Revolusi Taktik di Balik Kemenangan Man City Atas Newcastle: Saat Double Pivot dan False Eight Jadi Kunci

Revolusi Taktik di Balik Kemenangan Man City Atas Newcastle: Saat Double Pivot dan False Eight Jadi Kunci
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Manchester City menjaga asa juara Liga Inggris setelah menaklukkan Newcastle United 2-1 di Stadion Etihad, Minggu (22/2/2026) dini hari kemarin WIB. Laga berjalan ketat sejak awal dengan intensitas tinggi. Tim asuhan Josep Guardiola harus bekerja keras sebelum memastikan tiga poin.

Secara statistik, pertandingan terlihat seimbang. Kedua tim sama-sama mencatat tujuh tembakan tepat sasaran dan lima sepak pojok. Namun City lebih klinis dengan xG 1,36, sedangkan Newcastle hanya 0,58.

Kemenangan ini tak lepas dari eksperimen berani Guardiola. Ia mengubah struktur tim sejak menit pertama. Peran winger murni dihilangkan dan diganti dengan penumpukan pemain ofensif di tengah.

Pertarungan taktik pun tak terhindarkan. Guardiola dan Eddie Howe saling membaca permainan sepanjang laga. Ada empat poin penting yang menonjol dari kemenangan krusial ini.

Evolusi Ekstrem Formasi Manchester City

Evolusi Ekstrem Formasi Manchester City

Skuad Manchester City merayakan gol Nico OReilly ke gawang Newcastle, Minggu (22/02/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Jon Super

Guardiola kembali menunjukkan keberaniannya merombak sistem di fase genting musim ini. Ia meninggalkan pola konvensional dengan winger tradisional. Keputusan itu langsung mengubah wajah permainan Man City.

Lebar serangan kini bertumpu pada bek sayap. Di tengah, Rodri dan Bernardo Silva beroperasi sebagai double pivot. Struktur serangan mereka fleksibel dan terus bergerak.

Antoine Semenyo dan Nico O’Reilly dipasang sebagai dua gelandang nomor delapan. Mereka berdiri di belakang Omar Marmoush dan Erling Haaland. Dalam situasi tertentu, formasi berubah menjadi dua penyerang bayangan atau satu striker yang turun membantu sirkulasi bola.

Skema ini membuat Newcastle kesulitan menebak arah serangan. Pergerakan antarlini City terasa cair. Inovasi seperti ini memang kerap muncul saat Guardiola memasuki fase penentuan gelar.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 1 Maret 2026
Leeds United Leeds United
00:30 WIB
Man City Man City
UEFA Champions League UEFA Champions League | 25 Februari 2026
Newcastle Newcastle
03:00 WIB
Qarabag Qarabag

Nico OReilly: Permata Baru Akademi

Nico OReilly: Permata Baru Akademi

Selebrasi Nico OReilly usai mencetak gol di laga Manchester City melawan Newcastle, 22 Februari 2026. (c) AP Photo

Nico O’Reilly menjadi bintang kemenangan malam itu. Gelandang muda tersebut mencetak dua gol penting. Ia tampil percaya diri di tengah tekanan persaingan.

Gol pertama lahir pada menit ke-14 lewat sepakan terarah memanfaatkan umpan Marmoush. Newcastle sempat menyamakan skor melalui Lewis Hall. Namun O’Reilly kembali membawa City unggul pada menit ke-27 lewat sundulan menyambut umpan silang Haaland.

Musim ini menjadi perjalanan adaptasi baginya. Ia sempat dimainkan sebagai bek kiri darurat saat Rayan Ait-Nouri cedera. Setelah Ait-Nouri kembali, O’Reilly bertransformasi menjadi gelandang tengah yang vital.

Posturnya tinggi dan kuat. Teknik individunya juga rapi. Ia nyaman bermain di ruang sempit dan piawai mencari celah di lini lawan.

Erling Haaland Mulai Kembali Mengancam

Erling Haaland Mulai Kembali Mengancam

Pemain Manchester City, Erling Haaland, berlari mengejar bola dalam pertandingan Premier League melawan Newcastle, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Jon Super

Erling Haaland memang tak mencetak gol dalam laga ini. Namun perannya jauh lebih luas dari sekadar penyelesai akhir. Ia terlibat aktif dalam berbagai fase permainan.

Haaland tak lagi hanya menunggu di kotak penalti. Ia berani menusuk sendiri dan membuka ruang bagi rekan setimnya. Pergerakannya membuat lini belakang Newcastle tak bisa fokus pada satu titik.

Perubahan ini mulai terlihat sejak laga melawan Liverpool beberapa waktu lalu. Ia tampak lebih tajam dan penuh determinasi. Fokusnya kini bukan hanya mencetak gol, tetapi juga memengaruhi ritme permainan.

Di babak kedua, kontribusinya terasa saat bertahan. Ia memenangi duel udara dan membantu menghalau bola mati. Detail kecil itu ikut menjaga keunggulan City.

Pergeseran Hierarki di Jantung Pertahanan

Pergeseran Hierarki di Jantung Pertahanan

Perebutan bola antara pemain Newcastle, William Osula dengan pemain Manchester City, Abdukodir Khusanov di laga Liga Inggris, 22 Februari 2026. (c) AP Photo/Jon Super

Lini belakang City juga mengalami dinamika menarik. Nama Abdukodir Khusanov kembali mencuat. Ia perlahan menantang posisi bek senior.

Sebelumnya, Khusanov sempat membangun duet solid dengan Marc Guehi. Cedera membuatnya absen saat melawan Liverpool dan digantikan Ruben Dias. Sejak itu, Dias kembali rutin menjadi starter.

Namun performa Khusanov musim ini terlalu konsisten untuk diabaikan. Saat menghadapi Newcastle, kecepatan Dias dalam mengantisipasi serangan balik mulai terekspos. Guardiola kemudian menariknya keluar saat jeda karena sudah mengantongi kartu kuning.

Khusanov masuk dan tampil tenang di babak kedua. Ia cepat dalam transisi dan rapi saat mengalirkan bola. Gaya mainnya terasa lebih selaras dengan pendekatan direct yang kini diusung City.