
Bola.net - Masalah finansial masih menghantui tim PSM Makassar. Manajemen PT Pagolona Sulawesi Mandiri (PSM) masih saja menunggak gaji pemain. Saat ini, gaji untuk bulan April belum dibayarkan.
Pelatih Petar Segrt mulai khawatir pemainnya akan kembali mogok latihan jika masalah ini tidak juga teratasi. Petar tidak senang jika pemainnya mogok latihan karena itu akan menurunkan kualitas dan stamina pemain.
Hal itu sudah dirasakan berkali-kali sejak musim lalu. Setiap manajemen telat memberikan gaji, pemain memilih mogok latihan. Akibatnya, performa pemain tidak maksimal di lapangan.
Itu juga yang dirasakan Petar saat melawan Semen Padang, Minggu (05/5) malam lalu. Sebelum laga, pemain sempat mogok sampai 10 hari. Menurut Petar, meski pemain sudah tampil maksimal tapi masih ada yang kurang sehingga timnya kalah 0-1.
"Setelah kalah dari Semen Padang, saya sangat kecewa. Kita tidak hanya kehilangan penalti tapi kehilangan semuanya di Indonesia. Ini bukan sepakbola profesional di IPL, tidak ada siaran TV, tidak ada gaji, pemain mogok," katanya.
"Menurut saya, memang salah jika pemain mogok. Tapi salah juga kalau manajemen tidak bayar gaji. Saya berada di tengah-tengah mereka. Manajemen juga susah mencari dana untuk bayar gaji karena tidak ada sponsor. Ini adalah sebuah lingkaran yang saling terkait," tuturnya.
Yang membuat Petar resah karena selama hampir dua tahun menangani PSM, masalah gaji pemain yang tertunggak terus berulang. Makanya, ia menegaskan kepada manajemen, jika tidak ada kejelasan pembayaran gaji pemain, pelatih, dan ofisial, dia mengancam akan hengkang.
"Saya di sini sudah satu tahun lebih. Musim lalu kita sempat di puncak usai mengalahkan Persebaya. Tapi kemudian pemain mogok karena tidak ada gaji, kita lalu drop," ujarnya.
"Saya tidak suka adanya mogok latihan. Tapi, selama ini yang terjadi berulang-ulang: tidak ada gaji, mogok, tidak ada gaji, mogok. Kalau ini tidak dihentikan, saya harus katakan, 'Terima kasih PSM Makassar', dan saya akan pergi," ungkapnya.
Terkait masalah itu, Petar ingin sekali berbicara dengan ketua PSM Makassar, Sadikin Aksa, dan CEO PT PSM, Rully Habibie. Ia ingin mencari solusi untuk masalah finansial tersebut. Karena menurutnya, semua orang-orang yang bekerja untuk PSM membutuhkan uang.
"Wina (media Officer PSM), Rully, suporter adalah orang-orang yang berjuang untuk PSM bukan karena uang. Tapi, bagaimana pun pemain dan oficial butuh uang," katanya.
Pelatih berkebangsaan Kroasia itu berharap agar manajemen bisa segera menemukan solusi ini, agar PSM bisa keluar dari jerat finansial. Ia berharap masih bisa di PSM untuk mengembangkan sepakbola di Makassar maupun di Indonesia. (nda/mac)
Pelatih Petar Segrt mulai khawatir pemainnya akan kembali mogok latihan jika masalah ini tidak juga teratasi. Petar tidak senang jika pemainnya mogok latihan karena itu akan menurunkan kualitas dan stamina pemain.
Hal itu sudah dirasakan berkali-kali sejak musim lalu. Setiap manajemen telat memberikan gaji, pemain memilih mogok latihan. Akibatnya, performa pemain tidak maksimal di lapangan.
Itu juga yang dirasakan Petar saat melawan Semen Padang, Minggu (05/5) malam lalu. Sebelum laga, pemain sempat mogok sampai 10 hari. Menurut Petar, meski pemain sudah tampil maksimal tapi masih ada yang kurang sehingga timnya kalah 0-1.
"Setelah kalah dari Semen Padang, saya sangat kecewa. Kita tidak hanya kehilangan penalti tapi kehilangan semuanya di Indonesia. Ini bukan sepakbola profesional di IPL, tidak ada siaran TV, tidak ada gaji, pemain mogok," katanya.
"Menurut saya, memang salah jika pemain mogok. Tapi salah juga kalau manajemen tidak bayar gaji. Saya berada di tengah-tengah mereka. Manajemen juga susah mencari dana untuk bayar gaji karena tidak ada sponsor. Ini adalah sebuah lingkaran yang saling terkait," tuturnya.
Yang membuat Petar resah karena selama hampir dua tahun menangani PSM, masalah gaji pemain yang tertunggak terus berulang. Makanya, ia menegaskan kepada manajemen, jika tidak ada kejelasan pembayaran gaji pemain, pelatih, dan ofisial, dia mengancam akan hengkang.
"Saya di sini sudah satu tahun lebih. Musim lalu kita sempat di puncak usai mengalahkan Persebaya. Tapi kemudian pemain mogok karena tidak ada gaji, kita lalu drop," ujarnya.
"Saya tidak suka adanya mogok latihan. Tapi, selama ini yang terjadi berulang-ulang: tidak ada gaji, mogok, tidak ada gaji, mogok. Kalau ini tidak dihentikan, saya harus katakan, 'Terima kasih PSM Makassar', dan saya akan pergi," ungkapnya.
Terkait masalah itu, Petar ingin sekali berbicara dengan ketua PSM Makassar, Sadikin Aksa, dan CEO PT PSM, Rully Habibie. Ia ingin mencari solusi untuk masalah finansial tersebut. Karena menurutnya, semua orang-orang yang bekerja untuk PSM membutuhkan uang.
"Wina (media Officer PSM), Rully, suporter adalah orang-orang yang berjuang untuk PSM bukan karena uang. Tapi, bagaimana pun pemain dan oficial butuh uang," katanya.
Pelatih berkebangsaan Kroasia itu berharap agar manajemen bisa segera menemukan solusi ini, agar PSM bisa keluar dari jerat finansial. Ia berharap masih bisa di PSM untuk mengembangkan sepakbola di Makassar maupun di Indonesia. (nda/mac)
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 18 Oktober 2023 08:36Petar Segrt, Eks Pelatih PSM Makassar yang Sukses Bikin Malu Timnas Malaysia
-
Piala Dunia 2 November 2015 15:18Eks Pelatih PSM Makassar Tukangi Timnas Afghanistan
-
Bola Indonesia 29 Juni 2015 10:55Asprov PSSI Jateng: Oknum LPI Dalang Kisruh Sepakbola Nasional
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 21 Juli 2026 16:48Juventus Rilis Jersey Tandang 2026-2027, Warna Pink Ikonik Kembali
-
Liga Spanyol 21 Juli 2026 15:18Ini Alasan Bernardo Silva Akan Bersinar di Real Madrid
BERITA LAINNYA
-
indonesia 17 Juli 2026 18:02Persib Bandung Mulai Cari Pengganti Frans Putros
-
indonesia 17 Juli 2026 14:47Igor Tolic Sebut Frans Putros Ingin Cari Tantangan Baru di Luar Persib
-
indonesia 16 Juli 2026 19:15Jadwal Lengkap Piala Presiden 2026
SOROT
-
Liputan6 21 Juli 2026 16:25Istana Jelaskan Posisi Duduk Prabowo dan Gibran saat Sidang Kabinet
-
Liputan6 21 Juli 2026 16:13Bupati Lombok Barat Ditangkap KPK Punya Aset Rp 25,56 M
-
Liputan6 21 Juli 2026 15:03Pramono Soroti Kebiasaan Warga yang Bisa Picu Kebakaran Saat Kemarau
-
Liputan6 21 Juli 2026 14:25Jejak Nota Antiseptik Antar Polisi Ungkap Kasus Jasad Bayi
-
Liputan6 21 Juli 2026 14:01SDN Kebayoran Lama Rusak 2 Tahun, Siswa Belajar di Musala dan Lapangan
-
Liputan6 21 Juli 2026 13:13Pramono Dalami Penyebab Maraknya Tawuran di Koja Jakut
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303318/original/025226400_1784625759-presidenri.go.id-21072026150445-6a5f281d8a4cf9.90991278.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302503/original/018285200_1784561646-IMG_20260720_215953_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303162/original/069920500_1784621039-8f003df2-f622-4307-999c-6773a4176f58.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303099/original/035878100_1784618740-162730.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303092/original/073670500_1784618204-1000989135.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302950/original/051455000_1784614386-IMG_2357__1_.jpeg)
