FOLLOW US:


Persebaya Tak Mau Jadi Korban Kebangkitan Semen Padang

27-07-2019 17:47

 | Richard Andreas

Persebaya Tak Mau Jadi Korban Kebangkitan Semen Padang
Persebaya Surabaya © Bola.com/Yoppy Renato

Bola.net - Persebaya akan bertanding melawan Semen Padang FC dalam lanjutan Shopee Liga 1 2019 yang disiarkan Indosiar, Minggu (28/7) malam. Pertandingan tersebut sekaligus menjadi laga tandang kelima Green Force musim ini

Datang sebagai penantang, Persebaya punya tekad kuat untuk mendulang angka di Stadion H. Agus Salim, Padang. Tim kebanggaan Kota Pahlawan sekaligus ingin memutus rentetan hasil negatif dalam empat laga terakhir.

"Kami datang ke sini untuk mencoba raih poin. Kalau bisa maksimal, kalau tidak satu juga saya pikir harus diperjuangkan," ungkap pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, Sabtu (27/7).

Tetapi, Djanur -sapaan akrab Djadjang- meminta anak asuhnya untuk tidak memandang remeh tim Kabau Sirah yang kini masih terpuruk di papan bawah. Ruben Sanadi dan kolega tetap diimbau untuk waspada.

"Lawan yang kami hadapi, Semen Padang yang menurut prediksi kami, tim ini mau bangkit, ini yang harus kami waspadai," lanjut Djanur.

"Kami harus antisipasi, jangan sampai kami jadi korban kebangkitan mereka," tegas arsitek kelahiran Majalengka tersebut.

Scroll ke bawah untuk informasi selengkapnya ya Bolaneters!

1 dari 1

Persiapan Cukup Matang

Namun, secara umum persiapan Persebaya untuk menghadapi Semen Padang terbilang cukup matang. Sebab, runner up Piala Presiden 2019 itu memiliki waktu recovery yang cukup panjang.

Ada waktu kurang lebih sepekan yang dimanfaatkan oleh tim kebanggaan Arek Suroboyo untuk membenahi kekurangan. Terakhir, Persebaya menghadapi Tira Persikabo, Minggu (21/7) lalu.

"Persiapan menghadapi tuan rumah Semen Padang, baru kalli ini setelah tujuh sampai delapan pertandingan lalu punya waktu agak sedikit luang, terakhir main kami minggu lalu," jelasnya.

Para pemain dalam kondisi siap untuk bertanding. Kecuali pemain-pemain yang ditinggal di Surabaya karena cedera, seperti Hansamu Yama Pranata, Oktafianus Fernando dan Osvaldo Ardiles Haay.