FOLLOW US:


Permintaan Agar PT LIB Talangi Gaji Pemain Dinilai Sulit Terealisasi

12-12-2017 16:19
Permintaan Agar PT LIB Talangi Gaji Pemain Dinilai Sulit Terealisasi
Joko Driyono © Fitri Apriani

Bola.net - Keinginan sejumlah klub Liga 1 agar tanggungan gaji pemain mereka dialihkan ke PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), sebagai operator kompetisi Liga 1, nampaknya bakal kandas. Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono menilai permintaan klub-klub ini sulit untuk diwujudkan.

Sejumlah klub peserta Liga 1 musim 2017 risau dengan belum terbayarnya subsidi mereka oleh operator kompetisi. Mereka mengusulkan agar tanggungan klub ke pihak lain akibat tunggakan subsidi ini seperti pemain dan ofisial, bisa dialihkan ke operator.

"Secara realistis, permintaan ini sulit diwujudkan. Pasalnya, urusan gaji adalah hubungan antara klub dan pemain," ujar Joko Driyono.

Menurut pria yang karib disapa Jokdri ini, pertemuan antara Komite Eksekutif (Exco) PSSI dan klub-klub peserta Liga 1 akhir November lalu tak membahas tuntutan ini. Menurutnya, pertemuan tersebut hanya upaya Exco untuk mendengar aspirasi klub untuk perbaikan kompetisi musim depan.

"Tidak ada tuntutan. Kita kan kemarin ingin mendengarkan. Tidak sampai ke sana (tuntutan agar gaji ditanggung oleh PT LIB, red)," tutur Jokdri.

"Kami lebih kepada ingin mendengarkan formulasi terbaik untuk 2018. Salah satunya, adalah case perencanaan bisnis di liga dan di klub. Mudah-mudahan, bisa lebih baik pada 2018 mendatang," pria asal Ngawi ini menambahkan.

Menurut perwakilan Arema FC dalam pertemuan dengan exco ini, Sudarmaji, klub sangat khawatir dengan kondisi saat ini. Mereka takut apabila hak klub tidak segera terselesaikan akan ada dampak bagi klub. Apalagi jika pemain melapor kepada FIFA atau wadah profesional pemain.

"Namun, klub optimistis bahwa Exco memiliki solusi dan akan menyampaikan rekomendasi untuk dibahas oleh pimpinan PSSI, operator dan klub," papar pria berusia 41 tahun ini.

Dari data yang didapat Bola.net, subsidi yang dijanjikan PT LIB mengalami penunggakan. Tunggakan rata-rata terjadi mulai September sampai Oktober lalu. Selain tunggakan subsidi, janji share rating televisi bagi klub-klub peserta pun masih belum terbayar.

Sementara itu, Jokdri menegaskan bahwa saat ini, Exco PSSI memang sedang menggelar rapat. Namun, ada agenda sendiri yang dibahas dalam rapat tersebut.

"11-13 Desember ini adalah periode untuk memfinalisasi draft program yang akan dibawa ke Kongres PSSI 2018," tutupnya.