FOLLOW US:


Pelatih Arema Membeber Penyebab Keroposnya Pertahanan Timnya

12-06-2019 10:46

 | Asad Arifin

Pelatih Arema Membeber Penyebab Keroposnya Pertahanan Timnya
Milomir Seslija © Liputan6.com/Huyogo Simbolon

Bola.net - Milomir Seslija mengaku sudah mengetahui penyebab keroposnya pertahanan timnya pada gelaran Shopee Liga 1 yang disiarkan Indosiar. Pelatih Arema FC tersebut menilai hal ini tak lepas dari masih belum sempurnanya permainan anak asuhnya.

"Kami harus bisa lebih rapat lagi dalam bertahan. Selain itu, para pemain juga harus lebih mampu bermain sebagai sebuah tim," ucap Milomir Seslija.

Selain masalah taktik, Milo -sapaan karib Milomir Seslija- mengaku bahwa keroposnya pertahanan mereka tak lepas dari semangat juang anak asuhnya. Dalam dua laga pertama, para penggawa Arema dinilai tak menunjukkan semangat juang mereka.

"Ketika melawan Persela, semangat juang ini sudah kembali tampak. Para pemain kami berlari lebih banyak ketimbang Persela. Kami lebih ngeyel ketimbang mereka. Inilah Arema sesungguhnya," kata pelatih berusia 54 tahun.

Performa lini belakang Arema pada awal kompetisi mengundang keraguan. Dalam tiga laga awal mereka di Liga 1, gawang tim berlogo singa mengepal sudah tujuh kali bobol.

Tak hanya itu. Kendati tak sampai berbuah gol, pertahanan Arema tampak rentan ketika menghadapi serangan lawan, terutama dari serangan balik.

Bagaimana antisipasi Milo terhadap masalah di benteng pertahanan timnya? Simak di bawah ini.

1 dari 2

Siapkan Taktik Anyar

Milo tak mau sekadar berpangku tangan melihat keroposnya pertahanan anak asuhnya. Pelatih asal Bosnia ini mengaku telah menyiapkan taktik anyar, yang akan dijajalnya pertama kali pada laga kontra PSM Makassar.

"Tentu ada taktik baru. Tak banyak yang tahu saya sudah mulai menyiapkan taktik baru pada sesi latihan perdana, awal pekan ini," ucap Milo.

"Selain dalam bertahan, kami juga berupaya membuat penyelesaian akhir dan umpan-umpan silang kami lebih efektif," sambungnya.

2 dari 2

Matangkan Filosofi Bermain

Selain soal taktik, Milo juga mematangkan filosofi bermain timnya. Ia berharap kerja sama tim yang menjadi filosofi dasar sepak bola benar-benar diterapkan oleh anak asuhnya.

"Kami harus bisa bermain sebagai sebuah kesatuan dan lebih kompak lagi," tutur Milo.

"Kami tidak bisa mengandalkan individu atau unit saja. Semua harus bermain sebagai sebuah tim. Kami menyerang sebagai sebuah tim, dan bertahan sebagai sebuah tim juga," tutupnya.