FOLLOW US:


Niat Jadi Calon Gubernur, Ketum PSSI Rela Lakukan Hal Ini

06-12-2017 17:05
Niat Jadi Calon Gubernur, Ketum PSSI Rela Lakukan Hal Ini
Edy Rahmayadi © Fitri Apriani

Bola.net - Edy Rahmayadi sudah memantapkan diri untuk maju dalam pemilihan Gubernur Sumatra Utara periode 2018-2023. Demi memuluskan niatannya tersebut, Edy rela kehilangan jabatannya sebagai Pangkostrad TNI.

Saat ini, Edy memiliki dua jabatan. Pertama sebagai Pangkostrad dan kedua sebagai Ketua Umum PSSI. Dualisme jabatan itu bisa dipegangnya tanpa mengganggu tugas-tugasnya di dua bidang yang berbeda.

Kini, Edy maju sebagai calon Gubernur dalam Pilgub Sumatera Utara 2018 setelah diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Langkah inilah yang kemudian memberikan konsekuensi berat terhadap karirnya di dunia militer.

"Saya mau menjadi Gubernur ya harus turun dulu dari tentara," ujar Edy, Rabu (5/12/2017).

"Undang-undangnya begitu dan harus saya lakukan. Senang tidak senang, enak tidak enak ya ditelan. Itu saya lakukan, lebih cepat saya diberhentikan lebih baik, sehingga saya bisa kampanye," sambungnya.

Apa yang diucapkan oleh Edy tertuang dalam UU TNI No 34/2004, Pasal 39 Ayat 2, yang menyebutkan bahwa 'Prajurit dilarang terlibat dalam kegiatan politik praktis'.  Lalu ada pula Pasal 47 Ayat 1 yang menyebutkan bahwa 'Prajurit hanya dapat menduduki jabatan sipil setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas aktif keprajuritan'."

Namun, saat ditanya terkait posisinya di PSSI, ini jawaban Edy: "Oh kalau PSSI itu amanah. Kalau ada yang ganggu PSSI pasti saya marah," katanya. (fit/asa)