan serangan. Tak lama kemudian, keluhan serempak muncul saat sebuah umpan salah sasaran atau bola terlepas dari kaki pemain Singo Edan. Emosi para penonton naik turun mengikuti jalannya pertandingan.

Menariknya, mereka datang dari berbagai kalangan. Di salah satu sudut, sekelompok anak muda yang tampaknya masih duduk di bangku SMA begitu larut dalam pertandingan. Mereka saling berteriak memberi instruksi layaknya pelatih, kemudian serempak memegang kepala ketika peluang emas gagal berbuah gol.

Tak jauh dari mereka, beberapa pekerja yang baru pulang kantor masih mengenakan seragam. Tas kerja diletakkan begitu saja di bawah kursi, sementara mata mereka tak pernah lepas dari layar.

Di meja lainnya, seorang pria paruh baya menikmati secangkir kopi ditemani putranya yang masih remaja. Sesekali sang ayah menjelaskan jalannya pertandingan, sementara sang anak mengikuti dengan penuh perhatian. Perbedaan usia seolah menghilang. Selama 90 menit, mereka sama-sama menjadi pendukung Arema FC.

Berikan Dukungan dari Angkringan

Berikan Dukungan dari Angkringan

Para Aremania menonton pertandingan Persebaya Surabaya vs Arema FC di semifinal Piala Presiden 2026 (c) Bola.net/Serafin Unus Pasi

Sepak bola kembali membuktikan kemampuannya menyatukan banyak orang dalam satu ruang sederhana. Semangat itu justru semakin terasa karena pada laga semifinal dan final Piala Presiden 2026, panitia memutuskan tidak membuka penjualan tiket bagi penonton karena alasan keamanan. Maklum, dua laga semifinal ini mempertemukan dua tim dengan sejarah rivalitas yang panjang, yaitu Persebaya Surabaya vs Arema FC dan Persib Bandung vs Persija Jakarta.

"Saya kira, nomor satu, tentu kita memikirkan dari segi keamanan. Bagi kami di kepanitiaan, nomor satu adalah keselamatan penonton dan keselamatan supporter. Saya, pak Arya (Sinulingga) dan seluruh tim kepanitiaan, kami selalu beranggapan bahwa menonton sepakbola harus aman, harus nyaman harus tenang dan harus bahagia," ujar Tsamara Amany, ketua organizing committee Piala Presiden 2026, menjelaskan mengapa semifinal Piala Presiden 2026 digelar tanpa penonton.

Keputusan tersebut membuat ribuan Aremania tak bisa memberikan dukungan secara langsung dari tribun stadion. Meski demikian, keterbatasan itu tidak menyurutkan antusiasme mereka. Sebaliknya, banyak yang memilih mencari tempat untuk menyaksikan pertandingan bersama.

Bagi mereka, menonton sendirian di rumah tak pernah memberikan sensasi yang sama. Ada kepuasan tersendiri ketika bisa bersorak bersama, berdebat soal keputusan wasit, atau sama-sama menahan napas saat tim kesayangan berada dalam tekanan.

Karena itulah, sejumlah warung kopi, kafe kecil, hingga angkringan di berbagai sudut Kota Malang mendadak berubah menjadi ruang berkumpul para pendukung Arema FC.

Wildan misalnya. Aremania yang masih menempuh pendidikan di bangku SMA yang ditemui penulis di angkringan tersebut mengaku bahwa nonton bareng teman-temannya jadi sarana dirinya untuk mendukung tim kesayangannya itu.

"Lebih enak nobar gini mas. Seru nonton sama teman-teman, kalau di rumah rasanya anyep. Enak di sini bisa bengok-bengok (teriak-teriak, red.)," ujar Wildan di sela-sela pertandingan.

Piala Presiden 2026, Berkah Bagi UMKM Indonesia

Piala Presiden 2026, Berkah Bagi UMKM Indonesia

Pedagang angkringan di kota Malang sibuk menyiapkan pesanan masyarakat yang menonton laga semifinal Piala Presiden 2026 (c) Bola.net/Serafin Unus Pasi

Bagi Sunarto, pemilik angkringan di kawasan Blimbing itu, euforia Piala Presiden 2026 menghadirkan cerita yang tak kalah berkesan. Ia mengaku bahwa gelaran Piala Presiden ini membuat angkringannya ramai dikunjungi warga Malang.

"Kalau hari biasa seperti Selasa atau Rabu, tidak pernah penuh mas, paling mentok cuma separuh. Biasanya baru penuh kalau malam Minggu atau akhir pekan," tuturnya.

Namun situasinya berubah sejak Piala Presiden 2026 bergulir. Setiap kali Arema FC bertanding, jumlah pelanggan meningkat drastis. Banyak yang datang jauh sebelum pertandingan dimulai demi mendapatkan tempat duduk terbaik menghadap layar tancap.

Beberapa bahkan memesan makanan sejak awal agar tak perlu beranjak ketika pertandingan berlangsung. Menurutnya, lonjakan pengunjung itu berdampak langsung pada pendapatan.

"Ya Alhamdulilah mas, ini kopi-kopi banyak yang udah habis. Makanan juga banyak yang pesen, jadi Alhamdulilah kalau pemasukannya juga ikut naik selama ada nobar Piala Presiden," ujar sosok yang akrab dipanggil Pak To tersebut saat jeda pertandingan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa dampak sebuah turnamen sepak bola tidak hanya dirasakan oleh para pemain di lapangan. Di luar stadion, denyut ekonomi ikut bergerak. Pedagang makanan, penjual minuman, hingga usaha kecil seperti angkringan ikut menikmati berkah dari besarnya antusiasme masyarakat.

Pada akhirnya, Piala Presiden 2026 bukan hanya menghadirkan persaingan antarklub menuju trofi juara. Turnamen pramusim ini juga melahirkan ruang-ruang kebersamaan yang tumbuh secara alami di tengah masyarakat. Dari sebuah angkringan sederhana di sudut Kota Malang, sepak bola kembali menunjukkan bahwa nilainya jauh melampaui hasil akhir pertandingan.

Piala Presiden 2026, Sarana Hiburan untuk Rakyat

Piala Presiden 2026, Sarana Hiburan untuk Rakyat

Pertandingan Persebaya vs Arema di semifinal Piala Presiden 2026 (c) Piala Presiden 2026

Semenjak Piala Presiden pertama kali digulirkan di tahun 2015 silam, turnamen pra musim ini selalu menekankan bahwa turnamen ini digulirkan sebagai sarana untuk hiburan rakyat. Turnamen ini memberikan hiburan kepada masyarakat dengan menyajikan pertandingan-pertandingan sepakbola berkelas namun mudah untuk dijangkau.

Ketua Steering Commitee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait menyebut bahwa panpel Piala Presiden selalu mencoba untuk menyajikan tontonan yang bisa diakses, dan itulah mengapa Piala Presiden 2026 bermitra dengan Emtek Group yang menyiarkan Piala Presiden 2026 secara gratis melalui Indosiar.

“Kan buat hiburan rakyat, dan supaya rakyat itu bisa mendapatkan hiburan yang berkualitas ya. Terjangkau, berkualitas, aman," ujar pria yang akrab dipanggil Ara tersebut.

Harapan Piala Presiden 2026 menjadi sarana hiburan bagi masyarakat Indonesia dikonfirmasi oleh pihak Emtek selaku official broadcaster Piala Presiden 2026. Mereka mengonfirmasi bahwa ada peningkatan yang cukup signifikan dalam jumlah penonton Piala Presiden 2026 di kanal mereka.

"Piala Presiden tahun ini sangat luar biasa. Bukan hanya penonton di stadion yang terus bertambah namun juga penonton di TV juga terus mengalami peningkatan. Jika kita melihat dari pertandingan dari awal hingga sekarang, average rating-nya itu 4,2 dan share-nya 23,9 di mana itu naik 15% dari tahun sebelumnya," ujar Direktur SCM, Harsiwi Achmad.

"Pertandingan tertinggi (di Piala Presiden 2026) ratingnya adalah tujuh persen, di mana tujuh persen dari orang Indonesia nonton pertandingan tersebut dan itu adalah pertandingan Persebaya melawan Persija."

Lebih lanjut, Harsiwi juga meyakini bahwa antusiasme penonton jelang semifinal Piala Presiden 2026 ini akan semakin meningkat. Karena empat tim yang bertarung di semifinal nanti punya basis massa yang kuat dan militan serta sejarah rivalitas yang panjang. Sehingga ia yakin bahwa akan lebih banyak masyarakat Indonesia yang menonton Piala Presiden 2026 ini.

"Saya melihat dengan adanya empat tim ini di semifinal (Arema FC, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan Persib Bandung) maka kita bisa prediksikan bahwa inilah yang diharapkan masyarakat Indonesia dna ini ratingnya dan penontonnya akan lebih tinggi lagi. Jadi kita lihat nanti," imbuhnya.