Jadwal Serie A Kacau, Maurizio Sarri Ancam Boikot Derbi Roma vs Lazio, Sebut Main Siang Bolong Bukan Sepak Bola!

Bola.net - Kekacauan jadwal mengguncang pekan ke-37 Serie A setelah otoritas liga dan pemerintah setempat gagal menemukan solusi sejak awal. Seusai perundingan darurat yang berjalan alot, lima pertandingan penting, termasuk Derby della Capitale, akhirnya diputuskan berlangsung serentak pada Minggu siang demi menjaga persaingan perebutan tiket Liga Champions tetap adil.
Keputusan kick-off pukul 12.00 waktu setempat langsung memicu kemarahan Lazio. Pelatih Maurizio Sarri secara terbuka mengecam pengaturan jadwal yang ia anggap tidak profesional. Menurutnya, pertandingan bernilai jutaan Euro dipertaruhkan akibat buruknya koordinasi birokrasi liga.
Situasi di Roma memang rumit karena jadwal sepak bola bertabrakan dengan final turnamen tenis Italian Open. Polisi sempat meminta laga dipindahkan ke hari Senin demi alasan keamanan karena ribuan orang diperkirakan memadati area yang sama. Namun, rencana itu batal setelah muncul ancaman mogok kerja transportasi umum di ibu kota Italia.
Lega Serie A yang sebelumnya mengajukan banding ke tribunal TAR akhirnya harus menerima keputusan tersebut. Akibatnya, sepuluh tim yang masih bersaing di papan atas terpaksa bermain dalam situasi yang jauh dari ideal. Di tengah kekacauan itu, ancaman boikot dari Maurizio Sarri menjadi sorotan utama.
Ancaman Nyata Maurizio Sarri untuk Boikot Laga

Maurizio Sarri meluapkan frustrasinya dengan mengancam tidak hadir di Stadio Olimpico. Ia menilai derby sepenting Roma kontra Lazio tidak pantas dimainkan pada tengah hari. Bagi Sarri, keputusan itu menjadi bukti buruknya pengelolaan kompetisi oleh penyelenggara liga.
Ia bahkan mengaku siap menerima risiko besar, termasuk kemungkinan pengurangan poin jika aksi boikot benar-benar dilakukan. Sarri menilai pihak liga terus mengabaikan kesalahan dalam penyusunan kalender pertandingan. Menurutnya, kepentingan pemain dan klub selalu ditempatkan di posisi kedua.
"Perasaan saya adalah saya akan datang pada hari Senin, tetapi jika mereka ingin memainkan derby pada tengah hari di hari Minggu, saya tidak akan datang. Mereka bisa melakukannya sendiri," tegas Maurizio Sarri kepada Sport Mediaset.
"Jika saya adalah Presiden Lazio, saya bahkan tidak akan muncul bersama skuad pada hari Minggu. Ini tidak masuk akal, ada lima tim memainkan laga bernilai 90 juta Euro dan mereka dipaksa main tengah hari. Ini bukan sepak bola."
Serangan Pedas Presiden Tenis untuk Penulis Jadwal
Konflik jadwal semakin panas setelah Presiden Federasi Tenis Italia, Angelo Binaghi, ikut melontarkan kritik tajam. Ia menolak usulan memindahkan final tenis hanya demi menyesuaikan jadwal sepak bola yang berantakan. Binaghi menilai dunia tenis tidak seharusnya menanggung dampak dari kesalahan pihak lain.
Komentarnya menambah panas drama pekan ke-37 Serie A yang bahkan disebut lelucon oleh media lokal. Ia menegaskan bahwa turnamen tenis internasional memiliki aturan jadwal ketat dari otoritas ATP global. Karena itu, menurutnya, menyalahkan cabang olahraga lain atas bentrokan agenda di kompleks olahraga Roma adalah hal yang absurd.
"Kami tidak bisa diharapkan untuk memindahkan final kami hanya karena beberapa orang bodoh mengetik daftar pertandingan dengan kaki mereka," ujar Angelo Binaghi dengan nada geram.
"Supervisor tur ATP ada di sini dan turnamen ini diatur secara berbeda dari kompetisi sepak bola. Mereka bisa berubah kapan pun mereka mau, kami tidak bisa karena memiliki kewajiban lain."
Kritik Sarri Soal Kesalahan Beruntun Liga
Dalam pernyataannya, Sarri juga menuding Lega Serie A terus mengulang kesalahan koordinasi di kota-kota besar. Ia mencontohkan bentrokan jadwal pertandingan di Turin dengan final ATP sebelumnya. Kini, masalah serupa kembali terjadi di Roma dan dinilai merugikan persiapan tim-tim besar.
Pelatih berusia 65 tahun itu mengatakan seorang profesional tidak akan bertahan lama jika terus melakukan kesalahan yang sama setiap hari. Karena itu, ia meminta pihak liga segera menyampaikan permintaan maaf resmi sekaligus memperbaiki sistem penjadwalan kompetisi. Baginya, sikap diam liga justru membuat kekacauan ini terlihat seperti sesuatu yang dianggap wajar.
"Mereka membuat serangkaian kesalahan luar biasa, dan tidak ada yang berani mengangkat tangan lalu meminta maaf," kritik Maurizio Sarri lebih lanjut.
"Saya ragu saya bisa tetap bekerja jika saya melakukan tiga atau empat kesalahan per hari. Mereka tidak bisa berpura-pura bahwa situasi ini adalah hal yang normal."
Perselisihan antara aparat keamanan, federasi tenis, dan pengelola liga menciptakan suasana yang tidak kondusif jelang derby Roma. AS Roma sebenarnya ingin pertandingan tetap dimainkan pada Minggu demi mengakomodasi para pendukung yang sudah bersiap hadir. Sementara itu, Lazio memilih tidak banyak berkomentar sambil mendukung sikap keras Sarri.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 27 Oktober 2026 15:02Christian Pulisic Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2031
-
Liga Italia 27 Oktober 2026 12:31Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
-
Liga Italia 27 Oktober 2026 12:17Prediksi Genoa vs Juventus 29 Oktober 2026
-
Liga Italia 27 Oktober 2026 10:08Prediksi Venezia vs Inter 29 Oktober 2026
-
Liga Italia 27 Oktober 2026 09:13Prediksi Milan vs Bologna 29 Oktober 2026
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 18:39Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 18:30Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 17:30Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
BERITA LAINNYA
-
italia 27 Oktober 2026 15:02Christian Pulisic Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2031
-
italia 27 Oktober 2026 12:31Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
-
italia 27 Oktober 2026 12:17Prediksi Genoa vs Juventus 29 Oktober 2026
-
italia 27 Oktober 2026 10:08Prediksi Venezia vs Inter 29 Oktober 2026
-
italia 27 Oktober 2026 09:13Prediksi Milan vs Bologna 29 Oktober 2026
-
italia 26 Oktober 2026 12:10Prediksi Torino vs Como 28 Oktober 2026
SOROT
-
Liputan6 27 Oktober 2026 17:41Cak Imin: MBG Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja
-
Liputan6 27 Oktober 2026 17:28DPR Wanti-wanti Potensi Kepentingan Asing di RUU Perampasan Aset
-
Liputan6 27 Oktober 2026 16:17DPR Soroti Kasus Montir Dicatut Jadi Pemilik McLaren
-
Liputan6 27 Oktober 2026 15:19Prabowo Panggil Kepala BRIN, Riset Penanganan Kebakaran Hutan Dibahas
-
Liputan6 27 Oktober 2026 15:15Cak Imin Tanggapi Isu BPJS Kesehatan Diganti Klinik KDMP
-
Liputan6 27 Oktober 2026 14:44Sahroni Tanggapi KPK: Perampasan Aset Pejabat Harus Berdasarkan Pembuktian
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511551/original/045597200_1771912531-SPPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356106/original/025282300_1790153036-85d3e4f0-6ca9-48a2-bdad-4b5d189bfb54.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382614/original/000993500_1793003285-IMG-20261026-WA0019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383494/original/044750700_1793089062-IMG-20261027-WA0030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383487/original/062982100_1793088940-1000799696.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4475814/original/005504500_1687349060-WhatsApp_Image_2023-06-21_at_16.58.06.jpeg)
