
Bola.net - Inter Milan gagal mengunci kemenangan di kandang sendiri. Hasil imbang 2-2 kontra Napoli di Giuseppe Meazza, Senin (12/1/2026) dini hari, menyisakan penyesalan mendalam bagi pelatih Cristian Chivu.
Sempat unggul dua kali, Nerazzurri harus rela berbagi angka. Kegigihan tim tamu yang menolak menyerah menjadi mimpi buruk bagi tuan rumah.
Gol Federico Dimarco dan penalti Hakan Calhanoglu seolah sia-sia. Scott McTominay selalu punya jawaban instan untuk menyamakan kedudukan bagi Napoli.
Hasil ini jelas lebih baik dari pertemuan Oktober lalu. Kala itu, Napoli sukses membungkam Inter dengan skor telak 3-1.
Chivu pun angkat bicara soal performa anak asuhnya. Ia menyoroti peta persaingan gelar yang kini kian memanas dan terbuka lebar.
Penyesalan dan Pengakuan Chivu

Chivu melihat laga ini sebagai pertarungan dua raksasa sejati. Kedua tim dinilai telah mengerahkan segalanya demi tiga poin, meski hasil akhir berkata lain.
"Saya melihat dua tim kuat yang melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan ini," ujar Chivu kepada DAZN Italia.
Rasa kecewa jelas menyelimuti kubu tuan rumah. Kegagalan mempertahankan keunggulan menjadi sorotan utama sang pelatih dalam evaluasi pasca-laga.
"Ada penyesalan karena kami dua kali memimpin dan tidak menang, tetapi tidak pernah mudah saat menghadapi lawan kuat," imbuhnya.
Namun, Chivu tetap sportif mengakui kualitas lawan. Napoli dinilai layak mendapat kredit karena mentalitas mereka yang terus bertarung hingga peluit akhir.
"Sayang sekali, tapi ini adalah dua tim hebat yang menaikkan level sepak bola modern dan Serie A," tegasnya.
Celah Taktis di Lini Tengah Nerazzurri
Napoli memberikan perlawanan sengit sejak awal babak kedua. Chivu mengakui timnya sempat kesulitan meredam agresivitas lawan selama 20 menit pertama.
Ada celah taktis yang berhasil dimanfaatkan lawan dengan cerdik. Tekanan agresif Napoli membuat formasi Inter terkadang terlalu terbuka saat mencoba membangun serangan.
"Kami tahu Napoli akan agresif, tetapi kami sedikit terpecah," analisis Chivu.
Ia menyoroti pergerakan pemain kunci Napoli di ruang sempit. Koneksi antar lini lawan menjadi masalah utama bagi pertahanan Inter malam itu.
"Mereka bermain sangat baik di ruang sempit dengan McTominay dan Lobotka untuk menemukan Politano atau Elmas di sisi luar," jelasnya.
Kesalahan pressing inilah yang menjadi evaluasi fatal. Namun, penyesuaian yang dilakukan kemudian membuat hasil imbang dianggap cukup adil.
Perang Terbuka Menuju Gelar
Hasil imbang ini menjaga jarak aman Inter di puncak klasemen. Mereka unggul tiga poin dari Milan dan empat poin di atas Napoli.
Namun, ancaman belum berakhir. Juventus dan Roma terus mengintai di belakang dengan selisih poin yang sangat tipis.
"Saya pikir ada empat atau lima tim dalam perburuan gelar ini," kata Chivu mengingatkan.
Jadwal tunda menjadi faktor krusial berikutnya. Laga yang digeser akibat Supercoppa Italiana pekan depan bisa mengubah konstelasi papan atas secara drastis.
"Kami, Napoli, Bologna, dan Milan semuanya memiliki satu pertandingan di tangan. Kami semua tahu ini akan menjadi pertarungan sampai akhir," pungkasnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 17 April 2026 16:09 -
Liga Italia 17 April 2026 13:41Jadwal Serie A Pekan Ini Live di ANTV dan Vidio, 18-21 April 2026
-
Liga Italia 17 April 2026 10:18 -
Liga Italia 17 April 2026 09:39 -
Liga Italia 17 April 2026 09:08
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 17 April 2026 18:20 -
Bola Indonesia 17 April 2026 17:57 -
Liga Champions 17 April 2026 17:30 -
Bundesliga 17 April 2026 17:30 -
Liga Inggris 17 April 2026 17:00 -
Bola Indonesia 17 April 2026 16:52
MOST VIEWED
- Harga Turun dan Status Rafael Leao Tak Lagi Not For Sale: Man United dan Chelsea Antri?
- Kalahkan Como, Dekati Scudetto, Bos Inter Milan Sindir Rival: Takut Juara Bukan DNA Nerazzurri
- Juventus Tetap Jadi Magnet Pemain Top Walau Tanpa Liga Champions, Klaim Bos Bianconeri
- Juventus Takkan Ambil Risiko dengan Kenan Yildiz
HIGHLIGHT
- 5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Di...
- 5 Alternatif Marcus Rashford untuk Barcelona, dari...
- Tottenham Menyusul? 6 Kasus Degradasi Paling Menge...
- 5 Suksesor Mohamed Salah di Liverpool: Yan Diomand...
- 6 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Baru Mohamed Salah...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 5 Mega Transfer yang Wajib Dipantau pada Musim Pan...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/4988446/original/089229300_1730529883-20241102_121958.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558529/original/002347900_1776422803-1001174809.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5243936/original/056184100_1749119164-1000059824__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558382/original/006780800_1776416801-IMG_17616_TNI_Bersama_SAR_Gabungan_Pikul_Jenazah_Helikopter_PK_CFX_Sekadau_Lewat_Rimba_Puntak.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453249/original/070393900_1766473120-WhatsApp_Image_2025-12-23_at_13.54.25.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5558417/original/021369800_1776418053-pertemuan_menhan_indonesia_dan_menhan_jepang.jpeg)

