Fiorentina Beri Penghormatan Terakhir Untuk Socrates

Fiorentina Beri Penghormatan Terakhir Untuk Socrates
Socrates (c) AFP
Bola.net - Klub Italia, Fiorentina, memberi penghormatan pada mantan pemainnya, Socrates, yang meninggal dunia pada usia 57 tahun, Minggu (04/12), karena infeksi saluran pencernaan.

Para pemain mengenakan pita hitam dan mengheningkan cipta sebelum memulai pertandingan melawan AS Roma. Socrates bermain di klub tersebut selama setahun pada musim 1984-1985, hanya dua tahun setelah ia menjadi kapten Timnas Brazil pada Piala Dunia 1982. Si Ungu memberi penghormatan padanya melalui situs resmi mereka.

"Untuk dokter yang tidak terlupakan, yang bermain dengan kaus ungu pada 1984/85, memainkan 25 pertandingan dan mencetak enam gol, dan yang akan selalu diingat untuk intelegensi sepak bolanya, ia akan dikenang dengan kasih sayang oleh klub, tim, dan fans Fiorentina," demikian pernyataan Fiorentina.

Rasa hormat juga disampaikan oleh mantan teman satu tim dan lawan-lawannya.

"Saya sungguh bersedih untuk Socrates, ia juga salah satu dari kami," kata Paolo Rossi, pahlawan Italia saat mereka menjuarai Piala Dunia 1982, yang menyingkirkan tim Brazil yang dipimpin Socrates.

"Itu adalah bagian dari sejarah kami yang rusak dan telah pergi." Italia mengalahkan Brazil dengan skor 3-2 di babak penyisihan grup kedua untuk mencapai semi final, di mana Rossi mencetak hat-trick, sementara Socrates mencetak gol pertama Selecao.

"Saya ingat gol yang ia buat melawan (Dino) Zoff, ia berada dalam posisi satu-lawan-satu dan kelihatannya ia tidak dapat meraih bola, ia terlihat lamban, namun sesungguhnya tidak demikian," tambah Rossi.

Giancarlo Antognoni, rekan setim Socrates di Fiorentina dan lawannya pada Piala DUnia 1982, mengutarakan kesedihannya.

"Saya benar-benar merasa sakit, semua orang berharap ia akan lebih baik, dan dapat pulih," ucapnya.

"Saya cedera pada tahun (1984/85) itu, dan tidak banyak bermain, tetapi saya memiliki kenangan yang hebat tentang Socrates." "Ia benar-benar memiliki kepribadian, di atas aturan dengan metodologinya sendiri, jalan hidupnya dan ide-idenya."

"Ia berjuang keras untuk beradaptasi dengan sepak bola kami, namun ia adalah juara sejati, berkelas, (memiliki) karisma dan karakter hebat."

Mantan pelatih Fiorentina saat Socrates bermain di sana, Giancarlo De Sista, juga mengungkapkan kekagumannya pada mantan anak asuhnya tersebut.

"Socrates adalah orang yang benar-benar cerdas, ia memiliki kualitas yang hebat," ucapnya.

"Saya mengingatnya sebagai seorang pembangkang, ia ingin mengetahui semuanya, mengapa ia tidak dapat merokok di bus tim, mengapa ia harus menghadiri retreat pada Sabtu malam sebelum pertandingan."

"Ia adalah seorang cerdas, yang tertarik dengan politik, meskipun ia sedikit terlalu banyak merokok dan minum."

Fans Fiorentina juga memasang spanduk untuk mengenang Socrates, sepanjang pertandingan melawan Roma yang berbunyi: Dokter terbang ke langit dan melakukan back heel berharga untuk Tuhan."

 (afp/lex)

Berita Terkait