
Bola.net - - Sebuah studi dilakukan oleh ESPN, Intel, dan University of Bath untuk menentukan tim yang paling beruntung di Premier League musim lalu. Ada beberapa parameter yang dipakai untuk menentukan 'keberuntungan' dalam studi ini.
Berikut adalah parameter yang dipakai untuk menilai keberuntungan sebuah tim:
Gol yang harusnya dianulir.
Gol yang dianulir tapi harusnya sah.
Penalti yang harusnya tak diberikan.
Penalti yang harusnya diberikan, tetapi tidak diberikan.
Kartu merah yang seharusnya tidak diberikan.
Kartu merah yang harusnya diberikan tetapi luput dari pengawasan wasit.
Gol yang dicetak setelah injury time harusnya habis.
Gol yang terjadi karena berbelok arah setelah benturan tak disengaja.
Setelah ada insiden yang teridentifikasi, hasil akhir pertandingan akan berubah. Selain dengan insiden yang terjadi, hasil alternatif ini diprediksi menggunakan faktor-faktor seperti kekuatan tim, performa dalam beberapa pertandingan terakhir, serta faktor tuan rumah.
Contoh yang dipakai adalah laga antara Liverpool melawan Manchester United di Anfield pada 14 Oktober 2017 yang berakhir dengan skor 0-0. Dalam laga itu, Liverpool harusnya mendapatkan penalti pada menit ke-63. Dalam simulasi, Liverpool harusnya bisa menang 1-0.

Setelah semua pertandingan dianalisis dan proses simulasi selesai, didapat lah hasil akhir berupa klasemen akhir alternatif. Setiap tim juga diberi index keberuntungan. +1 berarti sangat beruntung, 0 berarti berimbang, dan -1 berarti sangat tidak beruntung. Ada banyak perubahan yang terjadi, berikut adalah beberapa contoh besarnya.
Liverpool Paling Sial

Liverpoo di bawah asuhan Jurgen Klopp bisa menunjukkan permainan yang memikat nan mematikan musim lalu. Salah satu faktor terbesarnya adalah ketajaman pemain baru mereka; Mohamed Salah. Bintang asal Mesir itu memecahkan banyak sekali rekor pada musim pertamanya di Liverpool.
Permainan Liverpool yang eye catching, terutama di lini depan, ternyata tidak dibarengi dengan keberuntungan. Menurut studi ini, Liverpool harusnya bisa mendapatkan 12 poin lebih banyak dari yang mereka dapat di Premier League (75 poin). Ada 14 insiden yang di-review dan Liverpool harusnya bisa finis di peringkat dua klasemen akhir dengan 87 poin.
Salah satu pertandingan paling menentukan adalah laga melawan Tottenham di Anfield yang berakhir 2-2. Spurs mendapatkan dua penalti aneh (diving Harry Kane dan keputusan kontroversial asisten wasit yang memberikan penalti di injury time). Liverpool harusnya bisa meriah tiga poin penuh dalam pertandingan itu.
Man United Paling Beruntung

Jose Mourinho mungkin lebih dikenal sebagai pelatih yang paling banyak mengeluh di Inggris. Sindiran-sindiran khas Mourinho terhadap kinerja wasit selalu menjadi santapan hangat media setempat. Sepanjang kariernya di Inggris, Mou sudah beberapa kali bermasalah karena kebiasaan mengkritik wasit itu.
Namun dalam studi ini, Man United ternyata terbukti sebagai klub yang paling beruntung. Dari 16 insiden yang dianalisis, poin Man United ditengarai harus berkurang enam poin. Jika itu terjadi, mereka harusnya finis di posisi empat, bukan posisi dua.
Salah satu contoh pertandingan yang mencerminkan keberuntungan United adalah saat mereka menjamu Brighton pada November 2017. Kala itu United menang 1-0 lewat gol bunuh diri Lewis Dunk. Setelah United mendapatkan sepak pojok kontroversial, Ashley Young menguasai bola di luar kotak penalti. Tembakan Young membentur Dunk dan masuk ke gawang Brighton, menjadi gol kemenangan tuan rumah.
Stoke Harusnya Tak Terdegradasi

Keberuntungan, atau kesialan, tentu saja memberikan pengaruh kepada semua tim. Bukan cuma di papan atas yang memperebutkan gelar juara dan tiket ke Eropa, pertarungan di papan bawah untuk menghindari degradasi juga turut terpengaruh.
Stoke City terdegradasi dari Premier League karena cuma mengumpulkan 33 poin saja. Tapi dalam studi ini, mereka harusnya bisa mendapatkan empat poin lebih banyak dari insiden-insiden sepanjang musim. Seandainya hal itu terjadi, Stoke harusnya bisa bertahan di premier League. Poin mereka memang sama dengan Huddersfield (37 poin), tapi Stoke unggul selisih gol.
Stoke harusnya bisa meraih hasil imbang1-1 melawan Crystal Palace pada 5 Mei (Stoke kalah 1-2). Mereka juga harusnya menang 1-0 saat berhadapan dengan leicester, tapi harus puas dengan hasil imbang 1-1.
Brighton Rugi Besar

Chris Hugton mampu memimpin Brighton & Hove Albion menjalani musim pertama dalam sejarah mereka di Premier League dengan sangat baik. Bagi tim promoso seperti The Seagulls, target mereka tentu tidak muluk dan hanya ingin bertahan di kasta tertinggi sepakbola Inggris saja.
Kinerja apik Brighton di akhir-akhir musim membuat mereka bisa finis nyaman di peringkat 15 klasemen akhir. Tapi Brighton harusnya bisa finis enam peringkat lebih tinggi, di posisi 9.
Sekilas memang terlihat sepele, posisi 15 dan 9 sama-sama aman dari degradasi dan tak memberikan hadiah lolos ke Eropa. Tapi bagi klub kecil sekelas Brighton, kenaikan itu bisa berdampak besar.
Setiap klub di Premeir League mendapatkan hampir dua juta euro untuk setiap posisi yang lebih tinggi di klasemen akhir. Artinya, Brighton harusnya mendapatkan dana tambahan 12 juta euro atas prestasi mereka. Meski terlihat kecil untuk ukuran Inggris, tapi bagi Brighton, dana itu bisa memberikan bantuan besar bagi mereka untuk mengarungi musim ini.
Video Menarik Asian Games

[initial]
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 22 Juli 2026 20:35Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
-
Piala Dunia 22 Juli 2026 16:47Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 22 Juli 2026 20:35Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
BERITA LAINNYA
-
inggris 22 Juli 2026 20:35Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
-
inggris 22 Juli 2026 14:00Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
-
inggris 22 Juli 2026 11:01Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
-
inggris 22 Juli 2026 10:31Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
SOROT
-
Liputan6 22 Juli 2026 20:5652 Warga Tanggamus Keracunan Usai Makan Bubur Sumsum
-
Liputan6 22 Juli 2026 20:56Pasar Ciputat Kebakaran
-
Liputan6 22 Juli 2026 20:39Kapal Terbakar di Muara Baru
-
Liputan6 22 Juli 2026 20:29Strategi BGN Benahi Tata Kelola MBG
-
Liputan6 22 Juli 2026 20:19Menengok Stasiun MRT Monas, Bakal Ada Ruang Seni dan Pameran Edukasi
-
Liputan6 22 Juli 2026 20:16Menko Yusril: Tugas Utama Jampidsus Baru Selesaikan Kasus Febrie
MOST VIEWED
Jadi Rekrutan Keempat, Manchester United Tawarkan Jalur 'Fast Track' untuk Tynan Thompson
Inikah Gelandang Ketiga yang akan Dibeli Manchester United di Musim Panas 2026?
5 Pemain Manchester United yang Tampil Menjanjikan Lawan Wrexham
Here We Go! Chelsea Pecahkan Rekor Transfer untuk Boyong Morgan Rogers
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304658/original/011778900_1784728642-Kapolres_Tanggamus__AKBP_Rahmad_Sujatmiko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304657/original/074226000_1784728597-Screenshot_20260722_203816_Instagram_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304644/original/062447200_1784727579-IMG_2429.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4669428/original/019485600_1701341322-20231130-Ketut-Sumedana-Faizal-D.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304632/original/040698100_1784726406-IMG_2470.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480209/original/055827300_1769049427-53be1b51-4a07-4337-a7d7-3ea2480321b2.jpg)

