
Bola.net - Arsenal kembali menuai sorotan tajam setelah menelan kekalahan 2-3 dari Manchester United di Emirates Stadium, Minggu (25/1/2026). Hasil ini menjadi laga ketiga beruntun di mana pasukan Mikel Arteta gagal meraih poin penuh, sekaligus memberi peluang bagi Manchester City dan Aston Villa untuk memangkas jarak dalam perburuan gelar Premier League.
Kekalahan tersebut terasa menyakitkan bagi The Gunners. Untuk pertama kalinya sejak kemenangan dramatis 4-3 atas Luton Town pada Desember 2023, Arsenal kebobolan tiga gol dalam satu pertandingan. Meski lini belakang terlihat rapuh, justru sektor serangan yang paling banyak dikritik para pengamat sepak bola Inggris.
Dalam podcast The Rest Is Football, Gary Lineker, Micah Richards, dan Alan Shearer kompak menyoroti pendekatan bermain Arsenal yang dinilai terlalu berhati-hati.
Lineker menyebut situasi ini sebagai fase “squeaky time” bagi Arsenal, meski ia masih percaya tim London Utara itu tetap berada di jalur yang aman dalam persaingan gelar.
Namun Richards melihat masalah yang lebih mendasar. Menurutnya, Arsenal terlalu defensif dan terlalu bergantung pada situasi bola mati, terbukti dari 13 gol yang dicetak lewat skema tersebut, jauh di atas tim lain.
Masalah Pelik Arsenal

Kritik semakin tajam ketika statistik para penyerang Arsenal dibedah. Bukayo Saka belum mencetak gol dalam 13 laga terakhir di semua kompetisi, Gabriel Martinelli mandul dalam 13 pertandingan liga, sementara Viktor Gyokeres hanya mencetak tiga gol dari permainan terbuka sepanjang musim.
Kondisi ini membuat Arsenal dinilai kekurangan penyerang yang konsisten mencetak gol, terutama saat menghadapi tim-tim yang bermain bertahan.
Alan Shearer menilai perbedaan performa Arsenal di Eropa dan liga domestik terletak pada pendekatan lawan. Di Liga Champions, tim-tim seperti Inter Milan berani bermain terbuka, memberi ruang bagi pemain depan Arsenal.
Sebaliknya di Premier League, banyak tim memilih bertahan dalam dan melakukan double marking terhadap Saka maupun Trossard, membuat Arsenal kesulitan menemukan ruang.
Tekanan Berat untuk Arteta

Richards menambahkan, masalah utama Arsenal ada pada transisi yang terlalu lambat. Saat membangun serangan, posisi awal pemain dinilai terlalu dalam sehingga bola terlambat sampai ke sisi sayap.
Akibatnya, pemain kreatif harus bekerja ekstra, bahkan lebih banyak melakukan tugas defensif. “Ini membuat frustrasi, terutama untuk pemain-pemain flair,” ujar Richards.
Tekanan kini semakin besar bagi Arteta untuk menemukan solusi. Dengan jadwal padat dan persaingan gelar yang kian ketat, Arsenal dituntut segera memperbaiki keseimbangan antara soliditas bertahan dan ketajaman menyerang jika tak ingin momentum mereka terus tergerus.
Sumber: The Rest Is Football
Klasemen Liga Inggris 2025/2026
Jangan Lewatkan!
- David Beckham Ejek Anaknya Usai Man United Tumbangkan Arsenal 3-2 di Emirates
- Patrick Dorgu di Mata Bruno Fernandes Usai Man Utd Permalukan Arsenal: Ballon D'orgu
- Fakta Arsenal vs Man Utd: MU Tim Pertama Sejak 2008 yang Cetak Dua Gol Jarak Jauh di Emirates
- Kontroversi Arsenal vs Man Utd: Gol Dorgu Harusnya Tidak Sah dan Tuan Rumah Layak Dapat Penalti?
Advertisement
Berita Terkait
-
Editorial 12 Juni 2026 14:4110 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
LATEST UPDATE
-
Bulu Tangkis 12 Juni 2026 16:08Hasil Lengkap Pertandingan Bulu Tangkis Australia Open 2026
-
Bulu Tangkis 12 Juni 2026 16:08Jadwal Lengkap Pertandingan Australia Open 2026, 9-14 Juni 2026
BERITA LAINNYA
-
inggris 12 Juni 2026 08:20Susunan Pemain Korea Selatan vs Ceko di Piala Dunia 2026
-
inggris 11 Juni 2026 17:28MU Fokus ke Pemain Ini Usai Batal Rekut Elliot Anderson
SOROT
-
Liputan6 12 Juni 2026 14:28Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi
-
Liputan6 12 Juni 2026 12:58Teka Teki Lansia 70 Tahun jadi Target Penculik di PIK
-
Liputan6 12 Juni 2026 12:42Kronologi Lansia 70 Tahun Lawan Penculik di PIK
-
Liputan6 12 Juni 2026 12:34Cerita Lansia 70 Tahun Melawan Penculik di PIK
MOST VIEWED
Manchester United Siapkan Kejutan dengan Coba Rekrut Cristian Romero dari Tottenham
Manchester United Diam-diam Sudah Lakukan Pergerakan Untuk Dekati Fernandes
Akhir Kisah Mahal Jadon Sancho di Manchester United: Dibeli Rp1,6 Triliun Dilepas Gratis
Drama Transfer Marcus Rashford: Bayern Munchen Siap Bayar 26 Juta Pounds, Tapi Sang Pemain Cuma Mau Barcelona
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257676/original/017872600_1781250660-1001367534.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257324/original/051052400_1781235764-20260612_102220.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257448/original/081969600_1781242461-InShot_20260612_111941327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257453/original/044273900_1781243419-Oh-Hyeon-gyu.jpg)
