Gaya Bermain De Zerbi di Tottenham: Bisakah Spurs Selamat dari Degradasi?

Gaya Bermain De Zerbi di Tottenham: Bisakah Spurs Selamat dari Degradasi?
Roberto De Zerbi saat melatih Marseille dalam pertandingan Ligue 1 melawan Paris FC, Sabtu (31/1/2026). (c) AP Photo/Thibault Camus

Bola.net - Tottenham kini berada dalam situasi genting setelah performa buruk sepanjang musim membuat mereka terancam degradasi. Klub asal London Utara itu menunjuk Roberto De Zerbi sebagai pelatih anyar untuk membalikkan keadaan dalam waktu singkat.

Penunjukan ini menjadi perjudian besar mengingat sisa musim hanya menyisakan tujuh pertandingan. Spurs harus segera menemukan solusi agar tidak terlempar ke Championship untuk pertama kalinya sejak 1977.

Sepanjang musim, Tottenham dianggap terlalu kuat untuk terdegradasi, tetapi kenyataan di lapangan berkata sebaliknya. Jarak poin yang sempat aman kini menipis drastis hingga hanya tersisa satu poin dari zona merah.

Kini, semua harapan bertumpu pada kemampuan De Zerbi dalam mentransformasikan tim. Pertanyaan besarnya adalah apakah gaya bermainnya bisa diterapkan dengan cepat di tengah tekanan besar.

Gaya Bermain De Zerbi dan Tantangan Adaptasi

Gaya Bermain De Zerbi dan Tantangan Adaptasi

Pelatih Marseille, Roberto De Zerbi (c) Marseille Official

Roberto De Zerbi dikenal dengan filosofi permainan berbasis penguasaan bola yang tinggi. Ia menekankan build-up dari belakang dengan operan pendek dan kesabaran dalam mengalirkan bola.

Pendekatan ini sangat berbeda dengan gaya Tottenham musim ini yang lebih langsung dan mengandalkan bola panjang. Perubahan drastis ini menjadi tantangan utama bagi para pemain Spurs.

Dalam situasi normal, adaptasi taktik seperti ini membutuhkan waktu yang cukup panjang. Namun Tottenham tidak memiliki kemewahan waktu karena hasil harus datang secepat mungkin.

Para pemain dipaksa belajar sambil bertanding, sesuatu yang berisiko tinggi dalam situasi tekanan degradasi. Jika gagal beradaptasi cepat, konsekuensinya bisa sangat fatal bagi klub.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 12 April 2026
Sunderland Sunderland
20:00 WIB
Tottenham Tottenham

Perbandingan dengan Brighton dan Risiko Taktik

Perbandingan dengan Brighton dan Risiko Taktik

Pelatih Marseille, Roberto De Zerbi (c) Marseille Official

Saat menangani Brighton, De Zerbi sukses mengubah tim menjadi salah satu yang paling atraktif di Premier League. Mereka bermain dengan keberanian tinggi, bahkan dari area pertahanan sendiri.

Namun gaya tersebut juga membawa risiko besar karena sering memicu kesalahan di area berbahaya. Brighton kerap kehilangan bola di dekat gawang sendiri akibat pendekatan berisiko tersebut.

Meski begitu, pendekatan De Zerbi terbukti efektif dalam menciptakan peluang dan mencetak gol. Timnya bahkan mencatat rangkaian panjang selalu mencetak gol dalam banyak pertandingan.

Di sisi lain, kelemahan dalam bertahan juga terlihat jelas karena mereka sering kebobolan. Pola ini bisa menjadi pedang bermata dua bagi Tottenham dalam situasi kritis.

Kondisi Tottenham dan Kebutuhan Hasil Instan

Kondisi Tottenham dan Kebutuhan Hasil Instan

Skuad Tottenham merayakan gol Richarlison ke gawang Liverpool, Minggu (15/3/2026) (c) Tottenham Official

Tottenham saat ini jauh dari identitas permainan De Zerbi. Mereka lebih sering bermain defensif dengan penguasaan bola rendah dan mengandalkan bola mati.

Statistik menunjukkan Spurs kesulitan menciptakan peluang dari permainan terbuka. Hal ini membuat perubahan gaya menjadi kebutuhan sekaligus risiko besar.

Selain itu, tim juga kurang efektif dalam membangun serangan dari lini belakang. Minimnya progresi bola menjadi salah satu masalah utama sepanjang musim.

Dengan kondisi ini, De Zerbi harus menemukan keseimbangan antara idealisme dan kebutuhan hasil instan. Fokus utama bukan lagi estetika permainan, melainkan kemenangan.

Peluang Bertahan dan Faktor Penentu

Peluang Bertahan dan Faktor Penentu

Pemain Tottenham, Dominic Solanke (kiri), merayakan gol kedua timnya bersama Xavi Simons dalam pertandingan Liga Inggris melawan Manchester City, Minggu (1/2/2026) (c) AP Photo/Richard Pelham

Meski situasi terlihat sulit, Tottenham masih memiliki peluang untuk bertahan di Premier League. Kualitas individu dalam skuad masih cukup untuk bersaing di level tertinggi.

Kembalinya beberapa pemain dari cedera juga bisa menjadi dorongan tambahan. Hal ini memberi De Zerbi opsi lebih luas dalam meracik strategi.

Namun tekanan psikologis akan menjadi faktor penting dalam tujuh laga tersisa. Tim harus mampu menjaga mental di tengah situasi yang tidak menentu.

Jika De Zerbi mampu menggabungkan taktiknya dengan pendekatan pragmatis, peluang bertahan tetap terbuka. Sebaliknya, kegagalan beradaptasi bisa membuat musim ini berakhir dengan bencana.

Sumber: The Analyst

Klasemen Premier League