
Bola.net - Gennaro Gattuso kembali menunjukkan sisi lain dari dirinya. Bukan soal taktik atau emosi di pinggir lapangan, tapi soal prinsip. Setelah resmi berpisah dengan Timnas Italia, ia memilih untuk tidak mengambil uang pesangon yang sebenarnya menjadi haknya.
Keputusan ini diambil usai kesepakatan pemutusan kontrak yang rampung pada Jumat lalu. Momen itu datang tak lama setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026, usai kalah adu penalti dari Timnas Bosnia dan Herzegovina.
Hasil tersebut jadi pukulan telak. Italia pun dipastikan absen di Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Sesuatu yang sebelumnya sulit dibayangkan untuk tim sekelas Gli Azzurri yang merupakan pemegang 4 gelar Piala Dunia.
Situasi ini juga memicu efek domino di tubuh federasi. Sejumlah nama penting seperti Gabriele Gravina dan Gianluigi Buffon ikut mengundurkan diri.
Gattuso sendiri memang belum genap setahun menjabat sebagai pelatih, menggantikan Luciano Spalletti. Waktunya singkat, tapi cara ia pergi justru meninggalkan kesan yang cukup dalam.
Prioritas untuk Kesejahteraan Staf
Ada cerita menarik di balik mundurnya Gattuso. Laporan dari Corriere della Sera menyebut pengumuman kepergiannya sempat tertunda beberapa hari.
Ternyata, penundaan itu berkaitan dengan negosiasi kompensasi untuk staf pelatih. Gattuso ingin memastikan orang-orang yang bekerja bersamanya tetap mendapat hak mereka.
Ia paham betul, bagi sebagian staf, penghasilan dari tim nasional bukan sekadar tambahan—tapi sumber utama. Karena itu, ia memilih mengalah.
"Gattuso merelakan uang yang seharusnya ia terima dari sisa kontraknya di Timnas Italia demi memastikan stafnya mendapatkan kompensasi yang memadai secepat mungkin," tulis laporan media Italia tersebut.
Keputusan ini membuat proses administrasi berjalan lebih mulus. Gattuso rela kehilangan hak pribadinya, asalkan tim di belakang layar tidak ikut dirugikan.
Bukan Pertama Kali Dilakukan
Kalau melihat rekam jejaknya, tindakan seperti ini memang bukan hal baru bagi Gattuso. Ia sudah beberapa kali melakukan hal serupa di klub-klub sebelumnya.
Salah satu contohnya terjadi saat ia meninggalkan AC Milan pada 2019. Padahal, kontraknya saat itu masih berlaku hingga 2021.
Namun, ia memilih pergi tanpa mengambil pesangon. Tujuannya jelas: agar staf pelatih tetap mendapatkan bayaran penuh selama sisa kontrak mereka.
Sikap yang sama juga disebut terjadi ketika ia berpisah dengan OFI Crete, Pisa, hingga Hajduk Split.
Di tengah dunia sepak bola yang makin kental dengan urusan bisnis, pilihan seperti ini terasa cukup langka. Gattuso, dengan caranya sendiri, seolah ingin menunjukkan bahwa loyalitas dan tanggung jawab masih punya tempat.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 6 April 2026 10:59 -
Bola Indonesia 6 April 2026 10:57 -
Bola Indonesia 6 April 2026 10:53 -
Liga Inggris 6 April 2026 10:50 -
Liga Inggris 6 April 2026 10:50 -
Liga Inggris 6 April 2026 10:48
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540247/original/014610400_1774692624-e7c0f437-4752-40f5-a190-d548974e09ed.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547125/original/097870000_1775447373-IMG_8654.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547124/original/097122100_1775446900-IMG_8661.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547084/original/000716700_1775443612-Penjual_ikan_di_Pasar_Towoe__Tahuna__Kabupaten_Kepulauan_Sangihe.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3544705/original/095321700_1629348830-ilustrasi-mayat_20170616_132436.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3506454/original/048190800_1625843212-ilustrasi-gempa-bumi-istock--2_ratio-16x9.jpg)
