Liverpool Tak Lagi Sama, Sunderland Rasakan Langsung Bedanya

Liverpool Tak Lagi Sama, Sunderland Rasakan Langsung Bedanya
Pelatih Liverpool Andoni Iraola (kanan) berbicara dengan bek Kostas Tsimikas (kiri) pada babak pertama laga persahabatan pramusim antara Liverpool vs Sunderland di Nashville, Tenn., Sabtu, 25 Juli 2026 (c) AP Photo/George Walker IV

Bola.net - Liverpool mulai memperlihatkan wajah baru sejak Andoni Iraola mengambil alih kursi pelatih menjelang musim 2026/2027. Perubahan gaya bermain bahkan langsung dirasakan lawan pada laga pramusim pertama.

Sunderland menjadi tim yang merasakan dampak pendekatan baru Liverpool saat kedua klub bertemu di Nashville. Tim Merseyside menang 4-2, tetapi perhatian tertuju pada intensitas permainan yang jauh berbeda dibanding musim lalu.

Bek Sunderland, Dan Ballard, mengaku timnya sudah mempelajari karakter permainan Bournemouth asuhan Iraola sebagai bagian dari persiapan. Hasilnya, Liverpool kini tampil jauh lebih agresif ketika menekan lawan.

Pengakuan Ballard memperkuat kesan bahwa pergantian pelatih bukan sekadar pergantian nama. Filosofi baru mulai terlihat sejak pertandingan pertama meski Liverpool belum diperkuat seluruh pemain terbaiknya.

Ballard Akui Liverpool Kini Lebih Agresif

Ballard menjelaskan bahwa Liverpool sekarang menerapkan tekanan tinggi dengan intensitas yang jauh lebih besar. Menurutnya, perubahan itu sangat kontras dibanding pendekatan Arne Slot musim lalu.

"Saya pikir ada banyak perbedaan. Pelatih baru mengatur tim saat melakukan pressing dengan cara yang sangat berbeda, dan dia sangat intens dalam cara timnya bermain," kata Ballard.

Ia menambahkan bahwa Sunderland sudah mempelajari Bournemouth musim lalu karena mengetahui karakter Iraola. Liverpool kini lebih vertikal, agresif saat merebut bola, dan berusaha segera menyerang begitu mendapatkan penguasaan.

"Mereka sangat agresif saat melakukan pressing, bermain sangat vertikal, dan langsung mengarah ke gawang. Itu sedikit berbeda dibanding tim Slot yang lebih berbasis penguasaan bola," ujarnya.

Ballard juga mengingat bagaimana Sunderland sempat terkejut ketika menghadapi Liverpool musim lalu. Saat itu, mereka merasa memiliki lebih banyak ruang dan waktu untuk menguasai bola.

"Mereka memberi kami sedikit lebih banyak waktu menguasai bola musim lalu. Kami cukup terkejut saat menghadapi Liverpool karena mengenal karakter mereka selama bertahun-tahun. Saya pikir ada sedikit perubahan di sana," lanjut Ballard.

Iraola Datang Membawa Identitas Baru

Pendekatan Iraola memang identik dengan pressing tinggi, tempo cepat, dan transisi vertikal. Filosofi tersebut menjadi alasan utama Liverpool menunjuk pelatih asal Spanyol itu sebagai nahkoda baru.

Pelatih Sunderland, Regis Le Bris, juga melihat identitas tersebut sudah mulai tampak. Ia mengaku tidak terkejut karena gaya bermain itu sudah terlihat ketika Iraola masih menangani Bournemouth.

"Kami mengenal pelatihnya dan bagaimana dia melatih Bournemouth. Mungkin itulah alasan dia dipilih Liverpool, yakni karena intensitas, pressing tinggi, dan permainan vertikal," ujar Le Bris.

Menurut Le Bris, Liverpool memang masih berada pada fase awal pramusim sehingga belum mencapai performa terbaik. Namun, arah permainan yang diinginkan Iraola sudah terlihat jelas sejak laga pertama.

Awal Menjanjikan untuk Liverpool

Perubahan yang dirasakan lawan menjadi sinyal positif bagi Liverpool dalam memulai era baru. Intensitas yang sempat memudar musim lalu kini mulai kembali menjadi identitas tim.

Jika perkembangan ini terus berlanjut sepanjang pramusim, Liverpool berpeluang tampil lebih agresif dan sulit dihadapi saat kompetisi resmi dimulai. Filosofi Iraola pun berpotensi menghadirkan warna baru dalam permainan The Reds musim ini.

Sumber: This Is Anfield