
Bola.net - Arsenal memasuki fase paling krusial musim ini dengan kondisi yang jauh dari ideal. Dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi, The Gunners hanya meraih satu kemenangan, disertai tiga kekalahan dan satu hasil imbang.
Rangkaian hasil ini bukan sekadar penurunan performa biasa, melainkan sinyal krisis di momen yang justru menentukan arah perebutan trofi.
Kekalahan terbaru dari Manchester City dengan skor 1-2 menjadi pukulan paling telak. Laga tersebut bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang perebutan momentum dalam perburuan gelar Premier League.
Kekalahan itu membuat posisi Arsenal kini semakin tertekan, terlebih City memiliki peluang menyalip dengan keunggulan pertandingan tersisa.
Situasi ini terasa kontras jika melihat kondisi beberapa pekan sebelumnya. Arsenal sempat memegang kendali penuh dalam perburuan gelar, bahkan memiliki peluang juara yang sangat besar. Namun, dalam waktu singkat, semuanya berubah drastis.
Tekanan Nyata Arsenal

Penurunan performa Arsenal tidak bisa dilepaskan dari faktor psikologis. Dalam beberapa laga terakhir, tim asuhan Mikel Arteta terlihat kehilangan ketenangan di momen-momen penting. Peluang emas gagal dimaksimalkan, sementara kesalahan kecil justru berujung fatal.
Dalam laga melawan Manchester City, misalnya, Arsenal sebenarnya mampu memberikan perlawanan seimbang. Namun, detail kecil menjadi pembeda, mulai dari penyelesaian akhir hingga pengambilan keputusan di area sepertiga akhir.
Fenomena ini bukan hal baru. Dalam beberapa musim terakhir, Arsenal kerap menunjukkan gejala serupa, yaitu tampil solid sepanjang musim, tetapi goyah ketika tekanan mencapai puncaknya.
Momentum Berpindah ke Manchester City

Di saat Arsenal kehilangan ritme, Manchester City justru menunjukkan tren sebaliknya. Kemenangan dalam duel langsung membuat tim asuhan Pep Guardiola kini memegang momentum penuh dalam perburuan gelar.
Perubahan momentum ini sangat krusial. Dalam perebutan juara, bukan hanya kualitas tim yang menentukan, tetapi juga timing performa. City tampak memasuki fase terbaiknya, sementara Arsenal justru mengalami penurunan di saat yang paling tidak diinginkan.
Bahkan, sejumlah pengamat menilai momentum kini sepenuhnya berada di tangan City. Arsenal dipaksa berada dalam posisi mengejar, bukan lagi mengontrol.
Ketakutan Lama yang Kembali Muncul
Yang paling mengkhawatirkan bukan hanya hasil, tetapi pola yang kembali terulang. Arsenal kembali menghadapi pertanyaan besar, apakah mereka siap secara mental untuk menjadi juara?
Faktanya dalam lima pertandingan terakhir, Arsenal hanya meraih satu kemenangan. Ini menunjukkan bahwa kondisi tim sedang tidak baik-baik saja, dan perubahan narasinya terlalu cepat.
Di tengah situasi sulit ini, Mikel Arteta tetap menunjukkan sikap optimistis. Ia menegaskan bahwa perebutan gelar belum selesai dan timnya masih memiliki peluang.
Meski begitu, realitas di lapangan berkata lain. Dengan hanya beberapa pertandingan tersisa, margin kesalahan hampir tidak ada. Setiap laga kini menjadi final, dan Arsenal tidak lagi memiliki ruang untuk terpeleset.
Jangan Lewatkan!
- Chelsea Tim yang Tidak Jelas
- Situasi Berubah, Sekarang Man United Didesak Rekrut Declan Rice!
- Link Nonton Streaming Brighton vs Chelsea - Pekan ke-34 Premier League 2025/2026
- 1 Dekade Setelah Juara, Nasib Leicester City Kini Mengenaskan: Terancam Degradasi ke Kasta Ketiga Sepak Bola Inggris
- Membayangkan Starting XI MU jika Membeli Marcos Senesi dan Eli Junior Kroupi: Bisa Bersaing di Liga Champions?
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 23 Juli 2026 22:03Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
BERITA LAINNYA
-
inggris 23 Juli 2026 22:03Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
SOROT
-
Liputan6 23 Juli 2026 23:16Momen Mentan Bantu Korban Kecelakaan hingga Telat Rapat Bareng Prabowo
-
Liputan6 23 Juli 2026 22:10Prabowo Sebut Koalisi Pemerintah Senapas, Yakin PDIP Akan Bersama
-
Liputan6 23 Juli 2026 21:37Prabowo Guyon Pengakuan Dosa di Harlah PKB
-
Liputan6 23 Juli 2026 21:15IFG Pangkas 12 Entitas, Bos Danantara Soroti Misinvestment
MOST VIEWED
Jadi Rekrutan Keempat, Manchester United Tawarkan Jalur 'Fast Track' untuk Tynan Thompson
Inikah Gelandang Ketiga yang akan Dibeli Manchester United di Musim Panas 2026?
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Michael Carrick Buka Pintu untuk Marcus Rashford Kembali Perkuat Manchester United
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya














:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305997/original/091903700_1784823366-89568794-B5E5-4F02-BDC2-9CE57EBB9058.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305993/original/036458400_1784821760-IMG_6032.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305984/original/092121400_1784820529-WhatsApp_Image_2026-07-23_at_19.46.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305972/original/066888600_1784815774-WhatsApp_Image_2026-07-23_at_20.52.55.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305976/original/078346800_1784817430-WhatsApp_Image_2026-07-23_at_21.30.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305961/original/021053100_1784813706-Foto_Ilustrasi_-_Gedung_IFG__Dok._IFG_.jpeg)

