3 Cara Amorim Maksimalkan Potensi Ramos di Milan: Umpan Silang, Kecepatan, Formasi

3 Cara Amorim Maksimalkan Potensi Ramos di Milan: Umpan Silang, Kecepatan, Formasi
Pemain AC Milan, Goncalo Ramos (c) Instagram/acmilan

Bola.net - Goncalo Ramos menjadi salah satu tambahan besar AC Milan, tetapi kontribusinya di depan gawang belum sesuai harapan. Sistem Ruben Amorim memang mendapat manfaat dari etos kerja sang penyerang, tetapi produktivitas tim masih perlu ditingkatkan.

Ramos dikenal sebagai striker yang rajin bergerak dan bersedia bekerja untuk kepentingan tim. Namun, kecenderungannya turun terlalu jauh membuat perannya sebagai pemain yang seharusnya berada di kotak penalti menjadi berkurang.

Oleh karena itu, Amorim perlu mencari formula yang membuat Ramos tetap membantu permainan kolektif sekaligus lebih sering berada di posisi untuk mencetak gol. Ada tiga pendekatan yang dapat digunakan untuk mengubah situasi tersebut.

Lebih Sering Memanfaatkan Umpan Silang

Salah satu kekuatan Ramos adalah kemampuan duel udara. Hal itu terlihat dari gol pertamanya secara resmi sebagai pemain Rossoneri yang tercipta melalui umpan Rafael Leao pada Piala Dunia.

Kemampuan tersebut juga sudah terlihat sejak pramusim. Akan tetapi, senjata itu belum banyak digunakan dalam pertandingan Serie A karena Milan masih relatif jarang mengirim bola silang ke kotak penalti.

Milan saat ini berada di peringkat ke-10 dalam jumlah umpan silang ke kotak penalti di Serie A. Dengan meningkatkan suplai dari sisi lapangan, Ramos bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan menggunakan keunggulan dalam duel udara.

Menyerang dengan Kecepatan

Ramos memiliki kemampuan pressing yang menjadi salah satu aset penting dalam sistem Amorim. Ketika bola berhasil direbut, Milan kemudian diharapkan mampu bergerak cepat untuk memberikan ancaman kepada lawan.

Situasi seperti itu pernah muncul ketika menghadapi Venezia. Ramos mendapatkan satu peluang dari skema serangan cepat tersebut, tetapi kesempatan itu belum berhasil dimaksimalkan.

Masalahnya, keinginannya membantu tim terkadang membuat Ramos meninggalkan posisi penyerang. Hanya sekitar 9 persen sentuhannya terjadi di dalam kotak penalti, sebuah angka yang menunjukkan bahwa ia perlu lebih sering berada di area berbahaya.

Perubahan Formasi Bisa Membantu

Ramos juga dapat memperoleh dukungan lebih besar jika Amorim mengubah formasi. Selama ini, ia bermain sebagai ujung trisula, tetapi masih terlihat cukup terisolasi di lini depan.

Formasi 4-2-3-1 dapat memberikan dukungan lebih baik melalui winger yang berorientasi menyerang. Dengan pemain sayap yang lebih aktif membantu serangan, Ramos berpeluang mendapatkan lebih banyak suplai di sekitar kotak penalti.

Perubahan tersebut juga berpotensi menghasilkan lebih banyak penalti. Ramos menjadi penendang penalti baru klub sehingga tambahan peluang dari titik putih dapat membantu meningkatkan jumlah golnya.

Pada akhirnya, Ramos tetap membutuhkan bantuan dari rekan-rekannya. Ia sudah memberikan kontribusi besar dalam sistem melalui pergerakan dan pressing, tetapi Amorim perlu memastikan energi tersebut juga berujung pada kontribusi gol.

Sumber: Sempre Milan

Klasemen