Arsenal vs Man Utd: Ujian Kreativitas Mikel Arteta di Tengah Mandeknya Gol Permainan Terbuka

Arsenal vs Man Utd: Ujian Kreativitas Mikel Arteta di Tengah Mandeknya Gol Permainan Terbuka
Manajer Arsenal, Mikel Arteta (kiri), memberi instruksi kepada pemainnya, Leandro Trossard, saat pertandingan Liga Inggris, Rabu (31/12/2025). (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Arsenal memasuki pekan ke-23 Premier League dengan tanda tanya besar di sektor serang. Dua hasil imbang tanpa gol di liga membuat efektivitas The Gunners dalam sorotan jelang menjamu Manchester United di Stadion Emirates, Minggu (25/1) malam WIB.

Produktivitas Arsenal dari permainan terbuka sepanjang 2026 masih jauh dari kata ideal. Mereka baru mencetak dua gol open play, dan keduanya lahir dari kaki Declan Rice, situasi yang menegaskan minimnya kontribusi gol dari lini depan.

Kondisi ini menjadi kontras dengan ambisi besar Arsenal untuk menjaga posisi di papan atas klasemen. Dalam persaingan ketat Premier League, setiap laga kandang kini bernilai krusial, terlebih saat rival seperti Manchester United datang dengan kepercayaan diri tinggi.

Mikel Arteta jelas membutuhkan respons taktis yang tepat. Bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga bagaimana Arsenal menemukan kembali variasi serangan untuk mengurangi tekanan yang terus menumpuk.

1 dari 3 halaman

Ketergantungan Bola Mati dan Masalah Gol Permainan Terbuka

Ketergantungan Bola Mati dan Masalah Gol Permainan Terbuka

Selebrasi Declan Rice di laga Bournemouth vs Arsenal, Minggu (04/01/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Salah satu pola paling mencolok dari Arsenal musim ini adalah dominasi mereka saat mencetak gol lebih dulu. Dalam 11 dari 15 kemenangan liga, gol pembuka datang dari situasi bola mati, menandakan kekuatan sekaligus ketergantungan yang berisiko.

Dengan keunggulan skor, Arsenal tampil nyaris tanpa cela. Mereka meraih 46 poin dari kemungkinan 48 poin saat unggul 1-0, menunjukkan kontrol permainan dan kedewasaan taktik yang solid ketika berada di depan.

Namun, situasi berubah ketika gol pembuka tak kunjung hadir. Arsenal membutuhkan lebih banyak solusi dari permainan terbuka untuk memecah kebuntuan, bukan semata berharap pada sepak pojok atau tendangan bebas.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 25 Januari 2026
Arsenal Arsenal
23:30 WIB
Man United Man United
2 dari 3 halaman

Tantangan Membongkar Blok Rendah

Tantangan Membongkar Blok Rendah

Pemain Manchester United merayakan gol Bryan Mbeumo pada duel lawan Man City di Old Trafford pada pekan ke-22 Premier League 2025/2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Arsenal musim ini justru tampil paling meyakinkan saat menghadapi lawan yang bermain terbuka dan agresif. Di Liga Champions, mereka mencetak 20 gol dalam tujuh kemenangan beruntun, bukti bahwa ruang dan tempo tinggi sangat menguntungkan gaya bermain Arteta.

Sebaliknya, laga kandang Premier League sering menghadirkan lawan yang memilih pendekatan pragmatis. Blok pertahanan rendah dengan 10 hingga 11 pemain di belakang bola membuat Arsenal kesulitan menemukan ruang di antara lini.

Bahkan Manchester City pernah menerapkan pendekatan serupa di Emirates. Dalam hasil imbang 1-1, tim asuhan Pep Guardiola hanya mencatatkan penguasaan bola 32,80 persen, terendah sepanjang karier liga Guardiola.

Statistik ini konsisten sepanjang musim. Saat Arsenal mencetak minimal tiga gol, lawan mereka rata-rata menguasai bola 47,20 persen. Sebaliknya, ketika Arsenal hanya mencetak dua gol atau kurang, penguasaan bola lawan turun menjadi 40,07 persen.

Sumber: Premier League