Wakil Presiden Pers Nasional Malaysia Diserang 2 Orang Tak Dikenal, Kerap Kritik Naturalisasi Negeri Jiran

Bola.net - Jurnalis Malaysia dan Wakil Presiden Pers Nasional Malaysia (NPC), Haresh Deol, mengaku diserang dua pria tidak dikenal di Bangsar, Kuala Lumpur. Insiden tersebut terjadi pada Selasa (25/11/2025) ketika ia berjalan menuju mobilnya.
Dalam unggahan di media sosial, Haresh menuliskan bahwa salah satu pelaku merekam penyerangan tersebut menggunakan ponsel. Ia menyebut peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya percakapan sebelumnya.
Haresh memastikan bahwa dirinya telah membuat laporan polisi setelah kejadian. Ia menilai langkah itu perlu dilakukan untuk memastikan penyelidikan berjalan sesuai aturan.
Kepala Polisi Brickfields, ACP Hoo Chang Hook, membenarkan laporan yang dibuat oleh Haresh. Ia mengatakan pihaknya sedang mengumpulkan informasi untuk mengidentifikasi para pelaku.
"Saya dapat mengonfirmasi bahwa Haresh membuat laporan, dan penyelidikan sedang dilakukan," ujar Hoo Chang Hook dilansir dari Bernama.
Usut Tuntas
Serangan tersebut memicu respons dari Sportswriters Association of Malaysia (SAM). Presiden SAM, Norismadi Abdul Manap, menyebut bahwa insiden itu membuat Haresh mengalami luka ringan.
Ia menyatakan bahwa keselamatan pekerja media tidak boleh diabaikan. Menurutnya, aparat perlu segera menuntaskan kasus tersebut demi melindungi jurnalis di lapangan.
"Setiap serangan terhadap jurnalis adalah tindakan ekstrem yang tidak dapat diterima. SAM tidak ingin anggota kami bekerja dalam ketakutan dan trauma setelah insiden seperti ini," kata Norismadi.
Banyak yang Memberikan Kecaman
Haresh dilaporkan sempat berbincang dengan beberapa rekannya sebelum insiden terjadi. Ia kemudian diserang ketika sedang sendirian sekitar pukul 15.30 waktu setempat.
Gerakan Media Merdeka (Geramm) turut mengecam serangan tersebut. Mereka menilai tindakan itu membahayakan jurnalis yang sedang menjalankan tugas.
Geramm menyatakan bahwa serangan terhadap pekerja media dapat mengganggu hak publik memperoleh informasi tanpa intimidasi. Mereka juga mendesak agar polisi mempercepat penyelidikan dan mengambil tindakan hukum terhadap pelaku.
Sosok yang Lantang Mengkritik
Haresh dikenal sebagai sosok yang lantang mengkritik isu tata kelola dan transparansi dalam sepak bola Malaysia. Ia secara konsisten menyoroti masalah naturalisasi, dokumen pemain, serta integritas dalam pengelolaan federasi.
Dalam salah satu artikelnya bertajuk "FIFA membuka aib FAM, rakyat Malaysia berhak mendapatkan jawaban", ia menyinggung dampak besar temuan FIFA terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Ia menilai publik berhak mengetahui fakta terkait proses naturalisasi.
Ia juga sempat mengkritik konferensi pers pertama FAM setelah sanksi FIFA pada 17 Oktober 2025. FAM dinilai hanya membaca kronologi tanpa memberikan jawaban inti dari permasalahan.
Saat ini penyelidikan terkait serangan terhadap Haresh masih berlangsung. Aparat diminta segera mengungkap pelaku agar keamanan jurnalis tetap terjaga dan insiden serupa tidak terulang.
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 18 Juni 2026 20:11Wow! FAM Pecat CEO dan Seluruh Staff Kepelatihan Timnas Malaysia
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 21 Juli 2026 16:48Juventus Rilis Jersey Tandang 2026-2027, Warna Pink Ikonik Kembali
-
Liga Spanyol 21 Juli 2026 15:18Ini Alasan Bernardo Silva Akan Bersinar di Real Madrid
BERITA LAINNYA
-
indonesia 17 Juli 2026 18:02Persib Bandung Mulai Cari Pengganti Frans Putros
-
indonesia 17 Juli 2026 14:47Igor Tolic Sebut Frans Putros Ingin Cari Tantangan Baru di Luar Persib
-
indonesia 16 Juli 2026 19:15Jadwal Lengkap Piala Presiden 2026
SOROT
-
Liputan6 21 Juli 2026 16:58KPK: Bupati Lombok Barat Terima Rp 10,8 M dari Pengaturan Proyek
-
Liputan6 21 Juli 2026 16:53Prabowo Teken Keppres Jampidsus Baru dalam Satu-Dua Hari
-
Liputan6 21 Juli 2026 16:47KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Suap hingga Gratifikasi
-
Liputan6 21 Juli 2026 16:45Anggaran MBG Belum Diputuskan, Purbaya Tunggu Usulan Resmi
-
Liputan6 21 Juli 2026 16:25Istana Jelaskan Posisi Duduk Prabowo dan Gibran saat Sidang Kabinet
-
Liputan6 21 Juli 2026 16:13Bupati Lombok Barat Ditangkap KPK Punya Aset Rp 25,56 M
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303377/original/015084600_1784627917-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_16.47.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303356/original/032748400_1784627628-IMG_5798.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302503/original/018285200_1784561646-IMG_20260720_215953_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296389/original/030106100_1784012956-limo4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303318/original/025226400_1784625759-presidenri.go.id-21072026150445-6a5f281d8a4cf9.90991278.jpeg)
