Sentilan Keras Mauricio Souza: Statistik Unggul Tak Ada Artinya, Ini yang Kurang dari Persija Jakarta

Bola.net - Persija Jakarta menelan kekalahan 1-3 saat bertandang ke markas Borneo FC pada lanjutan BRI Super League 2025-2026. Hasil ini meninggalkan evaluasi mendalam dari pelatih Mauricio Souza.
Macan Kemayoran sebenarnya tampil sangat dominan jika melihat catatan statistik akhir laga. Namun, keunggulan dalam permainan itu gagal dikonversi menjadi kemenangan.
Souza menegaskan bahwa unggul dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan tidak ada artinya. Ia menuntut para pemainnya untuk memberikan usaha yang lebih maksimal di atas lapangan.
Pelatih asal Brasil itu menyoroti kelemahan fatal timnya saat bertahan. Lini pertahanan dianggap lengah dalam mengantisipasi skema serangan balik cepat yang dilancarkan lawan.
Dominasi yang Sia-sia
Melihat statistik pertandingan, Persija Jakarta seharusnya bisa membawa pulang setidaknya satu poin. Mereka unggul secara signifikan nyaris di semua aspek permainan.
Tim ibu kota mencatatkan 63 persen penguasaan bola dan melepaskan total 24 tembakan. Angka tersebut jauh melampaui catatan yang dimiliki oleh Borneo FC selaku tuan rumah.
Mauricio Souza pun tidak menampik data statistik yang ada. Ia sadar betul bahwa timnya lebih banyak menciptakan peluang daripada sang lawan.
"Tentang pertandingan, kami sekali lagi melakukan lebih banyak tembakan daripada lawan, memiliki lebih banyak penguasaan daripada lawan," ujar Souza kepada wartawan.
Kelemahan Fatal Saat Transisi
Akan tetapi, semua dominasi itu menjadi percuma karena kesalahan mendasar dalam bertahan. Lini pertahanan Persija dinilai sangat rapuh saat menghadapi transisi permainan lawan.
Souza mengaku sudah mengingatkan para pemainnya sebelum pertandingan dimulai. Ia tahu persis bahwa kekuatan utama Borneo FC terletak pada skema serangan balik mereka yang mematikan.
"Kami tidak bisa kebobolan dengan cara yang kami alami," tegasnya.
"Kami sudah mengingatkan bahwa serangan balik Borneo FC sangat kuat, dan kami kebobolan tiga gol transisi," lanjut Souza.
Tuntutan untuk Bekerja Lebih Keras
Kekecewaan Souza semakin besar karena ia melihat kesalahan yang sama terulang kembali. Gol ketiga Borneo FC disebutnya sangat mirip dengan gol yang bersarang ke gawang mereka saat melawan PSM Makassar.
"Dan gol terakhir adalah gol yang sangat mirip dengan yang kami alami melawan PSM. Yang mereka lihat dan yang kami tunjukkan cara memperbaikinya," ucap Souza.
Oleh karena itu, ia meminta para pemainnya untuk segera berbenah dan introspeksi. Menurutnya, sudah saatnya mereka memahami bahwa statistik saja tidak cukup untuk memenangkan pertandingan.
"Jadi sudah saatnya para pemain berusaha sedikit lebih keras, memahami bahwa bukan hanya menembak lebih banyak dari lawan, bukan hanya memiliki lebih banyak penguasaan," tuturnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 26 Juni 2026 13:42RESMI: Persib Bandung Sudah Lepas 4 Pemain Asing
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 1 Juli 2026 15:48Kylian Mbappe Pecahkan Rekor Ronaldo usai Prancis Bungkam Swedia
BERITA LAINNYA
-
indonesia 26 Juni 2026 13:42RESMI: Persib Bandung Sudah Lepas 4 Pemain Asing
-
indonesia 22 Juni 2026 15:34Persib Bandung Dikaitkan dengan Aymen Hussein dan Mike van der Hoorn
SOROT
-
Liputan6 1 Juli 2026 19:15Momen Akrab Prabowo dan Jokowi di HUT Bhayangkara ke-80
-
Liputan6 1 Juli 2026 18:43Tak Hanya Penyekapan, Taufik Hidayat Terjerat Kasus Kejahatan Lain
-
Liputan6 1 Juli 2026 18:09Separuh Jalan Kuansing Rusak, Bupati Malah Terima Suap Mobil Mewah
-
Liputan6 1 Juli 2026 17:33Naik Kelas Kasus Suap Bupati Kuansing
-
Liputan6 1 Juli 2026 17:25Hadiah Mobil Mewah Jadi Syarat Lolos Sekda Kuansing
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8812740/original/000964500_1782908150-IMG-20260701-WA0073.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8538740/original/099129700_1782474550-Taufik_Hidayat_pelaku_penganiayaan_dan_penyekapan_pacar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8793276/original/061310300_1782899754-kpk5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8793285/original/012088700_1782899757-kpk7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8793278/original/021169100_1782899755-kpk8.jpg)
