
Bola.net - Kuncoro memiliki kiat khusus untuk menepis merebaknya isu match fixing, yang berpotensi merusak harmoni tim. Eks penggawa Arema Malang ini mengaku sempat menantang rekan-rekan satu timnya untuk melakukan sumpah pocong, demi menepis kecurigaan antar mereka kala isu match fixing merebak.
Menurut Kuncoro, merebaknya isu match fixing ini terjadi ketika ia masih berstatus sebagai pemain Arema. Waktu itu, Arema masuk ke Babak Delapan Besar Liga Indonesia pada 2001 lalu di Makassar.
Ketika hendak menjalani sebuah pertandingan melawan tuan rumah, merebak isu match fixing di antara para penggawa tim berjuluk Singo Edan ini. Kabarnya, waktu itu ada tawaran sejumlah besar uang pada Arema agar mereka mengalah.
"Jumlahnya cukup besar. Kabarnya, tiap pemain bisa dapat sekitar Rp5 juta," kenang Kuncoro, pada Bola.net.
"Namun, kami sudah sepakat untuk menolak tawaran ini dan tetap akan bermain sebaik mungkin," sambungnya.
Kendati ditolak, tak ayal isu suap ini merusak harmoni tim. Para pemain saling curiga. Mereka bersyak wasangka rekannya diam-diam menerima tawaran suap tersebut.
Sebagai salah seorang pemain senior, Kuncoro tak ingin kondisi ini terus merusak persiapan timnya. Akhirnya, ia menawarkan solusi agar seluruh pemain melakukan sumpah pocong. Siapa pun yang menerima suap, akan mendapat hukuman berat dari Tuhan.
"Kita ini umat beragama. Sumpah pocong ini berarti mengembalikan segalanya pada Tuhan. Waktu itu pikiran saya hanya itu," ucap pria yang saat ini menjadi asisten pelatih Arema FC tersebut.
"Syukurlah, dengan sumpah pocong ini, kondisi tim berangsur normal. Para pemain kembali saling percaya dengan rekan-rekannya," imbuh Kuncoro.
Merusak Harmoni Tim
Menurut Kuncoro, isu match fixing atau suap sangat merusak. Kendati tak terbukti, harmoni dalam tim bisa berantakan dihantam isu ini.
"Jadi belum tentu bahwa suap ini benar-benar ada. Namun, dengan adanya isu itu, para pemain saling tak percaya. Manajemen pun demikian," tutur Kuncoro.
"Kalau kondisi sudah seperti ini, bagaimana mau menang? Sementara, kalau nanti kalah, pasti isu ini akan semakin santer," ia menambahkan.
Tak Selalu Dilakukan Lawan
Kuncoro menyebut, pelaku match fixing tak selalu calon lawan. Bisa jadi, sang pelaku adalah pihak-pihak yang sama sekali tak ada hubungannya dengan kedua tim, tapi berusaha menangguk keuntungan.
Pria yang kini berusia 45 tahun tersebut mengaku yakin bahwa upaya percobaan suap yang sempat dialaminya tak dilakukan PSM Makassar, yang akan menjadi lawan mereka. Bisa jadi, sambungnya, upaya ini dilakukan para petaruh di meja judi.
"Kalau saya bilang, tawaran itu nggak jelas. Siapa orang yang menawari ini pun nggak jelas. Bahkan, saya juga nggak yakin, uang yang mereka janjikan ini benar-benar ada," papar Kuncoro.
Terima Uangnya, Tolak Ajakannya
Lebih lanjut, Kuncoro memiliki kiat lain untuk menyikapi praktik lancung suap atau match fixing tersebut. Eks pemain Timnas Indonesia ini menyarankan agar para pemain yang hendak disuap mengambil uang suap tersebut.
"Minta uang di muka, lalu laporkan ke manajemen dan rekan satu tim. Jangan sampai diam saja. Kalau diam saja itu namanya kena suap," kata Kuncoro.
"Lalu, meski sudah menerima uangnya, tetap bermain sebaik mungkin. Jangan pernah terpengaruh. Ini agar orang yang berusaha curang tadi malu," ia menandaskan.
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 6 Juli 2026 19:51Alfeandra Dewangga Terima Sambutan Hangat dari Skuad Arema FC
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 21 Juli 2026 19:00Marcus Rashford Ikut Tur Pramusim Manchester United di Irlandia
BERITA LAINNYA
-
indonesia 21 Juli 2026 19:26Baru Punya Satu Bek Kiri, Persib Bakal Mafaatkan Fleksibelitas Pemain
-
indonesia 21 Juli 2026 19:02Singapura Umumkan Skuad Resmi, Siap Tebar Ancaman di Piala AFF 2026
-
indonesia 17 Juli 2026 18:02Persib Bandung Mulai Cari Pengganti Frans Putros
SOROT
-
Liputan6 21 Juli 2026 19:02Istana Beri Sinyal Anggaran MBG Dipangkas
-
Liputan6 21 Juli 2026 18:39Motif dan Cara Sadis Pelaku Aniaya Kekasih di Bekasi
-
Liputan6 21 Juli 2026 18:12Begini Awal Mula Penganiayaan dan Penyekapan Kekasih di Bekasi
-
Liputan6 21 Juli 2026 18:00Febrie Adriansyah Belum Ditahan, DPR Ingatkan Hukum Tak Tebang Pilih
-
Liputan6 21 Juli 2026 17:50Keraton Surakarta Direvitalisasi Besar-besaran, 13 Titik Dibangun Ulang
-
Liputan6 21 Juli 2026 17:19Penjelasan Istana soal Rencana Prabowo Pangkas Anggaran TNI-Polri
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550839/original/029409500_1775710216-foto2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/527394/original/aniaya-ilustrasi-131207b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/938053/original/002913100_1437993639-PIC-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479718/original/000932800_1768987416-saan_mustopa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303417/original/016104100_1784631027-IMG-20260721-WA0017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302187/original/020726000_1784536360-Screenshot_2026-07-20_at_15.30.41.jpg)
