Bagaimana Rasanya Menghancurkan Mimpi Quadruple Arsenal?

Bagaimana Rasanya Menghancurkan Mimpi Quadruple Arsenal?
Selebrasi pemain Manchester City, Nico OReilly bersama trofi Carabao Cup usai mengalahkan Arsenal 2-0 di final, 22 Maret 2026. (c) AP Photo/Richard Pelham

Bola.net - Wembley menjadi panggung dongeng bagi Nico O'Reilly, yang kebetulan bertepatan dengan akhir pekan ulang tahunnya. Di laga final Carabao Cup yang mempertemukan dua raksasa Premier League, Manchester City dan Arsenal, pemain muda Inggris itu tampil sebagai pahlawan tak terduga.

Dua gol sundulan dalam rentang empat menit membawa Manchester City menang 2-0 atas Arsenal. Hasil ini sekaligus mengakhiri ambisi besar The Gunners yang tengah memburu quadruple musim ini.

Baru genap 21 tahun sehari sebelumnya, O’Reilly seperti menulis kisahnya sendiri di stadion nasional. Bermain sebagai bek kiri, ia justru menjadi ancaman utama bagi lini belakang tim asuhan Mikel Arteta.

Bagi City, kemenangan ini menegaskan dominasi mereka di kompetisi domestik. Bagi Arsenal, ini jadi pukulan telak—trofi pertama musim ini lepas ke tangan rival.

Di tengah gemuruh perayaan, O’Reilly sendiri masih tampak seperti tak sepenuhnya percaya dengan apa yang baru saja ia lakukan.

Sihir Ulang Tahun yang Jadi Nyata

Sorot mata O’Reilly tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Bermain di Wembley, mencetak dua gol, dan memenangkan final—semuanya terasa seperti mimpi.

“Ini perasaan yang luar biasa. Kami tahu betapa kuatnya mereka,” ujarnya.

Momen itu terasa semakin spesial karena keluarganya hadir langsung di tribun. Ia mengaku tak sabar merayakan kemenangan ini bersama orang-orang terdekatnya.

"Rasanya agak tidak percaya melihat semua penggemar bersorak seperti itu saat saya mencetak gol-gol tersebut. Perasaan yang sangat bagus dan akhir pekan ulang tahun yang luar biasa," imbuh bintang muda Inggris tersebut.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 11 April 2026
Arsenal Arsenal
18:30 WIB
Bournemouth Bournemouth

Guardiola Ukir Sejarah, O?Reilly Jadi Kunci

Kemenangan ini membawa Pep Guardiola mencatat sejarah sebagai pelatih pertama yang menjuarai Carabao Cup lima kali. Ini juga menjadi trofi ke-19-nya bersama City dalam kurun waktu kurang dari satu dekade.

“Trofi selalu penting. Saya sangat senang, apalagi melawan tim sekuat Arsenal,” kata Guardiola.

Ia juga memberi pujian khusus untuk O’Reilly. Meski bukan rekrutan baru, kontribusinya terasa seperti “temuan terbaik musim ini”.

“Dia bisa bermain di banyak posisi, tapi selalu berbahaya di sepertiga akhir. Dua golnya luar biasa,” ujar Guardiola.

Saat Energi Arsenal Mulai Habis

Kapten City, Bernardo Silva, melihat perubahan momentum terjadi setelah babak pertama. Arsenal sempat tampil agresif di awal, bahkan memaksa James Trafford melakukan beberapa penyelamatan penting.

“15 menit pertama sangat sulit. Trafford tampil luar biasa untuk kami,” kenang Silva.

Namun setelah itu, intensitas Arsenal mulai menurun. City membaca situasi dengan cepat dan langsung meningkatkan tekanan.

"Kami merasa mereka kehilangan sedikit energi dan ketika kami merasakannya, kami harus menyerang mereka lebih berani lagi," pungkas Silva menjelaskan strategi kunci kemenangan timnya.

Momen itulah yang akhirnya dimanfaatkan City untuk mengunci kemenangan—dan menjadikan malam di Wembley milik Nico O’Reilly sepenuhnya.