
Bola.net - Pep Guardiola akan meninggalkan Manchester City setelah satu dekade penuh kesuksesan di Stadion Etihad. Namun warisan pelatih asal Spanyol itu tidak hanya diukur dari 20 trofi yang berhasil ia persembahkan.
Sejak tiba di Inggris pada 2016, Guardiola langsung membawa pendekatan taktik yang berbeda dibanding mayoritas pelatih Premier League saat itu. Gaya bermain berbasis penguasaan bola miliknya perlahan mengubah arah perkembangan sepak bola Inggris.
Pengaruh Guardiola juga terlihat dari keberhasilan para mantan asistennya dan murid-muridnya di berbagai klub besar Eropa. Mikel Arteta membawa Arsenal juara Premier League, sementara Enzo Maresca sukses mempersembahkan trofi untuk Chelsea.
Xabi Alonso yang pernah bermain di bawah Guardiola di Bayern Munchen kini juga berkembang menjadi salah satu pelatih elite Eropa. Vincent Kompany pun berhasil membawa Bayern tampil dominan di Bundesliga setelah belajar banyak selama menjadi kapten Manchester City.
Lebih dari sekadar gelar juara, Guardiola meninggalkan fondasi taktik baru di Premier League. Berikut tujuh inovasi terbesar Pep Guardiola yang merevolusi sepak bola Inggris.
1. Gaya Bermain Berbasis Penguasaan Bola

Pep Guardiola membawa perubahan besar terhadap gaya bermain di Premier League sejak kedatangannya ke Inggris. Sebelum itu, hanya beberapa pelatih yang mulai mencoba meniru filosofi penguasaan bola ala Barcelona.
Namun perubahan taktik menjadi jauh lebih terasa setelah Guardiola menangani Manchester City. Statistik menunjukkan dominasi jumlah operan sukses meningkat drastis pada era tersebut.
Filosofi permainan Guardiola dibangun lewat umpan pendek cepat dan pergerakan terstruktur antar pemain. Pendekatan itu merupakan pengembangan dari konsep sepak bola milik Johan Cruyff.
City kemudian mendominasi penguasaan bola, wilayah permainan, dan persaingan liga. Tidak butuh waktu lama sebelum banyak tim lain mencoba mengikuti pendekatan serupa.
2. Memopulerkan Kiper yang Jago Mengalirkan Bola

Pep Guardiola membuat keputusan besar pada awal kariernya di Inggris dengan mengganti Joe Hart. Ia kemudian mendatangkan Claudio Bravo sebelum akhirnya memilih Ederson sebagai kiper utama.
Pergantian tersebut menjadi simbol perubahan filosofi permainan di Manchester City. Guardiola mulai menempatkan kemampuan distribusi bola sebagai kualitas utama seorang penjaga gawang.
Pada masa itu, pendekatan seperti ini masih belum umum di Premier League. Banyak tim juara sebelumnya masih mengandalkan kiper tradisional seperti David de Gea dan Kasper Schmeichel.
Kini situasinya berubah total di sepak bola modern. Hampir semua penjaga gawang elite dituntut nyaman bermain dengan bola di kaki mereka.
3. Merevolusi Peran Full-Back

Pep Guardiola melakukan banyak inovasi taktik di posisi full-back sepanjang karier kepelatihannya. Salah satu yang paling terkenal adalah penggunaan inverted full-back yang bergerak masuk ke area tengah.
Konsep tersebut pertama kali benar-benar berkembang saat ia melatih Bayern Munich. Ketika pindah ke Manchester City, sistem itu semakin populer lewat pemain seperti Oleksandr Zinchenko dan Fabian Delph.
Namun Guardiola tidak berhenti pada satu pendekatan saja. Ia kembali mengubah sistem dengan memainkan empat bek tengah kuat saat meraih treble pada musim 2022/23.
Pemain seperti Kyle Walker juga sering bergerak menjadi bagian dari tiga bek dalam formasi fleksibel 3-2-5. Belakangan, pemain seperti Nico O'Reilly bahkan diberi peran menyerupai gelandang nomor delapan dari posisi full-back.
4. Mengubah Peran Gelandang Nomor Delapan

Pep Guardiola membangun sistem 4-3-3 khasnya dengan pendekatan yang berbeda dari tradisi Inggris. Ia memainkan dua gelandang kreatif kecil dan lincah di depan gelandang bertahan.
Pemain seperti David Silva, Bernardo Silva, dan Ilkay Gundogan menjadi bagian penting dalam sistem tersebut. Mereka bergerak bebas sebagai pengatur permainan di kedua sisi lini tengah.
Pada awalnya, banyak pihak meragukan kombinasi dua playmaker mungil bisa berhasil di Premier League. Sepak bola Inggris saat itu lebih identik dengan gelandang kuat dan fisik.
Namun keraguan itu perlahan hilang berkat dominasi Manchester City. Guardiola juga terus menemukan cara untuk melindungi gelandang bertahan seperti Fernandinho dan Rodri.
5. Melahirkan Konsep Box Midfield

Setelah era dua gelandang nomor delapan kreatif, Pep Guardiola kembali menghadirkan inovasi baru di Manchester City. Sejak 2021, timnya mulai identik dengan formasi 3-2-5 atau yang dikenal sebagai box midfield.
Sistem itu membentuk kotak di lini tengah melalui dua gelandang lebih dalam dan dua pemain yang bergerak lebih maju. Pendekatan tersebut memberi City kontrol besar dalam penguasaan bola dan progresi serangan.
Salah satu kejutan terbesar datang dari penggunaan John Stones dalam peran hybrid. Bek tengah Inggris itu sering naik ke lini tengah saat tim menguasai bola.
Perubahan taktik tersebut menjadi titik penting dalam musim 2022/23. City berhasil menyalip Arsenal dalam perebutan gelar sebelum akhirnya meraih treble bersejarah.
6. Menjuarai Liga Tanpa Penyerang Murni

Pep Guardiola dikenal sebagai pelatih yang mempopulerkan konsep false nine sejak melatih Barcelona. Saat itu, ia mengubah posisi Lionel Messi menjadi penyerang tengah semu.
Ketika melatih Manchester City, Guardiola awalnya masih mengandalkan striker murni seperti Sergio Aguero. Namun pendekatan tersebut berubah drastis beberapa tahun kemudian.
Pada musim juara 2020/21 dan 2021/22, City sering bermain tanpa penyerang tengah tradisional. Guardiola menggunakan pemain seperti Kevin De Bruyne, Phil Foden, dan Ilkay Gundogan sebagai false nine.
Pendekatan itu dianggap sangat tidak biasa untuk standar Premier League saat itu. Meski tanpa striker murni, City tetap mampu mendominasi dan meraih gelar liga.
7. Beralih ke Sepak Bola yang Lebih Direct

Pep Guardiola kembali melakukan perubahan besar dalam pendekatan taktiknya beberapa musim terakhir. Kali ini, ia justru bergerak menjauh dari sebagian ide yang sebelumnya ia populerkan sendiri.
Banyak konsep permainan penguasaan bola miliknya mulai ditiru hampir semua tim di Premier League. Situasi itu membuat Guardiola mencari cara baru agar tetap unggul dibanding para pesaingnya.
Kehadiran Erling Haaland menjadi simbol perubahan tersebut di Manchester City. City mulai bermain lebih langsung dan tidak lagi terlalu bergantung pada konsep false nine.
Perubahan juga terlihat dari profil pemain sayap dan penjaga gawang yang digunakan Guardiola. Semua itu memperlihatkan bahwa inovasi terbesar Guardiola adalah kemampuannya terus beradaptasi dan menemukan ide baru.
Sumber: Premier League
Klasemen Premier League
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 25 Agustus 2026 10:44Juventus Cemas, Kenan Yildiz Terancam Absen 2 Bulan Usai Cedera Lawan Frosinone
-
Liga Inggris 25 Agustus 2026 10:04Newcastle Sepakat Rekrut Nico Gonzalez dari Manchester City
-
Liga Inggris 25 Agustus 2026 09:47Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
-
Liga Italia 25 Agustus 2026 09:24Juventus Capai Kesepakatan Rekrut Kamil Grabara dari Wolfsburg
-
Liga Inggris 25 Agustus 2026 08:44Manchester City Sepakat Datangkan Allan Elias dari Palmeiras
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 25 Agustus 2026 10:44Juventus Cemas, Kenan Yildiz Terancam Absen 2 Bulan Usai Cedera Lawan Frosinone
-
Liga Inggris 25 Agustus 2026 10:04Newcastle Sepakat Rekrut Nico Gonzalez dari Manchester City
-
Liga Italia 25 Agustus 2026 09:59Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
-
Liga Spanyol 25 Agustus 2026 09:52Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
-
Liga Inggris 25 Agustus 2026 09:47Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
-
Liga Italia 25 Agustus 2026 09:24Juventus Capai Kesepakatan Rekrut Kamil Grabara dari Wolfsburg
BERITA LAINNYA
-
inggris 25 Agustus 2026 10:04Newcastle Sepakat Rekrut Nico Gonzalez dari Manchester City
-
inggris 25 Agustus 2026 09:47Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
-
inggris 25 Agustus 2026 08:44Manchester City Sepakat Datangkan Allan Elias dari Palmeiras
-
inggris 25 Agustus 2026 08:045 Pelajaran Chelsea vs Fulham: Cole Palmer Bersinar dalam Debut Impian Xabi Alonso
-
inggris 25 Agustus 2026 07:24Xabi Alonso Bela Robert Sanchez Usai Bikin 2 Blunder Kontra Fulham
-
inggris 25 Agustus 2026 06:44Xabi Alonso Kirim Pujian untuk Chelsea Usai Menang di Markas Fulham
SOROT
-
Liputan6 25 Agustus 2026 10:14Prabowo Luncurkan Program PLTS 100 GW di Bali Hari Ini
-
Liputan6 25 Agustus 2026 09:36RUU Perampasan Aset Ditargetkan Rampung Desember 2026
-
Liputan6 25 Agustus 2026 09:17Kronologi Taksi Hijau Tertemper KRL Tanah Abang-Karet
-
Liputan6 25 Agustus 2026 08:30Seskab Teddy: 11.567 Personel hingga 20 Ekskavator Tangani Kebakaran Hutan Sumsel
-
Liputan6 25 Agustus 2026 08:07Kapal Induk Pertama RI Mulai Berlayar ke Indonesia
-
Liputan6 25 Agustus 2026 07:29Atasi Kebakaran Hutan RI, Malaysia Bakal Kolaborasi Modifikasi Cuaca
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323912/original/057154900_1786680755-pid4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4490122/original/016962100_1688451308-20230704-Wakil-Ketua-Komisi-III-DPR-Habiburokhman-Faizal-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332008/original/003067400_1787625114-WhatsApp_Image_2026-08-25_at_09.23.51.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4576892/original/052115000_1694769330-20230915-Ganasnya_Kebakaran_Hutan-AFP_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302427/original/030009100_1784547387-kapal-induk-bekas-italia-giuseppe-garibaldi-1757413589729_169.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2914760/original/000288800_1568789374-20190918-Kabut-Asap-Malaysia-Singapura-4.jpg)

