Christian Pulisic Masih Minim Kontribusi di Tengah Kebangkitan AC Milan

Christian Pulisic Masih Minim Kontribusi di Tengah Kebangkitan AC Milan
Ekspresi Christian Pulisic usai membobol gawang Lecce, Senin (21/9/2026) (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - AC Milan mengawali musim dengan impresif di bawah Ruben Amorim setelah mencatatkan tujuh pertandingan tanpa kekalahan di Serie A. Kemenangan 3-2 atas Atalanta semakin memperkuat optimisme bahwa Rossoneri bisa memperbaiki hasil setelah finis di peringkat kelima musim lalu.

Namun, situasi berbeda dialami Christian Pulisic. Penyerang asal Amerika Serikat itu baru mengoleksi satu gol dan satu assist dalam empat pertandingan setelah sempat dicadangkan pada tiga laga awal akibat cedera yang dialaminya pada musim panas.

Penampilan Pulisic saat menghadapi Atalanta kembali memunculkan pertanyaan tentang perannya di Milan. Di tengah performa tim yang terus membaik, kontribusinya justru belum sebanding dengan pemain lain, sementara posisinya di Timnas Amerika Serikat juga mulai menghadapi ketidakpastian.

Intip ketatnya persaingan Serie A/Liga Italia melalui klasemen Serie A/Liga Italia di sini.

Pulisic Kesulitan Menemukan Performa Terbaik

Pulisic tampil sebagai starter saat Milan menghadapi Atalanta dan bermain selama 75 menit. Namun, ia kesulitan memberikan ancaman berarti, gagal menyelesaikan satu dribel, dan kehilangan penguasaan bola sebanyak empat kali.

Situasi tersebut kontras dengan penampilan Adrien Rabiot yang tampil produktif di lini serang. Gelandang Prancis itu menciptakan empat peluang serta menyumbangkan satu gol dan satu assist.

Laga tersebut juga menjadi pertandingan ketiga secara beruntun di semua kompetisi ketika Pulisic gagal mencatatkan kontribusi gol. Dalam 264 menit bermain di Serie A musim ini, statistiknya juga belum meyakinkan, terutama dalam jumlah tembakan dan kontribusi menyerang per 90 menit.

Posisi di Timnas Amerika Serikat Ikut Terancam

Kesulitan Pulisic di level klub datang pada saat posisinya di Timnas Amerika Serikat juga dipertanyakan. Penampilannya pada musim panas lalu belum memuaskan, sementara cedera yang dialaminya di Piala Dunia 2026 turut mengganggu kiprahnya di turnamen tersebut.

Pulisic tidak masuk dalam kelompok pemain senior yang dipanggil untuk rangkaian laga persahabatan pada September dan Oktober. Dalam empat pertandingan yang berakhir dengan kemenangan bagi AS, sejumlah pemain muda justru berhasil mencuri perhatian.

Cavan Sullivan, Julian Hall, Mathis Albert, dan Adri Mehmeti menunjukkan potensi mereka. Sebastian Berhalter dan Gio Reyna juga tampil menjanjikan, membuat persaingan untuk mendapatkan tempat di tim nasional semakin ketat.

Pelatih Mauricio Pochettino kini menghadapi keputusan penting menjelang perempat final Concacaf Nations League pada November. Jika kembali memanggil Pulisic, ia perlu memastikan sang pemain siap memberikan kontribusi maksimal dalam pertandingan dua leg melawan Haiti.

Yunus Musah Justru Menikmati Kebangkitan

Berbeda dengan Pulisic, rekan setimnya di Milan sekaligus tim nasional, Yunus Musah, justru menunjukkan perkembangan positif di bawah Amorim. Gelandang berusia 23 tahun itu mulai mendapatkan kesempatan bermain secara konsisten setelah dua tahun mengalami kesulitan menjaga kontinuitas penampilan.

Musah juga bermain selama 75 menit saat melawan Atalanta. Ia menyelesaikan 55 dari 56 umpan, melepaskan satu tembakan, dan melakukan empat aksi bertahan dalam penampilan yang seimbang.

Performa tersebut turut memperkuat peluang Musah untuk menjadi bagian penting dalam rencana Pochettino ke depan. Konsistensi bermain di level tertinggi menjadi modal berharga bagi gelandang tersebut dalam menghadapi persaingan di tim nasional.

Bagi Pulisic, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa dirinya masih layak menjadi pemain kunci Milan dan Amerika Serikat. Dengan Piala Dunia 2030 sebagai salah satu target jangka panjang, ia perlu segera meningkatkan kontribusi agar tidak semakin tertinggal dari para pesaingnya.

Sumber: Sports Illustrated

Klasemen