FOLLOW US:


Pembinaan, Kunci PS Kwarta Juara Divisi II

11-07-2012 22:31
Pembinaan, Kunci PS Kwarta Juara Divisi II
Manajer PS Kwarta, Arief Fadillah (kiri) dan Sekum Rudi Helmiawan Bola-Esa

Bola.net - Manajer PS Kwarta, Arief Fadillah mengungkapkan salah satu kunci keberhasilan timnya meraih gelar juara dalam kompetisi Divisi II musim 2011/2012. Menurutnya, pembinaan pemain secara berjenjang, menjadi salah satu faktor penting dari sederet rahasia yang sudah diterapkannya.

"Dalam skuad PS Kwarta, terdapat beberapa pemain yang sudah mengecap kompetisi di atas level Divisi II. Seperti, Agus, Imam, Adrian dan beberapa pemain lainnya. Pada kompetisi tahun ini saja, skuad kami didominasi pemain berusia 17-19 tahun. Hasilnya, mereka mampu bermain baik di level Divisi II. Padahal untuk berlaga di Divisi II, standar umur pemain mencapai 21 tahun," terangnya kepada Bola.net.

Dalam perebutan gelar juara Divisi II musim 2011/2012, PS Kwarta menempati peringkat ketiga. Sementara di peringkat satu dan dua, ditempati ISP Purworejo dan PS Batang.

"Selain itu, mayoritas skuad Kwarta merupakan jebolan dari Piala Soeratin (U-17) yang dibina. Mereka sudah terbukti memiliki kombinasi teknik dan kondisi fisik yang prima," lanjutnya.

Menurutnya lagi, pengalaman tersebutlah yang membantu para pemain mudanya mampu bersaing. Sehingga, terget juara di level kompetisi Divisi I pun ikut diapungkan.

"Persaingan itulah yang nantinya diharapkan dapat mematangkan para pemain muda, selain untuk merebut tempat utama di klub. Puncaknya, kami berharap dapat lolos ke Divisi Utama pada musim mendatang," tuturnya.

Untuk menjaga stabilitas skuad, ke depannya dirinya berharap agar kualitas pemain junior dan senior tidak terpaut jauh. Dengan begitu, dapat pula membuktikan pembinaan sepak bola klub asal Medan, Sumatera Utara, tersebut berjalan baik dan mulus.

"Kami memang lebih memilih melatih anak muda dari usia dini. Dengan begitu, kami bercita-cita dapat mencetak bintang masa depan. Selain itu, memberikan mereka banyak kesempatan bertanding agar memiliki jiwa kompetisi dan persaingan," tuntasnya.  (esa/dzi)