
Bola.net - Manchester United menunjukkan performa yang lebih stabil di paruh kedua kompetisi Premier League. Hal itu menunjukkan kalau Ole Gunnar Solskjaer mampu membuktikan kualitasnya sebagai manajer yang bagus.
Setan Merah di tangan Ole punya kans kuat duduk di zona Liga Champions musim depan. Di sisi lain, Manchester United juga berpeluang meraih gelar Piala FA dan Liga Europa.
Benar ujaran legenda klub, Gary Neville. Masalah Man United hanya bisa dibenahi oleh orang yang mengenali kultur klub. Jose Mourinho dan Louis van Gaal pelatih hebat, namun mereka tak pernah benar-benar memahami filosofi klub.
Ole Gunnar Solskjaer yang pernah bermain di Manchester United paham betul apa yang terbaik buat klub yang membesarkannya.
Musim ini jadi transisi pembuka jalan kebangkitan Manchester United. Musim depan adalah musim panen bagi Solskjaer.
Red Devils bakal kembali mengebrak dan menujukkan kapasitas sebagai tim terbesar di Inggris. Simak alasan-alasannya di bawah ini:
Pembelian Pemain yang Tepat
Selama bertahun-tahun, Manchester United sering salah langkah dalam membeli pemain. Sebut saja Angel Di Maria, yang jelas dianggap sebagai salah satu pembelian gagal. Juga beberapa pemain di era Mourinho.
Kini, bersama Solskjaer, Setan Merah menerapkan pendekatan berbeda. Solskjaer tampaknya lebih senang pemain muda asli Inggris dengan bakat menjanjikan: Daniel James dan Aaron Wan Bissaka.
Juga, yang lebih penting, pembelian-pembelian itu sesuai dengan kebutuhan tim. Man United sudah lama mencari penyerang sayap kanan, James bisa mengisi peran itu. Juga Setan Merah sudah terlalu sering kerepotan di pos bek kanan, Wan-Bissaka hadir untuk menyelesaikan masalah itu.
Lalu, United mendatangkan Harry Maguire. Pembelian cerdas yang bakal menyelesaikan masalah pertahanan Man United.
Pada paruh kedua Ole mendaratkan Bruno Fernandes yang sukses menghidupkan mesin permainan lini tengah United. Pemain berstatus pinjaman dari Shanghai Shenhua, Odion Ighalo, juga unjuk gigi di sektor depan.
Musim depan dengan bujet transfer yang besar, Ole bakal dengan leluasa menambah amunisi untuk membuat Manchester United kian bertaji.
Sukses Mengembalikan Identitas Permainan United
Sejak ditangani Solskjaer, skuad Manchester United kembali bermain dengan senyum. Tidak ada lagi permainan negative football yang pernah diterapkan di bawah Jose Mourinho.
Solskjaer mengembalikan taktik sederhana khas Man United: permainan cepat, agresif, dan bola lambung langsung ke jantung pertahanan lawan. Dia ingin memainkan penyerang-penyerang cepat.
Marcus Rashford jadi striker utama di era Solskjaer, ia didukung winger cepat, Anthony Martial dan Daniel James. Komposisi ini membuat lini depan Setan Merah terlihat lebih ganas. Kombinasi Paul Pogba dan Bruno Fernandes membuat di sektor tengah kian menghidupkan permainan menyerang agresif klub.
Pemain-pemain ini senang dengan cara Ole menangani tim, sekalipun ia minim jam terbang melatih. Ia jago memotivasi para pemain.
Taktik memang penting, tetapi mental sangat berpengaruh. Aura positif skuad Man United bakal membantu mereka memetik kesuksesan di masa depan.
Sukses Membenahi Masalah Fisik Pemain
Solskjaer mengeluhkan kondisi fisik skuad Manchester United sejak pertama kali tiba di Old Trafford. Melalui latihan keras di pramusim, dia menggembleng fisik pemain-pemain Setan Merah.
Kekuatan fisik pemain United harus ditingkatkan untuk memenuhi tuntutan permainan Solskjaer. Saat ini, Solskjaer bekerja intens dengan Rich Hawkins, kepala athletic training service dan Ed Leng selaku lead sport scientist.
Sederhana, Solskjaer ingin memastikan masalah fundamental seperti daya tahan fisik tidak akan mengganggu skuadnya. Kabarnya, intensitas latihan Man United ditingkatkan hingga angka 50 persen.
Hasilnya, walau permainan Manchester United belum stabil, namun mereka mampu menyuguhkan permainan cepat yang atraktif. Rival abadi sekota yang dikenal dengan permainan tiki-taka ala Pep Guardiola, dibuat kerepotan dengan sistem permainan counter attack cepat United.
Membersihkan Skuat United dari Pemain Bermasalah
Ole Gunnar Solskjaer dalam sebuah sesi wawancara menyebut, penyebab utama keterpurukan pemain karena adanya pemain-pemain yang tak sepenuh hati bermain buat klub.
Ketika melihat gelagat pemainnya tak kerasan di Manchester United, manajer asal Norwegia itu tak ragu-ragu melepas mereka ke klub lain. Chris Smalling, Alexis Sanchez, Marcos Rojo, Ashley Young, Romelu Lukaku, deretan pemain yang dilepas di awal musim ini.
Kepergian mereka memang memunculkan konsekuensi, Manchester United sempat goyah karena tak segera dapat pemain pengganti. Namun, Ole bergeming yakin pada pilihannya.
Ia ingin tim bersih dulu dari aura-aura negatif, untuk kemudian pelan-pelan melakukan perubahan dengan memasukkan pemain sesuai ekspektasinya.
Sosok Motivator Ulung
Ole Gunnar Solskjaer cukup pintar menaikkan kepercayaan diri sejumlah pemain Manchester United yang rapornya merah di era manajer sebelumnya, Jose Mourinho.
Nemanja Matic yang sempat melorot penampilannya, performanya melesat di tangan Ole. Demikian pula dengan Fred serta Anthony Martial. Keduanya menjelma jadi pemain yang bersinar setelah sempat sebelumnya kesulitan menemukan bentuk permainan terbaik di era Jose.
Matic menyebut Ole Gunnar Solskjaer pelatih yang fair. Ia memberinya waktu untuk menemukan jati diri, serta tak henti memberi motivasi untuk bisa bangkit.
Hal berbeda tentunya di era Jose Mourinho, yang senang mempermalukan pemainnya sendiri hanya gara-gara tampil jelek di beberapa pertandingan.
Mengedepankan Budaya Diskusi
Ole Gunnar Solskjaer sosok pelatih yang doyan membuka diri berdiskusi dengan banyak orang untuk mencari solusi terbaik bagi Manchester United. Ia pun melibatkan gurunya, Sir Alex Ferguson, untuk memompa motivasi pemain.
Sang mentor tak sungkan meminta tips ke Fergie. Ole Gunnar Solskjaer juga berhubungan baik dengan mantan rekan setimnya yang berstatus legenda Setan Merah.
Sebut saja dengan Ryan Giggs yang merekomendasikan pembelian Daniel James, yang ternyata sukses membawa dampak bagi tim.
Sumber: Berbagai sumber
Disadur dari: Bola.com/Penulis Ario Yosia
Published: 12 Juni 2020
Video
Baca Juga:
- Gronya Somerville dan Potret Keakrabannya Dengan Para Bintang Bulutangkis Dunia
- Wow! Pensiun dari UFC, Tabungan Conor McGregor Sudah Capai Triliunan!
- 10 Transformasi Rambut Lionel Messi yang Selalu Imut dan Menggemaskan
- Loris Karius Bukan yang Terburuk! Simak 11 Kiper Bapuk Liverpool Era Premier League
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 1 November 2026 09:10Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
-
Liga Inggris 1 November 2026 09:00Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
-
Liga Inggris 1 November 2026 07:36Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 1 November 2026 09:10Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
-
Liga Inggris 1 November 2026 09:00Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
-
Liga Spanyol 1 November 2026 08:51Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
-
Liga Italia 1 November 2026 08:28Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
-
Liga Italia 1 November 2026 08:21Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
-
Liga Italia 1 November 2026 08:03Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
BERITA LAINNYA
-
inggris 1 November 2026 09:10Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
-
inggris 1 November 2026 09:00Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
-
inggris 1 November 2026 07:36Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
-
inggris 1 November 2026 07:06Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
-
inggris 1 November 2026 06:58Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
-
inggris 1 November 2026 06:36Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)

