Dekade Roller Coaster Leicester City: 10 Tahun Lalu Juara Premier League, Kini Degradasi ke League One

Bola.net - Perjalanan Leicester City dalam satu dekade terakhir menjadi salah satu kisah paling kontras dalam sejarah sepak bola Inggris. Dari tim yang sempat menciptakan keajaiban dengan menjuarai Premier League, kini mereka justru terperosok hingga ke kasta ketiga, League One.
Pernyataan gelandang Jordan James pada Desember lalu, yang menyebut mustahil Leicester terdegradasi lagi, kini terdengar seperti ironi. Hasil imbang melawan Hull City menjadi penutup pahit musim buruk yang memastikan The Foxes turun kasta.
Hanya sepuluh tahun lalu, Leicester menorehkan sejarah dengan menjuarai Premier League di bawah asuhan Claudio Ranieri. Lima tahun berselang, mereka kembali merasakan kejayaan dengan mengangkat trofi FA Cup bersama Brendan Rodgers.
Namun, mimpi indah itu perlahan berubah menjadi mimpi buruk.
Tanda-tanda kemunduran sebenarnya sudah terlihat sejak 2020, saat Leicester gagal mengamankan tiket Liga Champions setelah mengalami penurunan performa di akhir musim. Dampak finansial dari kegagalan tersebut, ditambah pandemi COVID-19, memberikan tekanan besar pada keuangan klub.
Kebijakan Transfer yang Jadi Bumerang

Kesalahan manajemen semakin terlihat pada bursa transfer musim panas 2021. Leicester menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan pemain seperti Patson Daka, Boubakary Soumaré, dan Jannik Vestergaard tanpa diimbangi penjualan pemain kunci.
Dampaknya terasa hingga kini, dengan beban finansial yang terus menghantui klub.
Kekalahan telak 1-4 dari rival lokal Nottingham Forest di ajang FA Cup 2022 menjadi salah satu titik balik kehancuran. Rodgers saat itu bahkan mengakui timnya membutuhkan penyegaran dan menyebut Leicester sudah “bukan klub yang sama”.
Kepergian pemain-pemain kunci seperti Wes Morgan, Christian Fuchs, dan Kasper Schmeichel membuat standar permainan menurun drastis.
Leicester akhirnya terdegradasi dari Premier League, dengan Rodgers dipecat dan digantikan oleh Dean Smith. Namun keputusan itu dinilai terlambat untuk menyelamatkan musim.
Kesalahan yang Terus Berulang
Alih-alih melakukan evaluasi menyeluruh, manajemen klub di bawah kepemimpinan Aiyawatt Srivaddhanaprabha justru mempertahankan struktur lama, termasuk direktur sepak bola Jon Rudkin.
Meski sempat kembali ke Premier League pada musim 2023/24 di bawah Enzo Maresca, kesuksesan itu ternyata rapuh. Leicester kembali mengeluarkan dana besar untuk pemain seperti Harry Winks dan Conor Coady dengan kontrak tinggi.
Langkah tersebut berujung pelanggaran aturan keuangan EFL, yang membuat klub kembali mendapat sanksi.
Krisis Kepelatihan dan Penalti Poin
Pergantian pelatih menjadi masalah lain. Setelah Maresca hengkang ke Chelsea, Leicester menunjuk Steve Cooper, yang gagal memenuhi ekspektasi.
Ia kemudian digantikan oleh Ruud van Nistelrooy, namun hasilnya tak membaik. Leicester kalah dalam 18 dari 25 laga liga, yang berujung degradasi kembali.
Kondisi semakin parah setelah klub terkena pengurangan enam poin akibat pelanggaran aturan finansial. Situasi ruang ganti pun disebut memburuk, terutama setelah kekalahan dramatis dari Southampton.
Manajemen yang Lambat dan Tanpa Arah
Penunjukan pelatih baru juga berjalan lambat. Van Nistelrooy baru dipecat hampir sebulan setelah musim berakhir, sementara penggantinya Martí Cifuentes baru datang kurang dari sebulan sebelum musim dimulai.
Kepergian legenda klub Jamie Vardy tanpa pengganti sepadan semakin memperparah situasi.
Pengganti berikutnya, Gary Rowett, juga gagal mengangkat performa tim. Leicester hanya meraih satu kemenangan di bawah asuhannya, memastikan mereka terjerumus ke League One untuk kedua kalinya dalam sejarah.
Kisah Leicester City kini menjadi contoh nyata bagaimana klub dengan fondasi kuat bisa runtuh akibat kesalahan manajemen yang berulang. Bukan hanya soal performa di lapangan, tetapi juga keputusan di ruang direksi yang terus menumpuk masalah.
Melihat tren yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, kejatuhan Leicester bukan lagi kejutan, melainkan konsekuensi dari kegagalan yang terus dibiarkan terjadi.
Klasemen Premier League 2025/2026
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 1 November 2026 05:33Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:39Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:02Lisandro Martinez yang Konyol!
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 1 November 2026 06:21Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
-
Liga Spanyol 1 November 2026 06:19Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
-
Bundesliga 1 November 2026 05:57Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
-
Liga Italia 1 November 2026 05:43Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
-
Liga Inggris 1 November 2026 05:33Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
BERITA LAINNYA
-
inggris 1 November 2026 06:35Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
-
inggris 1 November 2026 05:33Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
-
inggris 31 Oktober 2026 22:39Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
-
inggris 31 Oktober 2026 22:02Lisandro Martinez yang Konyol!
-
inggris 31 Oktober 2026 21:47Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...














:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)

