
Bola.net - Kemenangan tipis 1-0 Manchester United atas Everton, Selasa (24/2/2026) dini hari WIB, tak hanya menghadirkan tiga poin penting, tetapi juga menyisakan cerita menarik di luar lapangan.
Gelandang muda Setan Merah, Kobbie Mainoo, tampak melontarkan sindiran halus terhadap taktik bola mati tuan rumah lewat unggahan media sosialnya.
Bermain di Hill Dickinson Stadium, pasukan Michael Carrick kembali melanjutkan tren positif mereka. Gol semata wayang yang dicetak Benjamin Sesko memastikan kemenangan kelima MU dalam enam pertandingan sejak Carrick ditunjuk sebagai pelatih interim.
Tambahan tiga angka di Merseyside membawa Manchester United naik ke posisi keempat klasemen sementara Premier League. Momentum kebangkitan pun semakin terasa di ruang ganti Setan Merah.
Lammens Jadi Tembok Kokoh

Meski Sesko menjadi penentu kemenangan, sorotan besar juga layak diberikan kepada penjaga gawang muda MU, Senne Lammens. Kiper berusia 23 tahun itu tampil gemilang dan sukses mencatatkan clean sheet tandang pertama United sejak Maret lalu.
Everton mencoba menekan melalui skema bola mati, terutama di babak kedua saat mereka memburu gol penyama kedudukan. Para pemain The Toffees berkali-kali memadati kotak enam yard, berupaya mengganggu konsentrasi Lammens dalam situasi sepak pojok dan tendangan bebas.
Namun, kiper asal Belgia tersebut tetap tenang. Ia sigap menangkap umpan silang, melakukan tinju penyelamatan di tengah tekanan, hingga menepis sundulan lawan dengan refleks cepat. Penampilan solid itu membuatnya layak menyabet penghargaan Player of the Match.
Royal Rumble Versi Mainoo

Tak lama setelah laga usai, Mainoo mengunggah momen-momen kerumunan pemain Everton di kotak penalti Manchester United melalui Instagram Story.
Dalam unggahan berikutnya, ia membandingkan situasi tersebut dengan adegan Royal Rumble di ajang gulat hiburan WWE, sebuah sindiran jenaka atas kerasnya duel fisik dalam situasi bola mati.
Aksi Mainoo itu langsung menarik perhatian warganet. Banyak suporter MU yang menilai unggahan tersebut sebagai candaan cerdas, sekaligus bentuk apresiasi terhadap perjuangan Lammens yang harus “bertarung” di area sempitnya sendiri.
Beberapa penggemar bahkan menilai laga tersebut sebagai penampilan terbaik Lammens bersama United sejauh ini, mengingat tekanan fisik yang ia hadapi sepanjang pertandingan.
Lammens: Mereka Coba Segalanya
Usai pertandingan, Lammens mengakui bahwa Everton memang sengaja meningkatkan intensitas tekanan setelah melihat dirinya cukup dominan dalam mengantisipasi bola-bola udara.
“Di awal mereka tidak terlalu menekan. Tapi setelah melihat saya cukup nyaman keluar mengambil bola, mereka mencoba mengubah pendekatan,” ujar Lammens kepada talkSPORT.
Ia bahkan menyebut tekanan tersebut sempat berlebihan. “Ada momen ketika saya hampir tidak bisa berdiri di dalam garis lapangan. Saya sampai harus mundur ke dalam gawang agar tetap berada di lapangan. Itu mungkin sedikit terlalu jauh,” katanya.
Meski begitu, Lammens memahami bahwa hal tersebut merupakan bagian dari permainan. Menurutnya, setiap tim pasti ingin menyulitkan kiper lawan saat mendapat sepak pojok.
“Itu bagian dari sepak bola. Kami juga melakukan hal yang sama ketika mendapat corner. Ini soal bagaimana kami menghadapinya. Saya rasa itu juga salah satu kekuatan saya, membantu pertahanan dan tim,” tambahnya.
Sumber: Instagram @kobbie
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 24 Februari 2026 20:15Man United Mengendus Peluang Transfer Alejandro Balde dari Barcelona
-
Liga Inggris 24 Februari 2026 18:44Performa Mendukung, Yakinlah Manchester United Amankan Tiket Liga Champions
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 24 Februari 2026 20:15 -
Liga Champions 24 Februari 2026 20:00 -
Liga Champions 24 Februari 2026 20:00 -
Liga Champions 24 Februari 2026 20:00 -
Piala Dunia 24 Februari 2026 19:59 -
Liga Champions 24 Februari 2026 19:19
MOST VIEWED
- Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
- Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV, MOJI, dan Vidio, 21-24 Februari 2026
- Manchester United Bisa Daratkan Bintang Newcastle Ini, Tapi...
- Nottingham Forest vs Liverpool: Ketika Alisson Menjelma jadi Asisten Pelatih Arne Slot, Ini yang Terjadi!
HIGHLIGHT
- 10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo...
- Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensi...
- 5 Pelatih yang Bisa Gantikan Thomas Frank di Totte...
- 3 Calon Pengganti Dani Carvajal di Real Madrid, Te...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...














:strip_icc()/kly-media-production/medias/5512262/original/066621900_1771934731-Latifah_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5509802/original/097783300_1771758190-291347.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480078/original/032122200_1769033067-lennart-karl-bayern-munchen-ross-sykes-kamiel-van-de-perre-union-sg-liga-champions.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5382294/original/048704800_1760572101-iPhone_17_Pro_Max_09.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5512132/original/092754300_1771925968-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_16.36.34.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5512130/original/093831700_1771925640-251136.jpg)

