
Bola.net - Nama Cristiano Ronaldo terus dibicarakan beberapa hari terakhir. Ronaldo dianggap gagal mencapai level permainan terbaiknya bersama Juventus, yang jelas mengecewakan.
Pembicaraan ini mulai memanas setelah Juve harus menyerah dari Napoli di final Coppa Italia beberapa hari lalu. Juve seharusnya jadi unggulan meraih juara, tapi mereka tidak berdaya di babak adu penalti dan mengaku kalah.
Kegagalan inilah yang membuat nama Ronaldo melambung, meski untuk alasan yang tidak baik. Ronaldo dianggap tidak bisa jadi pembeda, tidak bisa memikul beban tim.
Fans Juve mungkin berhak berpandangan seperti itu, tapi mereka pun harus memahami bahwa kesulitan Ronaldo bukan hanya karena dirinya sendiri. Ada pula faktor eksternal yang tidak bisa dia kontrol.
Singkatnya, ada 5 alasan mengapa Ronaldo gagal mencapai level terbaiknya di Juventus. Apa saja? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!
5. Rekan setim kurang tangguh?
Selama membela Madrid, Ronaldo selalu mendapatkan bantuan dari beberapa pemain untuk mencapai minimal 40 gol dalam semusim. Sekarang, di Juventus, tidak banyak pemain yang bisa membantunya mencetak banyak gol.
Bahkan, rasanya masuk akal menyebut level Juve yang sekarang masih ada di bawah Madrid yang bersinar bersama Ronaldo beberapa tahun lalu. Itulah faktanya, fans Juve harus rela mengakui.
Jika alasan ini terbukti benar, berarti Juve harus mencari cara untuk mendatangkan lebih banyak pemain yang bisa membantu Ronaldo mencetak lebih banyak gol.
4. Bagi Sarri, tim lebih penting dari satu pemain saja
Sayangnya, Ronaldo tidak ditangani pelatih yang berpikir bahwa dia harus jadi pemain utama yang memikul semua beban dalam pertandingan.
Bos Juve sekarang, Sarri, tidak pernah mengistimewakan salah satu pemain tertentu, bahkan jika pemain itu Ronaldo. Dia hanya mencoba merancang tim untuk menemukan keseimbangan dalam bertahan dan menyerang.
Ronaldo pun tahu bahwa dia harus bermain untuk tim, bahkan dia melakukannya untuk Madrid. Hanya, bedanya di Madrid dia memang diistimewakan.
3. Liga Champions kian sulit
Tidak ada yang perlu disembunyikan, satu-satunya alasan Juve mendatangkan Ronaldo adalan untuk mewujudkan ambisi mereka menjuarai Liga Champions. Juve tak butuh Ronaldo jika hanya ingin menjuarai Serie A.
Sayangnya, level Liga Champions sejak musim lalu jauh lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya. Sekarang ada banyak tim-tim kuat yang punya peluang besar, termasuk tim-tim Inggris seperti Liverpool dan Manchester City.
Biasanya saingan tersulit Juve hanya datang dari Spanyol, entah Real Madrid atau Barcelona. Sekarang, ada penatang dari Inggris yang juga merepotkan.
2. Gaya defensif sepak bola Italia
Sehebat apa pun, striker yang baru tiba di Serie A niscaya kesulitan. Mereka bakal berhadapan dengan kualitas pertahanan yang jauh lebih baik, bahkan untuk tim-tim kelas menengah ke bawah.
Karena itulah torehan gol Ronaldo musim lalu tidak terlalu baik. Angkanya meningkat musim ini, tapi masih jauh dari level Ronaldo yang biasanya.
Singkatnya, Ronaldo tidak akan bisa mencetak banyak gol semudah di Premier League dan La Liga. Dia sudah memahami itu, yang sayangnya juga dipersulit faktor-faktor lainnya.
1. Usia tidak bisa dibohongi
Ronaldo tidak lagi muda, dia sudah 35 tahun. Meski daya tahan fisiknya luar biasa, harus diakui bahwa Ronaldo yang sekarang tidak sehebat beberapa tahun lalu.
Kapten Timnas Portugal ini mungkin masih akan bermain di level tingi sampai beberapa tahun ke depan, tapi sepertinya fans Juve harus berhenti berharap Ronaldo bakal bermain sama gesitnya dengan saat masih membela Madrid.
Untuk menyiasati pertambahan usia, Ronaldo sekarang menjelma bermain sebagai striker. Dia tidak perlu banyak berlari, hanya perlu menunggu dan memaksimalkan peluang yang tiba.
Namun, apa yang bisa diperbuat Ronaldo jika peluang itu tidak kunjung tiba?
Sumber: Berbagai sumber
Baca ini juga ya!
- 4 Pemain Ini Pernah Merasakan Tangan Dingin Klopp dan Guardiola, Apa Bedanya?
- 7 Alasan Kenapa Harry Kane Harus Cabut dari Tottenham, Siap ke Manchester United?
- Mengingat Kembali 5 Kritik Pedas Shin Tae-yong untuk Sepak Bola Indonesia
- Hikayat Persebaya Surabaya: Klub Peraih Gelar Liga Indonesia 1996-1997 dan 2004
- Membandingkan Hasil yang Diraih Arsenal Bersama dan Tanpa Mesut Ozil, Bagusan Mana?
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 31 Oktober 2026 20:19Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
-
Liga Spanyol 31 Oktober 2026 19:45Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 15:16Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 15:11Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 14:16Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 31 Oktober 2026 23:47Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:39Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:02Lisandro Martinez yang Konyol!
BERITA LAINNYA
-
italia 31 Oktober 2026 15:16Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
-
italia 31 Oktober 2026 15:11Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
-
italia 31 Oktober 2026 14:16Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
-
italia 31 Oktober 2026 11:23Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
-
italia 31 Oktober 2026 11:16Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
-
italia 31 Oktober 2026 07:50AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
MOST VIEWED
5 Kandidat Pelatih Baru Juventus Pengganti Luciano Spalletti: Didier Deschamps hingga Eks AC Milan
Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol 6-2, AS Roma Menang, Como Comeback
Hasil Milan vs Bologna: Rossoneri Dipermalukan di Kandang Sendiri, Hattrick Mbangula Jadi Mimpi Buruk
Hasil Genoa vs Juventus: Dua Gol Babak Pertama Bikin Bianconeri Pulang dengan Tangan Hampa
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)

