
Bola.net - Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) angkat bicara soal rencana pembatasan jumlah pemain naturalisasi yang boleh dikontrak oleh setiap klub peserta Liga 1 musim mendatang. Mereka menilai gagasan yang muncul dalam Sarasehan Sepak Bola Nasional tersebut merupakan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).
Dalam rilisnya, APPI menyebut bahwa pemain naturalisasi tak ada bedanya dengan pemain-pemain lokal lainnya. Setelah resmi menjalani proses naturalisasi, para pemain tersebut tak ada bedanya dengan Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya, termasuk urusan hak dan kewajiban.
"Hal ini tidak sejalan dengan Universal Declaration of Player Rights dan FIFA’s Human Rights Policy. Jika naturalisasi dianggap suatu polemik di sepak bola nasional, perlu dicari solusi terbaik dan bukan malah membatasi jumlahnya dalam setiap tim. Terlebih, sebagian pemain tersebut pernah dan bahkan masih menjadi pemain aktif dari Tim Nasional Indonesia. Sebagian dari mereka memilih menjadi WNI karena kebutuhan dan permintaan untuk tim nasional," tulis APPI dalam rilis mereka.
Sebelumnya, wacana soal pembatasan pemain naturalisasi ini muncul pada Sarasehan Sepak Bola Nasional yang digelar PSSI di Surabaya, akhir pekan lalu. Dalam sarasehan yang diikuti oleh klub-klub peserta kompetisi ini muncul sejumlah usulan dan wacana. Selain soal pembatasan pemain naturalisasi, muncul juga wacana soal penambahan kuota pemain asing dan format kompetisi mendatang.
APPI sendiri menilai bahwa tujuan pembatasan pemain naturalisasi ini tak jelas. Mereka menilai, jika bertujuan untuk pengembangan pemain lokal, maka pembatasan ini bertentangan dengan rencana penambahan kuota pemain asing.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Bahas Salary Cap

Selain itu, APPI juga menyoroti wacana soal salary cap. Mereka menilai bahwa wacana ini perlu dikaji lebih dalam. Pasalnya, FIFA pun telah mengarahkan federasi untuk merumuskan adanya batasan-batasan soal penggajian.
"FIFA juga mengarahkan untuk setiap federasi memberikan batasan salary minimum," tegas APPI.
"Jika Salary Cap diterapkan menjadi suatu aturan, perlu ditambahkan regulasi menggunakan Minimum Salary agar tidak terjadinya disparitas antar-pemain di Indonesia," mereka menambahkan.
Soroti Jadwal

Hal lain yang menjadi sorotan APPI adalah soal jadwal. Mereka menyebut, usulan jadwal Liga 1 dan Liga 2 musim mendatang tak ideal.
"Tujuan untuk memberikan waktu lebih luas bagi kompetisi Liga 2 merupakan suatu program yang baik. Namun, jika dilihat dari segi timeline, akan sangat berbenturan satu dengan yang lain," papar mereka.
"Seperti Liga 2 tahun 2023/2024 yang direncanakan akan berakhir di bulan Juni 2024, tapi kompetisi Liga 1 tahun 2024 akan terselenggara bulan Juli 2024 sebagaimana akan terselenggara pada musim sebelumnya, Juli 2023. Ini menandakan pemain yang promosi dari Liga 2 tahun 2023/2024 yang akan bermain di Liga 1 musim 2024/2025 hanya memiliki waktu istirahat satu bulan saja," mereka menambahkan.
Siap Audiensi dengan PSSI

APPI sendiri berharap agar wacana-wacana ini dibahas lebih matang sebelum diuji atau bahkan diterapkan. Mereka pun menegaskan siap untuk membahas hal-hal tersebut dengan PSSI.
"APPI telah mengirimkan surat kepada PSSI untuk dapat dibuatkan suatu audiensi guna membahas hal-hal tersebut," tegas mereka.
"Harapan agar pemain dapat dilibatkan dalam pengambilan keputusan menjadi suatu transformasi bagi sepak bola Indonesia jika ingin meningkatkan kualitas dan standar sepak bola itu sendiri jika berkaca dari sepak bola di negara-negara yang maju," mereka menambahkan.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Klasemen Sementara BRI Liga 1 2022/2023
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- 8 Pemain Naturalisasi Ramai-Ramai Kecam Kebijakan Baru Erick Thohir: Kami Merasa Didiskriminasi!
- Soal Wacana Perubahan Format Liga 1, Ini Tanggapan Arema FC
- Prediksi BRI Liga 1: Bali United vs Persita Tangerang 7 Maret 2023
- Barito Putera Sedang Terluka, Begini Respons Persebaya
- Jelang Lawatan Persebaya ke Markas Barito Putera, Aji Santoso Ungkap Kabar Baik Tentang Supriadi
- BRI Liga 1: Bukan Taisei Marukawa, Ini yang Diwaspadai Madura United dari PSIS Semarang
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 6 September 2026 21:04Hasil BRI Super League: Madura United Tundukkan Persijap Jepara 2-0
-
Bola Indonesia 6 September 2026 17:45Link Streaming Persib Bandung vs PSM Makassar, 6 September 2026
-
Bola Indonesia 6 September 2026 17:30Link Streaming Madura United vs Persijap di BRI Super League, 6 September 2026
-
Bola Indonesia 6 September 2026 17:28Hasil BRI Super League: Java United dan Garudayaksa FC Berbagi Poin
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 7 September 2026 11:03Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
-
Liga Inggris 7 September 2026 10:37Kalah dari Arsenal, Xabi Alonso Soroti Rapuhnya Pertahanan Chelsea
-
Liga Inggris 7 September 2026 09:47Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
-
Liga Italia 7 September 2026 09:08Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
-
Liga Italia 7 September 2026 08:30Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
BERITA LAINNYA
-
indonesia 6 September 2026 21:04Hasil BRI Super League: Madura United Tundukkan Persijap Jepara 2-0
-
indonesia 6 September 2026 21:01Hasil BRI Super League: Sempat Tertinggal, Persib Bandung Hancurkan PSM Makassar 3-1
-
indonesia 6 September 2026 17:45Link Streaming Persib Bandung vs PSM Makassar, 6 September 2026
-
indonesia 6 September 2026 17:30Link Streaming Madura United vs Persijap di BRI Super League, 6 September 2026
-
indonesia 6 September 2026 17:28Hasil BRI Super League: Java United dan Garudayaksa FC Berbagi Poin
-
indonesia 6 September 2026 14:30Link Streaming Java United vs Garudayaksa FC, 6 September 2026
SOROT
-
Liputan6 7 September 2026 11:12Abu Anak Krakatau Ancam Kesehatan 3,3 Juta Lansia
-
Liputan6 7 September 2026 10:18Kebakaran Besar di Pasar Paniai, 11 Orang Tewas
-
Liputan6 7 September 2026 09:51Anak Krakatau Erupsi, Penumpang di Pelabuhan Merak Menurun
-
Liputan6 7 September 2026 09:50Anak Krakatau Bikin Porsi MBG Dikurangi
-
Liputan6 7 September 2026 09:44Abu Anak Krakatau Menyebar, Pemda Diminta Bagikan Masker dan Siaga 24 Jam
-
Liputan6 7 September 2026 09:38WN India Jadi Korban Jambret di Menteng, Satu Pelaku Ditangkap
MOST VIEWED
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Persebaya 5 September 2026
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs Persija Jakarta 5 September 2026
Hasil BRI Super League: Debut Resmi Shin Tae Yong Berbuah Manis, Persija Tekuk Borneo FC
Prediksi BRI Super League: Persik Kediri vs Dewa United 5 September 2026
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341507/original/041386100_1788648437-1000945323.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5256535/original/073242500_1750241429-kebakaran5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4399860/original/002951700_1681806832-20230418-Mudik-Pelabuhan-Merak-Faizal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541898/original/065702400_1774924493-IMG_8482.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341457/original/074983600_1788621026-1001633272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342069/original/003806400_1788748974-7d9b9dc9-5cc1-46c9-b267-a8e4739c5474.jpg)
