Modric Kembali Kendalikan Permainan, Pulisic Kembali dengan Dampak Besar

Modric Kembali Kendalikan Permainan, Pulisic Kembali dengan Dampak Besar
Pemain AC Milan, Luka Modric (kiri), berebut bola dengan pemain Venezia, Kike Perez, dalam pertandingan Serie A, Sabtu (29/8/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - AC Milan meraih kemenangan penting atas Lecce pada pekan kelima Serie A 2026-27. Bermain di San Siro, Senin (21/9/2026) dini hari WIB, Rossoneri menang 3-0 sekaligus mendapatkan momentum positif sebelum jeda internasional.

Christian Pulisic membuka skor pada menit ke-14, kemudian Adrien Rabiot menggandakan keunggulan pada menit ke-61. Diego Moreira melengkapi kemenangan tiga gol tanpa balas pada menit ke-73.

Hasil tersebut juga menjadi respons setelah kekalahan 0-2 dari Benfica di Liga Europa. Di balik kemenangan itu, Luka Modric dan Pulisic kembali memperlihatkan pengaruh besar dalam permainan Milan, sementara Rabiot ikut memberikan kontribusi penting dari lini tengah.

Modric Kembali Mengendalikan Permainan

Luka Modric memasuki pertandingan dengan membawa keraguan terhadap performanya. Pada usia 41 tahun dan dengan jadwal padat dua pertandingan setiap pekan, pengelolaan energi menjadi faktor penting bagi gelandang asal Kroasia tersebut.

Pelatih Ruben Amorim tetap mempercayakannya tampil sejak awal menghadapi Lecce. Keputusan itu mendapat respons positif karena Modric mampu mengendalikan tempo ketika Milan menguasai bola dan Lecce tidak memberikan tekanan tinggi.

Pengalaman Modric kembali terlihat ketika mendapat ruang untuk mengoper bola. Mantan pemain Real Madrid itu mampu menggunakan kemampuan teknisnya untuk melewati tekanan melalui operan cepat yang membuka lini tengah Lecce dan membantu Milan membangun serangan.

Rabiot Lebih Berbahaya dari Lini Tengah

Modric tidak bekerja sendirian di lini tengah. Adrien Rabiot tampil lebih ofensif dengan memanfaatkan ruang yang tercipta dan melakukan penetrasi menggunakan kekuatan serta kecepatannya.

Pergerakan tersebut menghasilkan gol kedua Milan. Rabiot memulai larinya dari sekitar 30 meter sebelum berkolaborasi dengan Pulisic dan Goncalo Ramos hingga akhirnya menyelesaikan serangan dengan tenang.

Performa tersebut juga membuka kemungkinan perubahan peran Rabiot. Setelah beberapa penampilan kurang maksimal sebagai gelandang serang, ia terlihat lebih berbahaya ketika bermain dalam duet lini tengah karena memiliki ruang lebih besar untuk melakukan penetrasi.

Pulisic Kembali dengan Dampak Besar

Pulisic kembali masuk starting XI setelah beberapa pertandingan lebih banyak memberikan kontribusi sebagai pemain pengganti usai pulih dari cedera. Ia dimainkan bersama Alexis Saelemaekers di belakang Ramos dalam struktur tiga pemain depan.

Pemain Timnas Amerika Serikat itu langsung memberikan dampak dengan gol pembuka. Sentuhan pertamanya saat mengontrol umpan panjang Pavlovic menjadi momen penting sebelum ia melepaskan penyelesaian cepat menggunakan kaki kirinya.

Pulisic terus terlibat dalam serangan Milan setelah gol tersebut. Umpan tumitnya kepada Rabiot ikut membuka rangkaian serangan untuk gol kedua, memperlihatkan kembali kreativitas yang menjadi salah satu kekuatannya.

Amorim kini memiliki alasan untuk mempertahankan kombinasi tersebut setelah jeda internasional. Milan juga mendapat kabar positif karena Mauricio Pochettino memutuskan meninggalkan Pulisic tetap berada di Milanello sehingga sang pemain dapat menjaga kondisi fisiknya.

Sumber: Sempre Milan

Klasemen