
Bola.net - Tottenham Hotspur menghadapi situasi genting menjelang akhir musim. Klub asal London itu berada dalam tekanan besar setelah serangkaian hasil buruk.
Pergantian pelatih menjadi langkah yang diambil untuk mengubah arah tim. Roberto De Zerbi kini disebut sebagai sosok yang akan memimpin misi penyelamatan.
Performa buruk di bawah Igor Tudor memperparah kondisi tim. Dalam waktu singkat, Spurs terjerumus mendekati zona degradasi.
Dengan hanya tujuh pertandingan tersisa, waktu menjadi musuh terbesar. Setiap laga kini ibarat final yang harus dimenangkan.
De Zerbi tidak memiliki ruang untuk eksperimen panjang. Ia harus langsung menemukan solusi efektif untuk membangkitkan tim.
1. Tetap Gunakan Formasi Empat Bek

Salah satu pelajaran penting dari era sebelumnya adalah kegagalan sistem tiga bek. Pendekatan tersebut tidak mampu memberikan stabilitas bagi tim.
Para pemain terlihat kesulitan beradaptasi dengan skema tersebut. Akibatnya, lini tengah sering kalah jumlah dan mudah ditembus lawan.
Perubahan ke formasi empat bek sempat memberikan dampak positif. Tim terlihat lebih seimbang dan mampu bersaing lebih baik.
Dalam situasi krisis, kesederhanaan menjadi kunci. De Zerbi perlu menghindari sistem yang terlalu kompleks agar pemain lebih nyaman.
2. Hindari Menempatkan Pemain di Posisi Asing

Kesalahan lain yang terjadi sebelumnya adalah eksperimen posisi pemain. Banyak pemain dimainkan di luar posisi aslinya tanpa hasil maksimal.
Hal ini justru memperburuk performa tim secara keseluruhan. Para pemain tidak bisa menampilkan kemampuan terbaiknya.
Dengan kondisi cedera yang mulai membaik, opsi pemain kini lebih banyak. De Zerbi memiliki kesempatan menyusun komposisi ideal.
Dalam situasi genting, stabilitas lebih penting daripada eksperimen. Pemain harus bermain di posisi terbaiknya agar performa optimal.
3. Atasi Masalah Disiplin Pemain

Masalah disiplin menjadi salah satu faktor yang merugikan Tottenham. Kartu merah yang tidak perlu membuat tim kehilangan kekuatan di momen krusial.
Beberapa pemain kunci gagal menjaga emosi di lapangan. Hal ini berdampak langsung pada hasil pertandingan.
Tottenham tidak bisa lagi melakukan kesalahan serupa. Bermain dengan jumlah pemain penuh menjadi keharusan dalam setiap laga.
De Zerbi juga harus mengontrol emosinya sendiri. Ia perlu memastikan tim tetap fokus dan tidak terpancing tekanan.
4. Bangun Kembali Permainan dari Belakang

Tottenham kehilangan identitas permainan mereka musim ini. Pola build-up dari belakang tidak lagi berjalan efektif.
Padahal gaya tersebut sempat menjadi kekuatan utama tim sebelumnya. Perubahan taktik membuat tim kehilangan arah.
De Zerbi dikenal dengan filosofi penguasaan bola. Namun ia harus realistis dalam penerapannya.
Keseimbangan antara umpan pendek dan direct play perlu dijaga. Adaptasi cepat menjadi kunci dalam situasi darurat.
5. Maksimalkan Peran Xavi Simons

Kreativitas menjadi masalah besar bagi Tottenham musim ini. Tim kesulitan menciptakan peluang berbahaya secara konsisten.
Xavi Simons adalah salah satu pemain yang memiliki kemampuan tersebut. Namun ia belum dimaksimalkan secara optimal.
Perannya harus menjadi pusat permainan tim. Kemampuannya menciptakan peluang bisa menjadi pembeda.
Dalam situasi genting, pemain kreatif sangat dibutuhkan. De Zerbi harus menjadikan Simons sebagai motor serangan.
6. Tinggalkan Strategi Lemparan Jauh

Tottenham mencoba mengandalkan lemparan jauh sebagai senjata tambahan. Namun strategi ini tidak memberikan hasil signifikan.
Statistik menunjukkan efektivitasnya sangat rendah. Bahkan peluang yang tercipta pun minim.
Dalam beberapa kasus, strategi ini justru berujung bumerang. Tim menjadi rentan terhadap serangan balik.
De Zerbi perlu meninggalkan pendekatan tersebut. Fokus harus dialihkan pada metode yang lebih efektif dan terukur.
Sumber: The Analyst
Klasemen Premier League
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 1 April 2026 12:49Ambisi Besar! Kiper Muda MU Ini Siap Tantang Senne Lammens Jadi No.1
-
Liga Inggris 1 April 2026 12:30Seriusan? Agen Coba Bawa Berlian Arsenal ini ke Manchester United
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 1 April 2026 13:00 -
Liga Inggris 1 April 2026 12:49 -
Liga Inggris 1 April 2026 12:30 -
Piala Dunia 1 April 2026 12:23 -
Piala Dunia 1 April 2026 12:19 -
Piala Dunia 1 April 2026 12:14
MOST VIEWED
- Daftar Pelatih yang Sudah Dipecat pada Musim 2025/2026
- Gelandang Incaran Manchester United Ini Siap Pindah Klub di Musim Panas 2026, Merapat ke Old Trafford?
- Manchester United Menarik Diri dari Transfer Bruno Guimaraes, Kenapa?
- Soal Manajer Permanen MU, David Beckham Dukung Michael Carrick: Dia Opsi Terbaik!
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...















:strip_icc()/kly-media-production/medias/4016981/original/055489100_1652075718-20220905-FOTO---ASN-PEMROV-DKI-JAKARTA-Herman-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5414286/original/050956300_1763274307-MV5BMzQ2ODgyNzgtNDU3NC00OTE0LWEzOGItZDEwZDJlNTdkMmQ0XkEyXkFqcGc_._V1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5543047/original/044849300_1775012178-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_08.59.52.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5543026/original/052420300_1775011445-Prabowo_Korsel.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4158340/original/041753300_1663171566-033118600_1662225472-ok_bbm.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5525772/original/075237500_1773063271-3.jpg)

