
Bola.net - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan perangkat pertandingan yang terhukum oleh Badan Yudisial PSSI (Komisi Disiplin dan Komisi Banding), yakni Aris Munandar dan Bagong Yuwono, telah mengikuti dan terlibat sebagai pengadil dalam beberapa pertandingan di Turnamen Piala Kemerdekaan 2015.
Jika Aris bertugas sebagai Instruktur Wasit, sementara Bagong bertindak sebagai Asisten Wasit dalam turnamen buatan Tim Transisi yang dibentuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
"Kami mempelajari dan kemudian mencoba untuk mengingatkan kepada pihak yang mengikuti kompetisi Piala Kemerdekaan untuk kita bersama-sama membangun tata kelola sepak bola yang baik. Tetapi nyatanya ada temuan bahwa ada subyek hukum yaitu perangkat pertandingan yang sebelumnya sudah dihukum oleh Komisi Disiplin, bahkan putusannya sudah dibanding, tetap dihukum," terang Ahmad Yulianto, Ketua Komisi Disiplin PSSI (Komdis PSSI).
"Mereka adalah saudara Aris Munandar sebagai Instruktur Wasit dan Bagong Yuwono sebagai Asisten Wasit di Piala Kemerdekaan. Lucunya lagi, saudara Aris Munandar menjadi Instruktur Wasit di dua lapangan pada saat yang bersamaan. Secara logika itu tidak mungkin. Berarti ini ada satu yang fiktif," lanjutnya.
Terkait Aris Munandar, Instruktur Wasit itu ada dalam pertandingan Persidago lawan Yahokimo pada tanggal 18 Agustus 2015, di Stadion Maulana Yusuf, Serang. Di waktu yang bersamaan, juga ada di pertandingan Persika kontra Cilegon United namun di Stadion berbeda (Stadion Krakatau Steel, Cilegon).
Kedua orang ini, berdasarkan keputusan Badan Yudisial PSSI, telah terhukum. Aris Munandar dihukum larangan beraktifitas dalam kegiatan yang terkait dengan sepak bola seumur hidup karena terbukti dan mengakui telah menerima uang sejumlah 50 juta dari pihak ketiga pada tanggal 15-22 September 2013, berdasarkan SK Komdis PSSI: 03/KEP/KD/DI-XVIII/X-13 tertanggal 2 Oktober 2013 dan SK Komisi Banding PSSI: 01/KEP/KB/DIV.I/II-14 tertanggal 25 Februari 2014 menguatkan putusan Komisi Disiplin.
Sementara itu, Bagong Yuwono terhukum larangan beraktifitas dalam setiap kegiatan yang terkait dengan sepak bola selama 5 (lima) tahun karena membagi-bagikan uang yang jumlahnya berbeda-beda kepada seluruh perangkat pertandingan tanggal 15-22 September 2013, berdasarkan SK Komdis PSSI nomor 17/KEP/KD/DI-XVIII/X-13 tertanggal 2 Oktober 2013 dan SK Komisi Banding PSSI nomor 15/KEP/KB/DIV.I/II-14 tertanggal 25 Februari 2014.
"Kami ingin keduanya bisa menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi di Piala Kemerdekaan, bagaimana panitia disana bisa membiarkan mereka bertugas tanpa mengetahui kalau yang bersangkutan telah terhukum oleh PSSI," tegas Ahmad.
Agenda Komdis PSSI hari ini juga adalah pemanggilan Bambang Suryo dan Solikin. Mereka berdua kembali tidak hadir dalam pemanggilan ketiga. Nama pertama sudah mengkonfirmasi dan meminta penjadwalan ulang, tetapi Solikin sampai tulisan ini diturunkan, tidak juga ada kabar.
"Hari ini kami juga sebenarnya memanggil kembali Bambang Suryo dan wasit Solikin. Dari Bambang Suryo ternyata ada konfirmasi untuk meminta kami menjadwalkan kembali, minggu depan. Demi tata kelola sepak bola yang baik, kami berharap dia bisa hadir. Seperti Gunawan, bisa memberikan keterangan bahwa ada match fixing pada sepak bola Indonesia," tuturnya.
Selanjutnya, Komisi Disiplin PSSI akan menjadwalkan sidang ulang untuk Bambang Suryo, Kamis (03/09) serta memutuskan hukuman untuk wasit Solikin yang berulang kali mangkir saat diundang untuk datang. (esa/yp)
Jika Aris bertugas sebagai Instruktur Wasit, sementara Bagong bertindak sebagai Asisten Wasit dalam turnamen buatan Tim Transisi yang dibentuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
"Kami mempelajari dan kemudian mencoba untuk mengingatkan kepada pihak yang mengikuti kompetisi Piala Kemerdekaan untuk kita bersama-sama membangun tata kelola sepak bola yang baik. Tetapi nyatanya ada temuan bahwa ada subyek hukum yaitu perangkat pertandingan yang sebelumnya sudah dihukum oleh Komisi Disiplin, bahkan putusannya sudah dibanding, tetap dihukum," terang Ahmad Yulianto, Ketua Komisi Disiplin PSSI (Komdis PSSI).
"Mereka adalah saudara Aris Munandar sebagai Instruktur Wasit dan Bagong Yuwono sebagai Asisten Wasit di Piala Kemerdekaan. Lucunya lagi, saudara Aris Munandar menjadi Instruktur Wasit di dua lapangan pada saat yang bersamaan. Secara logika itu tidak mungkin. Berarti ini ada satu yang fiktif," lanjutnya.
Terkait Aris Munandar, Instruktur Wasit itu ada dalam pertandingan Persidago lawan Yahokimo pada tanggal 18 Agustus 2015, di Stadion Maulana Yusuf, Serang. Di waktu yang bersamaan, juga ada di pertandingan Persika kontra Cilegon United namun di Stadion berbeda (Stadion Krakatau Steel, Cilegon).
Kedua orang ini, berdasarkan keputusan Badan Yudisial PSSI, telah terhukum. Aris Munandar dihukum larangan beraktifitas dalam kegiatan yang terkait dengan sepak bola seumur hidup karena terbukti dan mengakui telah menerima uang sejumlah 50 juta dari pihak ketiga pada tanggal 15-22 September 2013, berdasarkan SK Komdis PSSI: 03/KEP/KD/DI-XVIII/X-13 tertanggal 2 Oktober 2013 dan SK Komisi Banding PSSI: 01/KEP/KB/DIV.I/II-14 tertanggal 25 Februari 2014 menguatkan putusan Komisi Disiplin.
Sementara itu, Bagong Yuwono terhukum larangan beraktifitas dalam setiap kegiatan yang terkait dengan sepak bola selama 5 (lima) tahun karena membagi-bagikan uang yang jumlahnya berbeda-beda kepada seluruh perangkat pertandingan tanggal 15-22 September 2013, berdasarkan SK Komdis PSSI nomor 17/KEP/KD/DI-XVIII/X-13 tertanggal 2 Oktober 2013 dan SK Komisi Banding PSSI nomor 15/KEP/KB/DIV.I/II-14 tertanggal 25 Februari 2014.
"Kami ingin keduanya bisa menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi di Piala Kemerdekaan, bagaimana panitia disana bisa membiarkan mereka bertugas tanpa mengetahui kalau yang bersangkutan telah terhukum oleh PSSI," tegas Ahmad.
Agenda Komdis PSSI hari ini juga adalah pemanggilan Bambang Suryo dan Solikin. Mereka berdua kembali tidak hadir dalam pemanggilan ketiga. Nama pertama sudah mengkonfirmasi dan meminta penjadwalan ulang, tetapi Solikin sampai tulisan ini diturunkan, tidak juga ada kabar.
"Hari ini kami juga sebenarnya memanggil kembali Bambang Suryo dan wasit Solikin. Dari Bambang Suryo ternyata ada konfirmasi untuk meminta kami menjadwalkan kembali, minggu depan. Demi tata kelola sepak bola yang baik, kami berharap dia bisa hadir. Seperti Gunawan, bisa memberikan keterangan bahwa ada match fixing pada sepak bola Indonesia," tuturnya.
Selanjutnya, Komisi Disiplin PSSI akan menjadwalkan sidang ulang untuk Bambang Suryo, Kamis (03/09) serta memutuskan hukuman untuk wasit Solikin yang berulang kali mangkir saat diundang untuk datang. (esa/yp)
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 29 Oktober 2026 17:12Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
-
Bola Indonesia 27 Agustus 2026 19:42
PSSI Beri Restui Laga Persija vs Persib Digelar di Stadion Gelora Bung Karno
-
Bola Indonesia 14 Agustus 2026 16:25Marselino Ferdinan Fokus Rehabilitasi usai Operasi Lutut di Sevilla
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 30 Oktober 2026 22:58Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:57Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
-
Piala Dunia 30 Oktober 2026 22:20Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:07Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
BERITA LAINNYA
-
indonesia 30 Oktober 2026 20:10Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
-
indonesia 30 Oktober 2026 20:05Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
-
indonesia 30 Oktober 2026 20:00Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
-
indonesia 30 Oktober 2026 19:55Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
-
Liputan6 30 Oktober 2026 19:47KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Sita Dokumen dan Uang
MOST VIEWED
Link Nonton Siaran Persib vs Melbourne Victory Hari Ini: Live Streaming di RCTI, Vision+, dan YouTube
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Klasemen Grup E AFC Champions League 2026/2027: Persib di Puncak, FC Seoul Bangkit di Vietnam
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)

