
Bola.net - Pekerjaan sebagai manajer Manchester United kerap disebut sebagai pekerjaan paling berat dan paling menantang di sepak bola modern. Sekarang, Ruben Amorim jadi korbannya.
Sejak Sir Alex Ferguson mundur pada 2013, tak satu pun penggantinya mampu mendekati stabilitas dan dominasi yang pernah ada.
Nama terbaru yang menambah daftar kegagalan adalah Ruben Amorim. Masa jabatannya justru dianggap membawa klub ke titik terendah baru dalam sejarah era Premier League.
Sejak kepergian Ferguson, ada tujuh manajer permanen yang mencoba peruntungan di Man United, semuanya bisa disebut gagal. Perbedaan tipis terletak pada masa bakti dan keberhasilan meraih trofi.
Nah yang menarik, Amorim yang baru dipecat justru berada di peringkat ke-7, alias peringkat terbawah dari manajer-manajer tersebut. Jose Mourinho hingga kini masih jadi yang terbaik di era pasca-ferguson, khususnya secara raihan trofi.
7. Ruben Amorim, Titik Terendah Era Pasca-Ferguson

Manchester United terjerembap ke level yang belum pernah disentuh sebelumnya selama era Ruben Amorim. Finis di posisi ke-15 Premier League musim 2024/25 menjadi catatan terburuk klub sejak Ferguson pensiun.
Dalam 14 bulan kepemimpinannya, performa tim nyaris tak menunjukkan tanda perbaikan. Hasil dan permainan United dinilai paling buruk dibanding semua era pasca-Ferguson.
Amorim juga menuai kritik karena keras kepala mempertahankan sistem yang tak berjalan. Ketika terbukti skuad tampil lebih efektif dengan pendekatan lain, ia tetap bertahan pada skemanya sendiri.
Sikap itu, ditambah cara Amorim melontarkan kritik kepada pemain dan pundit, justru mempercepat kejatuhannya.
6. David Moyes, Beban Warisan Terlalu Berat

David Moyes datang sebagai pilihan pribadi Ferguson. Ia bahkan diberi kontrak enam tahun, sinyal kepercayaan penuh dari manajemen klub.
Namun, Moyes mewarisi skuad juara Premier League dan mengubahnya menjadi tim yang tak lagi relevan dalam perebutan Liga Champions. Dalam waktu hanya 10 bulan, United terlempar ke posisi ketujuh klasemen.
Menggantikan Ferguson memang nyaris mustahil. Meski begitu, kegagalan Moyes terasa mencolok karena sumber daya yang ia miliki seharusnya cukup untuk bersaing di papan atas.
5. Ralf Rangnick, Ide Besar di Tengah Kekacauan
Ralf Rangnick direkrut sebagai solusi darurat setelah Ole Gunnar Solskjaer dipecat. Ia datang dengan reputasi besar sebagai arsitek gegenpressing modern.
Namun, masa jabatannya justru mencerminkan kekacauan struktural klub. Rangnick hanya menjadi manajer sementara sebelum direncanakan naik ke peran konsultan, rencana yang akhirnya tak pernah terwujud.
Man United finis keenam, terpaut 13 poin dari zona Liga Champions. Di luar lapangan, pernyataan Rangnick soal perlunya “operasi jantung terbuka” di klub justru dianggap terlalu jujur dan tak disukai hierarki internal.
4. Erik ten Hag, Trofi yang Menutupi Masalah
Erik ten Hag sebenarnya hampir dipecat setelah mencatat finis terburuk United di era Premier League. Namun, kemenangan mengejutkan di final FA Cup atas Manchester City menyelamatkan posisinya.
Musim panas berikutnya diwarnai optimisme, tetapi performa tim justru stagnan, bahkan memburuk. Kekalahan kandang dari Tottenham menjadi simbol hilangnya kepercayaan publik Old Trafford.
Secara statistik, dua trofi dalam dua musim terlihat solid. Namun, permainan di lapangan dan inkonsistensi hasil membuat pemecatan Ten Hag terasa tak terhindarkan.
3. Louis van Gaal, Trofi Pertama Pasca-Ferguson
Louis van Gaal dikenang sebagai sosok penuh warna. Aksinya di pinggir lapangan dan konferensi pers kerap menjadi hiburan tersendiri di Premier League.
Sayangnya, gaya mainnya jauh dari kata menarik. Pendekatan penguasaan bola yang terlalu hati-hati membuat United sering tampil tumpul.
Meski demikian, Van Gaal mempersembahkan FA Cup, trofi pertama United setelah era Ferguson. Ironisnya, ia dipecat hanya beberapa saat setelah mengangkat piala di Wembley.
2. Ole Gunnar Solskjaer, Era Paling Menyenangkan
Ole Gunnar Solskjaer mungkin tak sempurna, tetapi di bawah asuhannya United memainkan sepak bola terbaik pasca-Ferguson. Serangan balik cepat dan comeback dramatis menjadi ciri khas.
Ia memaksimalkan potensi Bruno Fernandes dan menghidupkan kembali performa sejumlah pemain. Periode 20 menit “menggila” dalam banyak laga menjadi tontonan khas United era ini.
Solskjaer akhirnya tumbang pada November 2021, tetapi banyak pendukung masih mengingat masanya sebagai periode paling menyenangkan setelah kepergian Ferguson.
1. Jose Mourinho, Standar Emas Pasca-Ferguson
Jose Mourinho berdiri paling atas dalam daftar ini. Ia adalah manajer tersukses Manchester United sejak 2013, terlepas dari gaya bermain yang sering menuai kritik.
Musim pertamanya menghadirkan Carabao Cup dan Liga Europa, memastikan tiket Liga Champions. Musim berikutnya, finis kedua di liga disebut Mourinho sebagai pencapaian terbesar dalam kariernya.
Hubungan Mourinho dengan klub akhirnya memburuk di musim ketiga. Namun, warisannya jelas, bahwa tidak ada manajer pasca-Ferguson yang mampu menyamai efektivitas dan konsistensi hasil yang ia berikan di Old Trafford.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 14:55Pedas! Gary Neville Tuding Bruno Fernandes Sebagai 'Pengkhianat'
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 14:52Unai Emery Tutup Pintu untuk Gabung Manchester United
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 14:42Michael Carrick Pimpin Sesi Latihan MU Hari Ini, Gak Jadi Dipecat?
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 13:42Michael Carrick Selamat dari Pemecatan, Manchester United Masih Beri Kesempatan
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 19:00Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 18:39Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 18:30Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
BERITA LAINNYA
-
inggris 27 Oktober 2026 14:55Pedas! Gary Neville Tuding Bruno Fernandes Sebagai 'Pengkhianat'
-
inggris 27 Oktober 2026 14:52Unai Emery Tutup Pintu untuk Gabung Manchester United
-
inggris 27 Oktober 2026 14:42Michael Carrick Pimpin Sesi Latihan MU Hari Ini, Gak Jadi Dipecat?
-
inggris 27 Oktober 2026 14:22Mikel Arteta Ingatkan Arsenal, Fleetwood Town Bisa Jadi Ancaman di Carabao Cup
-
inggris 27 Oktober 2026 14:02Prediksi Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
-
inggris 27 Oktober 2026 13:42Michael Carrick Selamat dari Pemecatan, Manchester United Masih Beri Kesempatan
SOROT
-
Liputan6 27 Oktober 2026 18:48Ada Demo Sumpah Pemuda Besok, TNI-Polri Kawal Jakarta
-
Liputan6 27 Oktober 2026 17:41Cak Imin: MBG Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja
-
Liputan6 27 Oktober 2026 17:28DPR Wanti-wanti Potensi Kepentingan Asing di RUU Perampasan Aset
-
Liputan6 27 Oktober 2026 16:17DPR Soroti Kasus Montir Dicatut Jadi Pemilik McLaren
-
Liputan6 27 Oktober 2026 15:19Prabowo Panggil Kepala BRIN, Riset Penanganan Kebakaran Hutan Dibahas
-
Liputan6 27 Oktober 2026 15:15Cak Imin Tanggapi Isu BPJS Kesehatan Diganti Klinik KDMP
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3615998/original/074288400_1635414615-20211028-Aksi-Mahasiswa-Dan-Buruh-Peringati-Hari-Sumpah-Pemuda-FANANI-12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511551/original/045597200_1771912531-SPPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356106/original/025282300_1790153036-85d3e4f0-6ca9-48a2-bdad-4b5d189bfb54.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382614/original/000993500_1793003285-IMG-20261026-WA0019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383494/original/044750700_1793089062-IMG-20261027-WA0030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383487/original/062982100_1793088940-1000799696.jpg)

