
Bola.net - Progres Chelsea di bawah Enzo Maresca kembali menemui hambatan setelah hasil mengecewakan di Stamford Bridge. Keunggulan yang sempat dikuasai dengan nyaman justru berakhir kekalahan, menambah daftar masalah yang belum terpecahkan.
Dalam laga lanjutan Premier League melawan Aston Villa akhir pekan lalu, Chelsea gagal memaksimalkan dominasi permainan. Situasi ini kembali menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan tim mengelola pertandingan ketika berada di atas angin.
Sorotan kemudian mengarah pada lini tengah, area yang seharusnya menjadi pusat kendali permainan. Seorang mantan pemain Premier League menilai persoalan utama Chelsea kini sudah jelas dan menuntut respons tegas dari sang pelatih.
Chelsea Kehilangan Kendali Setelah Unggul

Chelsea memulai pertandingan dengan positif dan tampil dominan di babak pertama. Mereka pantas unggul sebelum jeda, sekaligus membatasi ancaman Villa dari permainan terbuka.
Namun, situasi berubah selepas turun minum. Chelsea gagal menggandakan keunggulan dan perlahan kehilangan kontrol atas jalannya laga.
Perubahan momentum semakin terasa setelah Unai Emery melakukan tiga pergantian pemain. Masuknya tenaga baru membuat Villa tampil lebih agresif dan sulit diimbangi tuan rumah.
Titik balik hadir ketika Ollie Watkins mencetak gol penyeimbang sebagai pemain pengganti, sebelum memastikan kemenangan lewat gol keduanya di menit akhir.
Steve Nicol Soroti Peran Gelandang Inti

Kritik tajam datang dari mantan bek Liverpool, Steve Nicol, yang berbicara di ESPN. Ia menilai alasan usia muda tidak lagi relevan untuk menjelaskan inkonsistensi Chelsea.
“Saya tidak suka alasan bahwa Chelsea itu tim muda. Sanchez berusia 27 tahun, Cucurella 28, dua gelandang tengah mereka 24 tahun tapi punya pengalaman seperti siapa pun," kata Nicol.
"Reece James 26 tahun, jadi bagi saya alasan muda itu sudah tidak berlaku. Pada akhirnya, terutama Enzo Fernandez dan Moises Caicedo di lini tengah, semuanya berawal dari mereka.”
Nicol menegaskan masalah paling terlihat justru muncul saat Chelsea sudah unggul. Menurutnya, kurangnya otoritas dan manajemen pertandingan dari duet gelandang membuat lawan kembali masuk ke permainan.
“Inti tim adalah dua pemain itu , dan menurut saya merekalah yang harus mengatur segalanya di depan dan di belakang mereka saat unggul, menghentikan lawan bermain, lalu mengamankan hasil. Anda bermain bagus, unggul, tapi kemudian Anda harus cerdas.”
Tanggung Jawab yang Tak Bisa Ditunda
Kritik terhadap Enzo Fernandez dan Moises Caicedo menyentuh inti identitas Chelsea di era Maresca. Keduanya direkrut sebagai fondasi jangka panjang yang diharapkan mampu mengatur tempo sekaligus melindungi lini belakang.
Namun, dalam beberapa musim terakhir, Chelsea kerap kesulitan memperlambat permainan saat tekanan meningkat. Situasi ini kembali terulang ketika mereka gagal mempertahankan keunggulan tipis.
Bagi Nicol, latar belakang dan pengalaman di level klub maupun internasional menuntut tanggung jawab yang lebih besar. Menurutnya, kecenderungan Chelsea untuk terus bermain terbuka meski sedang unggul justru berulang kali membuat mereka rentan.
Pengalaman Enzo dan Caicedo
Lebih lanjut, Steve Nicol juga menekankan pengalaman yang dimiliki keduanya seharusnya cukup untuk mengambil keputusan tepat di momen krusial.
“Mereka juara Piala Dunia Antarklub, mereka juara Eropa. Berapa banyak pengalaman lagi yang dibutuhkan? Maresca harus mengendalikan mereka, berbicara, dan memastikan saat tim unggul, mereka melakukan hal-hal tertentu di waktu tertentu," lanjut Nicol
"Tidak bisa terus bermain lalu kebobolan dan tetap bermain sama. Kadang Anda harus melakukan pekerjaan kotor untuk menuntaskan pertandingan.”
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Performa Naik-Turun Chelsea Picu Alarm Transfer, Dua Posisi Ini Jadi Fokus Januari 2026
- Jarang Dimainkan di Man United, Joshua Zirkzee Disebut Siap Memberontak dan Memaksa Pergi Pada Januari 2026
- Florian Wirtz Akhirnya Nyekor, Van Dijk Kirim Sinyal Bahaya untuk Lawan-lawan Liverpool
- Gak Sabar! Manchester United Coba Percepat Transfer Carlos Baleba?
- Bye MU! Joshua Zirkzee Capai Kesepakatan Pribadi untuk Pindah ke AS Roma
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 17 Februari 2026 12:16 -
Editorial 16 Februari 2026 23:095 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 17 Februari 2026 16:29 -
Liga Champions 17 Februari 2026 16:01 -
Liga Champions 17 Februari 2026 15:34 -
Liga Champions 17 Februari 2026 14:58 -
Liga Champions 17 Februari 2026 14:52 -
Liga Champions 17 Februari 2026 13:22
MOST VIEWED
- Mulai Rutin Cetak Gol di MU, Benjamin Sesko: Ini Berkat Arahan Michael Carrick!
- Man United Kembali Mendapat Penolakan: Setelah Thomas Tuchel, Kini Siapa Lagi?
- Jadwal 32 Besar FA Cup Pekan Ini Live di Vidio, 14-17 Februari 2026
- Joe Cole Bongkar Sisi 'Baja' Michael Carrick yang Tak Banyak Diketahui Fans Man United, Apa Itu?
HIGHLIGHT
- 7 Klub Tujuan Cristian Romero Jika Hengkang dari T...
- Starting XI Pemain Gratisan Siap Direkrut: Dari Se...
- 7 Pemain Italia di Manchester United: Akankah Sand...
- 5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5505030/original/066145800_1771319829-1000170439.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5505011/original/075236600_1771318514-WhatsApp_Image_2026-02-17_at_15.54.14.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5504996/original/032143100_1771317674-1001013678.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4697744/original/075382200_1703490520-20231225-Taman-Margasatwa-Ragunan-Herman-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5146617/original/059389700_1740835413-20250301-Buka_Puasa_di_Istiqlal-ANG_8.jpg)

