
Bola.net - Manchester City mengakhiri tren negatif dengan cara yang brutal. The Citizens melumat Exeter City dengan skor mencolok 10-1 di Etihad Stadium, Sabtu (10/1/2026) malam lalu di ajang Piala FA.
Laga ini sekaligus menjadi panggung pembuktian bagi rekrutan anyar seharga £64 juta, Antoine Semenyo. Winger yang didatangkan dari Bournemouth itu langsung "nyetel" dengan mencetak satu gol dan satu assist dalam laga debutnya.
Asisten pelatih Pep Lijnders, yang mendampingi tim menggantikan Pep Guardiola yang terkena skorsing, tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Ia menyebut Semenyo sebagai kepingan puzzle yang selama ini dicari City.
Menurut Lijnders, performa Semenyo memberikan dimensi baru bagi lini serang sang juara bertahan. Adaptasi cepat sang pemain menjadi sorotan utama di balik pesta gol tersebut.
Suntikan Energi di Lini Depan
Lijnders menilai Semenyo tidak hanya sekadar berkontribusi lewat angka. Karakter permainan winger tersebut dianggap sangat cocok dengan filosofi intensitas tinggi yang diusung City.
Pria asal Belanda itu memuji etos kerja Semenyo yang tak kenal lelah dalam menekan lawan.
"Saya pikir ketika tim bermain seperti itu, menjadi lebih mudah bagi individu. Namun Antoine beradaptasi dengan baik, dia orang yang rendah hati," ujar Lijnders.
"Kami sudah memantaunya sejak lama, tetapi dia membawa sesuatu ke lini depan, apa yang benar-benar kami inginkan dan apa yang kami butuhkan," tegasnya.
Lijnders juga menyoroti atribut fisik dan mentalitas Semenyo yang agresif.
"Dia bisa menyerang dengan cepat, dia ingin mengejar (bola), dia adalah tipe orang yang tidak pernah berhenti. Saya pikir Anda melihat hari ini bahwa dia bisa beradaptasi cukup cepat dengan gaya kami. Senang rasanya memiliki dia bersama kami," imbuhnya.
Mengakhiri Puasa Kemenangan
Kemenangan telak atas tim League One ini menjadi angin segar bagi Manchester City. Sebelumnya, mereka sempat tergelincir dengan tiga hasil imbang beruntun yang membuat jarak dengan Arsenal di puncak klasemen Premier League melebar menjadi enam poin.
Tak ingin main-main, Guardiola tetap menurunkan komposisi pemain terbaiknya di awal laga. Nama-nama besar seperti Erling Haaland, Rodri, Rayan Cherki, hingga Nathan Ake tampil sejak menit pertama.
Namun, dengan skor yang sudah mencolok 4-0 di babak pertama, Haaland, Rodri, dan Ake langsung ditarik keluar. Rotasi ini krusial mengingat City harus bertandang ke markas Newcastle pada Selasa nanti untuk leg pertama semifinal Carabao Cup.
Mentalitas Tak Puas Diri
Skor 10-1 ini menyamai rekor kemenangan terbesar City di era modern. Lijnders memuji sikap para pemain yang tetap lapar gol meski sudah unggul jauh.
Ia menekankan bahwa high press yang diperagakan sejak menit awal adalah bentuk penghormatan terbaik kepada lawan.
"Saya pikir sejak menit pertama kami menunjukkannya dengan tekanan tinggi kami, dengan cara kami mengejar mereka, kami sangat menghargai itu," analisis Lijnders.
Bagi sang asisten pelatih, konsistensi untuk terus menekan lawan hingga peluit akhir adalah poin paling positif hari itu.
"Saya pikir untuk para penggemar, untuk semua orang di sekitar, jumlah gol itu penting. Terutama ketika skor 4-0, 5-0 kami terus menekan, dan secara keseluruhan itu adalah hari yang sangat baik bagi Man City," pungkasnya.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
inggris 5 Juni 2026 20:28RESMI: Andy Robertson Kini Berseragam Tottenham
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 23:59Razia di Alexa Suites and Lounge, Polisi Sita Ratusan Vape Etomidate
-
Liputan6 5 Juni 2026 22:03Timnas Indonesia Sikat Oman, 4 Pemain Curi Perhatian
-
Liputan6 5 Juni 2026 21:35Amirul Hajj Dorong Budaya Haji Ramah Lingkungan: Bagian dari Ibadah
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5405689/original/016785800_1762495362-daa8e71a-aea2-4d67-b5fa-242e6c7467b5.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7845662/original/097107000_1780668046-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-03.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7851333/original/088695500_1780674474-352358.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826788/original/068129800_1538825965-002716100_1426131106-1842092shutterstock-175158260780x390__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/7847078/original/022355100_1780669520-20260605AA_Timnas_Indonesia_vs_Oman-04.JPG)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7847649/original/067096200_1780670141-Sampah_tertinggal_di_Muzdalifah_setelah_seluruh_jemaah_haji_Indonesia_diberangkatkan_ke_Mina__28_Mei_2026.__dok._Media_Center_Haji__.jpg)

