Retak dari Dalam, Inilah Kronologi Lengkap Kepergian Enzo Maresca dari Chelsea

Retak dari Dalam, Inilah Kronologi Lengkap Kepergian Enzo Maresca dari Chelsea
Enzo Maresca saat berdiri di pinggir lapangan di laga Chelsea melawan Bournemouth di Liga Inggris, 31 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Enzo Maresca resmi berpisah dengan Chelsea setelah pembicaraan intens antara kedua pihak dalam 24 jam terakhir. Keputusan ini menutup periode penuh gejolak yang berkembang cepat sejak pertengahan Desember.

Situasi memburuk sejak komentar publik Maresca yang menyebut 48 jam terburuk sejak ia bergabung dengan klub. Ucapan tersebut, yang kala itu tampak emosional, belakangan dianggap sebagai awal dari keretakan yang tak lagi bisa diperbaiki.

Dalam rentang kurang dari tiga pekan, hubungan Maresca dengan klub berubah drastis. Tekanan hasil, dinamika internal, dan komunikasi yang memburuk akhirnya membawa Chelsea pada keputusan berpisah di tengah musim.

1 dari 4 halaman

Komentar Publik yang Mengubah Arah Hubungan

Komentar Publik yang Mengubah Arah Hubungan

Pelatih Chelsea, Enzo Maresca. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Ketegangan mulai terasa jelas setelah kemenangan 2-0 atas Everton pada 13 Desember. Seusai laga itu, Maresca melontarkan komentar yang membuat petinggi klub terkejut dan kebingungan.

“Sejak saya bergabung dengan klub, 48 jam terakhir adalah yang terburuk karena banyak orang tidak mendukung kami.”

Sebagian petinggi Chelsea mengaku tidak memahami maksud pernyataan tersebut. Yang lain mempertanyakan mengapa Maresca memilih meluapkan frustrasi lewat media, bukan secara internal.

2 dari 4 halaman

Konflik Internal dan Gangguan Fokus Tim

Konflik Internal dan Gangguan Fokus Tim

Pelatih Chelsea, Enzo Maresca (kiri), bersama pemain Chelsea, Pedro Neto (7), dan pemain Bournemouth, Antoine Semenyo, (24), usai laga Premier League Chelsea vs Bournemouth, 30 Desember 2025 (c) AP Photo/Kin Cheung

Di balik layar, hubungan Maresca dengan departemen medis klub juga memburuk. Mantan pelatih kepala itu disebut beberapa kali menurunkan pemain bertentangan dengan rekomendasi tim medis, yang memicu ketegangan di internal klub.

Masalah lain muncul ketika perwakilan Maresca melakukan kontak dengan Manchester City, di tengah kemungkinan Pep Guardiola hengkang pada musim panas. Maresca melaporkan kontak tersebut kepada Chelsea sesuai kontraknya.

Namun, pihak klub menilai komunikasi itu sebagai gangguan yang tidak perlu di tengah fase krusial musim. Situasi ini mempertebal kesan bahwa fokus Maresca dan klub mulai berjalan di jalur berbeda.

3 dari 4 halaman

Tekanan Publik dan Keputusan Tak Terelakkan

Di lapangan, tekanan juga datang dari tribun. Dalam hasil imbang melawan Bournemouth, suporter tuan rumah mencemooh keputusan Maresca menarik Cole Palmer pada menit ke-63.

Sebagian pendukung melantangkan chant bernada protes, meski Maresca saat itu bermaksud melindungi Palmer yang bebannya dikelola akibat cedera pangkal paha yang rumit. Momen itu menandai perubahan sikap publik Stamford Bridge.

Beberapa hari kemudian, Behdad Eghbali bersama dua direktur olahraga klub melakukan debrief rutin di pinggir lapangan.

Pertemuan itu menjadi yang terakhir bagi Maresca, sebelum pembicaraan lanjutan keesokan harinya mengarah pada kesimpulan bahwa posisinya sudah tidak bisa dipertahankan.

4 dari 4 halaman

Pencarian Pelatih Baru Dimulai

Dengan kepergian Maresca, Chelsea kini memulai proses pencarian pelatih kepala baru. Liam Rosenior, yang saat ini menangani Strasbourg, klub lain di bawah kepemilikan BlueCo, disebut sebagai favorit awal.

Sementara itu, nama Cesc Fabregas dan Roberto De Zerbi dilaporkan tidak masuk dalam pertimbangan saat ini. Klub bergerak dengan hati-hati, menyusul dinamika internal yang baru saja mereka lewati.

Keputusan ini menandai akhir singkat namun padat dari era Enzo Maresca di Stamford Bridge, sebuah periode yang dimulai dengan optimisme, namun berakhir di jalan buntu.