
Bola.net - Krisis yang melanda Chelsea kembali memakan korban. Kali ini, Liam Rosenior harus angkat kaki dari kursi manajer setelah rentetan hasil buruk yang mencapai titik nadir usai kekalahan telak dari Brighton, Rabu (22/3/2026) dini hari WIB.
Keputusan pemecatan ini memang terasa tak terhindarkan. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, Rosenior bukanlah satu-satunya pihak yang patut disalahkan atas keterpurukan The Blues musim ini.
Rosenior ditunjuk pada Januari lalu menggantikan Enzo Maresca. Penunjukan tersebut sejak awal sudah menuai keraguan, mengingat minimnya pengalaman Rosenior di level tertinggi, apalagi di Premier League.
Meski demikian, ia sempat memberi harapan. Tujuh kemenangan dari sembilan laga awal, termasuk kemenangan penting di markas Napoli yang memastikan tiket ke babak 16 besar Liga Champions, menjadi bukti kapasitasnya sebagai pelatih muda potensial.
Namun, segalanya berubah drastis. Kekalahan agregat memalukan 2-8 dari PSG di Liga Champions menjadi titik balik kehancuran. Sejak saat itu, performa Chelsea anjlok tajam.
Pemain Jadi Sorotan: Kurang Disiplin dan Minim Respek

Di tengah tekanan, Rosenior sempat melontarkan kritik keras terhadap para pemainnya, menyebut performa mereka “tidak dapat diterima”. Pernyataan itu kini terasa relevan.
Nama-nama senior seperti Enzo Fernandez dan Marc Cucurella justru memperkeruh situasi. Keduanya secara terbuka mengkritik keputusan klub, termasuk kepergian Maresca. Sikap ini mencerminkan kurangnya disiplin dan rasa hormat dalam skuad.
Tak hanya itu, Chelsea juga tercatat selalu kalah dalam duel jarak tempuh di seluruh 34 pertandingan liga musim ini—indikasi nyata lemahnya etos kerja tim.
Taktik Dipertanyakan, Tapi Bukan Akar Masalah

Secara taktik, Rosenior memang tak luput dari kritik. Pendekatan defensif saat menghadapi Arsenal di semifinal Carabao Cup menjadi salah satu contoh keputusan yang dipertanyakan.
Namun, masalah utama tampaknya lebih dalam dari sekadar strategi. Kebocoran informasi internal, seperti kabar kondisi Cole Palmer dan Joao Pedro yang bahkan disebut bocor dari pihak tak terduga, menunjukkan rapuhnya manajemen internal klub.
Manajemen Chelsea Tak Bisa Lepas Tangan

Di balik semua ini, sorotan besar seharusnya juga diarahkan kepada jajaran petinggi klub. Nama seperti Behdad Eghbali bersama direktur olahraga Paul Winstanley dan Laurence Stewart memegang peran krusial dalam menentukan arah klub.
Sejak diambil alih oleh BlueCo, Chelsea telah menghabiskan lebih dari £1,2 miliar untuk membangun skuad.
Namun ironisnya, investasi besar itu belum mampu menghasilkan stabilitas, bahkan justru menghadirkan lima pergantian manajer dalam waktu kurang dari empat tahun.
Chelsea di Persimpangan Jalan

Secara finansial, situasi ini bukan sekadar krisis olahraga. Dengan beban utang yang terus meningkat dan nilai aset klub yang terancam menurun, kegagalan di lapangan berpotensi berdampak serius dalam jangka panjang.
Kegagalan lolos ke Liga Champions bukan hanya soal prestise, tetapi juga menyangkut pemasukan vital klub.
Rosenior mungkin sudah pergi, tetapi persoalan Chelsea masih jauh dari selesai. Jika tidak segera dibenahi, klub asal London Barat itu berisiko semakin terpuruk, bukan hanya sebagai tim, tetapi juga sebagai institusi sepak bola modern.
Klasemen Premier League 2025/2026
Jangan Lewatkan!
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 8 Juni 2026 03:29Bernardo Silva Belum Memilih Klub Baru, Barcelona Harus Menunggu
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 8 Juni 2026 03:29Bernardo Silva Belum Memilih Klub Baru, Barcelona Harus Menunggu
BERITA LAINNYA
-
inggris 8 Juni 2026 03:29Bernardo Silva Belum Memilih Klub Baru, Barcelona Harus Menunggu
-
inggris 7 Juni 2026 07:30Michael Carrick Patah Hati! Mantan Anak Asuhnya Ogah Gabung MU!
SOROT
-
Liputan6 7 Juni 2026 19:39Orang Tua Siswi Sekolah Rakyat Menangis di Hadapan Prabowo
-
Liputan6 7 Juni 2026 17:00Cita-Cita Siswa Sekolah Rakyat Ingin jadi Menteri Pendidikan
-
Liputan6 7 Juni 2026 15:22Prabowo Beri Arahan Khusus ke Seskab Teddy soal Sekolah Rakyat
-
Liputan6 7 Juni 2026 15:00Prabowo: Banyak Orang Berhasil Berasal dari Keluarga Miskin
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7997408/original/031230300_1780835969-IMG-20260607-WA0121.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7995288/original/048154000_1780833479-IMG-20260607-WA0119.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7988291/original/010365700_1780826023-Siswa_Prabowo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7980310/original/037480300_1780817497-Prabowo_Pidato_Tabanan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7969192/original/061629100_1780806063-Prabowo_Sekolah_Bali.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7980275/original/000029900_1780817477-Prabowo_Tabanan.jpeg)

