Gak Ada Takutnya! Cesc Fabregas Sebut Como Harusnya Bisa Kalahkan Inter Milan

Gak Ada Takutnya! Cesc Fabregas Sebut Como Harusnya Bisa Kalahkan Inter Milan
Selebrasi pemain Como usai melawan Juventus, 22 Februari 2026 lalu. (c) Marco Alpozzi/LaPresse via AP

Bola.net - Como sukses menahan imbang Inter Milan 0-0 pada leg pertama semifinal Coppa Italia, Kamis (5/3/2026) kemarin. Pelatih Cesc Fabregas merasa bangga dengan performa solid anak asuhnya tersebut.

Strategi yang diterapkan Fabregas terbukti ampuh meredam agresivitas sang pemuncak klasemen Liga Italia. Pasukan I Lariani tampil sangat disiplin sepanjang durasi pertandingan berlangsung.

Hasil imbang ini menjaga asa Como untuk lolos ke partai puncak. Pertarungan hidup mati akan ditentukan pada pertemuan kedua tujuh pekan mendatang.

Statistik Mengejutkan Lawan Inter

Statistik Mengejutkan Lawan Inter

Pelatih Como, Cesc Fabregas memberikan instruksi di laga melawan AC Milan, 19 Februari 2026. (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Fabregas menolak anggapan bahwa hasil imbang ini adalah sebuah kegagalan. Baginya, performa Nico Paz dan kolega sudah berada di level tertinggi.

Ia menyoroti betapa sulitnya Inter Milan menembus pertahanan timnya malam itu. Statistik menunjukkan tim tamu sangat kesulitan menciptakan peluang berbahaya di depan gawang.

"Apakah ini peluang yang terlewatkan? Sejujurnya, tidak," ujar Cesc Fabregas.

"Kami punya tiga peluang emas mencetak gol, termasuk lewat Nico Paz," sambungnya.

"Mereka hampir tidak mengancam gawang kami sama sekali semalam. Saya ingin tahu kapan terakhir kali Inter mencatat angka expected goal (xG) cuma 0,07," tegas pelatih asal Spanyol itu.

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 7 Maret 2026
Cagliari Cagliari
21:00 WIB
Como Como
Serie A Serie A | 9 Maret 2026
AC Milan AC Milan
02:45 WIB
Inter Milan Inter Milan

Kualitas di Lini Depan Jadi Evaluasi

Eks bintang Arsenal itu menyayangkan penyelesaian akhir timnya yang kurang tajam. Seharusnya, Como bisa mencetak gol melalui peluang Valle dan Vojvoda.

Masalah utama bukan pada taktik melainkan eksekusi di sepertiga akhir. Fabregas ingin pemain lebih tenang saat berhadapan dengan kiper lawan.

"Ini bukan soal sikap atau taktik permainan tim. Ini murni soal kualitas di momen-momen terakhir depan gawang," akunya jujur.

"Namun setelah 40 tahun, kami akan pergi ke Milan untuk final," tambahnya dengan semangat.

"Apakah itu mustahil? Tidak ada yang mustahil di sepak bola," tegasnya lagi.

Fokus Alih ke Serie A

Kini Como harus segera melupakan euforia di ajang piala domestik. Mereka sudah ditunggu Cagliari dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi Liga Italia.

Fabregas mewaspadai motivasi tinggi tim tamu yang dikenal sangat terorganisir. Ia menaruh rasa hormat besar kepada pelatih lawan, Fabio Pisacane.

"Saya kenal Pisacane dengan sangat baik sekarang ini," kata Fabregas.

"Dia melakukan pekerjaan yang sangat luar biasa di sana," pujinya menutup pembicaraan.