Van Bronckhorst Batal ke Ambon

Van Bronckhorst Batal ke Ambon
Giovanni van Bronckhorst (c)stv
- Mantan kapten tim nasional Belanda asal Maluku, Giovanni van Bronckhorst, batal menyinggahi Ambon sebagai bagian dari program "Indonesia Tanah Air Beta", 13-17 Maret 2011.

Ketua Pengprov PSSI Maluku, Dirk Soplanit, ketika dikonfirmasi ANTARA, di Ambon, Jumat, mengatakan jadwal kegiatan asisten pelatih di klub Feyenoord dan komentator televisi pertandingan sepak bola di Belanda ini padat sehingga membatalkan kunjungan bersama 16 pemain Belanda keturunan Maluku.

"Kami telah diberitahu tentang Giovanni batal ke Ambon dan kemungkinan hanya berkunjung ke Jakarta untuk menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," ujarnya.

Dirk mengakui kunjungan Giovanni memang didambakan masyarakat Maluku karena merupakan kebanggaan dengan pernah dipercaya menjadi kapten tim nasional Belanda di Piala Dunia 2010 lalu

"Dambaan masyarakat Maluku agar Giovanni mengunjungi daerah ini telah disampaikan kepada orang tuanya, Direktur Mobilae Maluku Foundation, Jim Pentury dan pelatih KNVB, Belanda, Bert Pentury yang turut memfasilitasi kunjungan pemain Belanda keturunan Maluku," katanya.

Dirk mengakui kunjungan 16 pemain tersebut disikapi Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu yang juga Ketua Umum KONI setempat untuk memecahkan rekor MURI menggiring bola.

"Kami sedang mempersiapkan rencana memecahkan rekor MURI tersebut dengan melibatkan 5.000 orang yang terdiri dari para siswa, mahasiswa, klub-klub sepak bola, personil TNI dan Polri serta masyarakat untuk menggiring bola dari depan mesjid Raya Alfataf Ambon-Jl. A.Y. Patty dan lokasi monumen Perdamaian Dunia yang dijadwalkan dilangsungkan pada tanggal 15 Maret 2011," ujarnya.

Para pemain tersebut selama di Ambon akan menginap di hotel Aston di kawasan pantai Natsepa, Desa Suli dan dijadwalkan melaksanakan pertandingan persahabatan dengan tim "Maluku Old Star", memberikan latihan kepada pemain usia dini, mengunjungi objek wisata Pulau Pombo, silaturahmi dengan sanak keluarga dan berbagai kegiatan lainnya.

Pada kesempatan lain mantan pemain nasional Belanda asal Maluku, Simon Tahamata, mengatakan, Giovanni saat bertemu dengannya di Belanda pada akhir 2010 menyatakan minat mengunjungi Maluku yang dijadwalkan pada 2011.

"Saat itu orang tuanya yang baru kembali dari Ambon juga menyatakan Giovanni berminat berkunjung ke Maluku," ujarnya. Simon mengakui tidak mudah Giovanni berkunjung ke Maluku karena kesibukan kerjanya saat ini.

"Tidak mudah memang untuk Giovanni berkunjung ke Maluku karena sibuk dengan kerjanya, baik sebagai asisten pelatih di klub Feyenoord dan komentator televisi pertandingan sepak bola di Belanda," katanya.

Simon juga mengemukakan pemain nasional Belanda asal Maluku, Danny Lansat juga sedang dijajaki Direktur Mobilae Maluku Foundation, Jim Pentury untuk berkunjung ke Maluku.

"Kami usahakan Giovanni dan Lansat bisa berkunjung ke Maluku dalam tenggat waktu bersamaan sehingga menggairahkan pemerintah, swasta dan masyarakat serius mengembangkan cabang olahraga rakyat tersebut," ujarnya. (ant/cax)

Berita Terkait