
Bola.net - Wajah Chelsea berubah total hanya dalam sebulan. Di bawah komando Liam Rosenior, The Blues bertransformasi menjadi mesin pemenang yang seolah lupa cara bermain dengan beban.
Tujuh kemenangan dari sembilan laga sejak penunjukan Rosenior pada 6 Januari lalu bukanlah sebuah kebetulan. Statistik ini menjadi bukti sahih bahwa ada energi baru yang sedang meledak di Stamford Bridge, terutama setelah kemenangan terbaru kontra Wolverhampton Wanderers akhir pekan lalu.
Catatan gol mereka pun tergolong mengerikan. Sebanyak 22 gol berhasil dilesakkan hanya dalam tempo singkat, dengan 11 pemain berbeda mencatatkan namanya di papan skor.
Angka-angka tersebut mencerminkan sebuah filosofi sederhana yang dibawa Rosenior: kebahagiaan. Baginya, hasil positif di lapangan merupakan buah manis dari suasana ruang ganti yang cair dan penuh antusiasme.
Pria yang baru seumur jagung memimpin London Barat ini meyakini bahwa aspek psikologis pemain adalah kunci utama di balik ledakan performa timnya saat ini.
Antusiasme: Bahan Bakar Utama The Blues

Rosenior tak ragu memuji cara anak asuhnya menikmati setiap menit di lapangan hijau. Nama-nama seperti Cole Palmer hingga Enzo Fernandez kini terlihat bermain tanpa beban, sebuah pemandangan yang sempat langka di awal musim.
"Saya pikir Anda bisa melihatnya sendiri, entah itu Cole (Palmer), Joao (Pedro), Enzo (Fernandez), Moi (Caicedo), Andrey (Santos), hingga para pemain bertahan, mereka semua bermain dengan antusiasme yang nyata saat ini karena mereka menikmati sepak bola mereka," ujar Rosenior dengan nada puas.
Baginya, gairah di lapangan adalah fondasi yang tidak bisa dinegosiasikan dalam sepak bola modern. Tanpa rasa senang, intensitas permainan yang ia inginkan mustahil bisa tercapai.
"Sebagai pelatih, itu sangat menyenangkan untuk dilihat. Sebab, jika Anda bermain tanpa antusiasme, Anda tidak akan bermain dengan energi atau intensitas. Saat ini, segalanya terlihat bagus, tapi kami harus terus melanjutkannya," tegasnya menambahkan.
Taktik Cair dan Ancaman dari Lini Belakang

Satu hal yang membuat Chelsea sulit ditebak belakangan ini adalah keberanian para pemain belakang untuk ikut mengacak-acak kotak penalti lawan. Marc Cucurella dan Malo Gusto bukan lagi sekadar penjaga area sayap, melainkan ancaman nyata bagi kiper lawan.
Rosenior memang sengaja memberikan instruksi agar para full-back miliknya lebih agresif menusuk ke depan. Strategi ini terbukti jitu membuat pertahanan lawan kalang kabut karena arah serangan yang sangat bervariasi.
"Kami memiliki begitu banyak ancaman yang berbeda. Anda melihat Marc Cucurella dan Malo Gusto berada di kotak penalti dan mencoba mencetak gol, itulah sepak bola yang saya yakini," ungkap sang juru taktik.
Meski produktivitas timnya sedang meroket, Rosenior tetap menyoroti satu celah yang masih mengganjal di hatinya. Ia merindukan lebih banyak clean sheet demi menjaga keseimbangan permainan agar tidak terlalu terbuka saat diserang balik.
"Ketika Anda memiliki ancaman yang berbeda di lapangan, sangat sulit bagi lawan untuk menutupnya. Jadi saat ini ancaman gol kami sangat, sangat bagus. Saya hanya ingin lebih banyak clean sheet dan kami harus memastikan keseimbangan permainan kami tepat," tuturnya.
Ujian Berat Menembus Tembok Leeds United
Ujian konsistensi itu hadir dalam waktu dekat saat Leeds United bertamu ke Stamford Bridge pada Rabu besok. Skuad asuhan Daniel Farke bukan lawan sembarangan; mereka hanya menelan dua kekalahan dari sepuluh laga terakhir di Liga Inggris.
Leeds dikenal memiliki pertahanan yang sangat alot sejak beralih ke sistem lima bek. Sejak pertengahan Desember, gawang tim berjuluk The Whites itu bahkan hanya pernah kebobolan lebih dari satu gol dalam dua pertandingan saja.
Menghadapi tembok kokoh tersebut, Rosenior enggan mengekang kreativitas para pemain elitnya. Ia lebih memilih memberikan kebebasan bagi individu untuk mengambil keputusan di momen-momen krusial.
"Bagi saya, alasan mengapa sebagian besar dari mereka adalah pemain top, elit, kelas dunia adalah karena mereka membuat keputusan hebat di momen yang tepat. Tugas saya bukan memberi tahu mereka harus berada di mana; tugas saya adalah menempatkan mereka di posisi di mana mereka dapat memengaruhi permainan dengan cara mereka sendiri," jelas Rosenior.
Namun, kebebasan itu tetap memiliki batas tegas dalam struktur tim. Rosenior berkaca pada babak kedua laga melawan Wolves, di mana timnya sempat kehilangan bentuk permainan akibat terlalu asyik menyerang tanpa memperhatikan transisi.
"Menjadi cair memiliki sisi positif dalam hal menjadi tidak terduga bagi lawan, tetapi jika Anda tidak memiliki struktur yang benar di belakangnya, Anda bisa menjadi sangat terbuka saat transisi. Melawan Wolves, ada aspek rotasi yang menyenangkan, namun di babak kedua kami tidak setia pada struktur. Itulah alasan mengapa performa kami tidak sebaik itu di babak tersebut," pungkasnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 29 Juni 2026 22:47Akankah Marcus Rashford Balik ke Manchester United?
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 30 Juni 2026 02:11Man of the Match Brasil vs Jepang: Casemiro
-
Piala Dunia 29 Juni 2026 23:59Tempat Menonton Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026, 30 Juni 2026
-
Piala Dunia 29 Juni 2026 23:30Link Streaming Piala Dunia 2026: Jerman vs Paraguay 30 Juni 2026
BERITA LAINNYA
-
inggris 29 Juni 2026 22:47Akankah Marcus Rashford Balik ke Manchester United?
-
inggris 29 Juni 2026 21:48Manchester United Belum Siap Bersaing Meraih Gelar Juara Liga Inggris
-
inggris 29 Juni 2026 17:13Update Kondisi Terkini Matthijs De Ligt: Kapan Bisa Comeback di MU?
-
inggris 29 Juni 2026 16:53Xabi Alonso Ingin Boyong Eks Arsenal Ini ke Chelsea?
SOROT
-
Liputan6 30 Juni 2026 00:21Gudang di Cakung Kebakaran
-
Liputan6 30 Juni 2026 00:17MK Tegaskan Pilkada Tetap Dipilih Langsung oleh Rakyat
-
Liputan6 29 Juni 2026 23:35Rekor Panas Ekstrem di Jerman, Jalanan Sampai Meleleh
-
Liputan6 29 Juni 2026 23:06MK Ubah Aturan Pencairan Dana Pensiun Sukarela, Ini Perubahannya
-
Liputan6 29 Juni 2026 22:59Mobil Puteri Indonesia Pariwisata 2022 Jadi Sasaran Teror Lempar Batu
-
Liputan6 29 Juni 2026 22:301.151 KM Jalan Daerah Dibangun Buka Akses Ekonomi hingga Pelosok Desa
MOST VIEWED
MU Putuskan Lepas Striker Muda Berbakat Mereka di Musim Panas 2026?
Bukan Manchester United, Klub Inggris Ini Jadi yang Terdepan untuk Angkut Dusan Vlahovic
Menggila di Piala Dunia 2026, Striker Timnas Belanda Ini Masuk Daftar Belanja MU
MU Melawan! Setan Merah Tingkatkan Tawaran untuk Mateus Fernandes!
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8603091/original/039809100_1782579534-Kebakaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261503/original/075406900_1781718707-1001734165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8690512/original/036915200_1782751082-Screenshot_2026-06-29_233550.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7009691/original/038642700_1779781689-IMG_0511.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8689446/original/019788400_1782749002-WhatsApp_Image_2026-06-29_at_22.53.39.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8686422/original/016959600_1782742010-Kepala_Badan_Komunikasi_Pemerintah__Bakom__Muhammad_Qodari-29_Juni_2026a.jpg)

