
Bola.net - Dari masa ke masa, Serie A Italia hampir selalu identik dengan penyerang-penyerang hebat asal Argentina. Di era modern, ada Mauro Icardi, Gonzalo Higuain, Lautaro Martinez, hingga Paulo Dybala. Di era 1990-an, ada pemain-pemain seperti Hernan Crespo dan Gabriel Batistuta.
Batistuta adalah senior Crespo di tim nasional Argentina. Batistuta mendapatkan cap pertama, dari 77 caps-nya, pada 1991 silam. Crespo mendapatkan cap pertamanya empat tahun berselang.
Mereka sama-sama mengibarkan namanya di Italia, di kasta tertinggi bernama Serie A. Batistuta gabung Fiorentina dari Boca Juniors pada 1991, sedangkan Crespo berlabuh di Parma dari River Plate pada 1996.
Which of these legends would you have preferred at your club?
— 90s Football (@90sfootball) November 21, 2018
Retweet for Batistuta
Favourite for Crespo pic.twitter.com/3ZAxi0yJTc
Pada suatu masa di Italia, arena sepak bola berubah menjadi panggung adu ketajaman dua kompatriot ini.
Final Coppa Italia 1998/99
Sepanjang kariernya di Italia, Parma adalah tim yang paling sering dihadapi Batistuta. Striker berjuluk Batigol itu 23 kali menghadapi Parma di semua kompetisi bersama Fiorentina dan AS Roma.
Dalam laga melawan Parma, Batistuta juga sempat berhadapan dengan Crespo.
Salah satu pertemuan terbaik mereka tersaji di final Coppa Italia 1998/99.
A REMINDER:
— Football Remind (@FootballRemind) September 22, 2017
Parma and Fiorentina teams in the 1999 Coppa Italia Final, 1st Leg. The game was 1-1, the 2nd Leg 2-2. Parma won on away goals. pic.twitter.com/tD7gM2F58A
Pada leg pertama di Ennio Tardini, laga berkesudahan imbang 1-1. Crespo membawa Parma unggul di menit 16, dan Batistuta menjebol gawang Gianluigi Buffon untuk menyamakan kedudukan sembilan menit jelang bubaran.
Itu membuat Fiorentina difavoritkan juara. Tim besutan Giovanni Trapattoni itu lebih diunggulkan menang saat main di Artemio Franchi pada leg kedua. Namun, Batistuta tak mencetak gol; Crespo dan rekan-rekannyalah yang akhirnya berpesta.
Crespo membawa Parma memimpin di menit 42. Fiorentina membalikkan skor lewat gol-gol Tomas Repka menit 48 serta Sandro Cois menit 62, dan berada di ambang juara. Namun, Paolo Vanoli mencetak gol kedua pasukan Alberto Malesani di menit 71 dan memastikan Gialloblu unggul gol tandang dalam agregat 3-3. Parma meraih titel Coppa Italia kedua mereka.
#OnThisDay
— Parma Calcio 1913 (@ParmaCalcio_en) May 5, 2019
🏟 Stadio Franchi
📍 Florence
🗓 5.5.1999
🏆🇮🇹 #CoppaItalia Final - Second leg
Fiorentina 🆚 Parma 2-2
⚽ #Crespo
⚽ #Vanoli
Parma secure their second-ever Coppa Italia 💪🏻💛💙#ChinoisiAmo #3CupsIn100Days pic.twitter.com/iJipiN8yBB
Capocannoniere Serie A
Parma masih pake PUMA Parmalat, Fiorentina masih pakai FILA Nintendo.
— Parmagiani Indonesia (@PARMAgiani) May 2, 2018
Hernan #Crespo and Gabriel #Batistuta 1997.
Parma Masih ada dalam sebutan 7 tim Terkuat di Italia.@SerieA_Lawas @ViolaClubINA pic.twitter.com/x4XWJLPDXw
Crespo maupun Batistuta sama-sama telah memperlihatkan ketajaman mereka di Serie A. Itu terbukti dari gelar Capocannoniere yang mereka raih dalam kariernya.
Pada musim 1994/95, Fiorentina hanya finis peringkat 10 di bawah Juventus, Lazio, Parma, AC Milan, AS Roma, Inter Milan, Napoli, Sampdoria dan Cagliari. Namun, Batistuta sanggup mengalahkan para rivalnya dalam perburuan gelar pemain tertajam.
Musim itu, Batistuta meraih gelar Capocannoniere berkat lesakan 26 golnya. Batigol unggul empat gol atas sang kompatriot Abel Balbo, yang mencetak 22 gol untuk Roma.
Sementara itu, Crespo meraihnya di musim 2000/01. Crespo dinobatkan sebagai yang tertajam setelah mencetak total 26 gol dengan seragam Lazio. Itu adalah musim pertamanya bersama Lazio usai dibeli seharga rekor dunia €56,5 juta dari Parma.
Crespo meraih Scudetto tiga kali, yakni bersama Inter Milan pada musim 2006/07, 2007/08, dan 2008/09. Sementara itu, Batistuta menyabetnya sekali pada musim 2000/01, setelah terpaksa pindah dari Fiorentina ke Roma demi mengejar mimpi juara Serie A.
Crespo, Parma, Eropa

Dahulu, Parma adalah salah satu tim yang juga disegani di Eropa. Empat trofi Eropa sudah pernah diraih Parma, yakni UEFA Cup 1994/95 dan 1998/99, European Cup Winners' Cup 1992/93, serta European Super Cup 1993.
Crespo menjadi bagian Parma ketika mengalahkan Marseille 3-0 di final UEFA Cup 1998/99. Dalam partai puncak di Luzhniki Stadium, Moskow, itu, Crespo menyumbang satu gol untuk Parma. Dua lainnya dicetak oleh Vanoli serta duet sehati Crespo di lini depan, Enrico Chiesa.
🗣️ "We put Parma, a small Italian city, on the map."
— UEFA Europa League (@EuropaLeague) July 5, 2019
🇦🇷 @Crespo recalls his 1999 #UEL win
🎂 Happy birthday, Hernán! 🎈 pic.twitter.com/3bmK6Co5OP
Jejak penyerang-penyerang hebat Argentina di Italia memang luar biasa. Dahulu, ada Omar Sívori hingga Diego Maradona. Kini, ada Lautaro Martinez hingga Paulo Dybala.
Di antara mereka, ada pula Hernan Crespo dan Gabriel Batistuta.
Baca juga artikel-artikel lainnya:
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 26 Agustus 2026 12:19AC Milan: Struktur 3-4-2-1 Jadi Fondasi, Pressing Tinggi Jadi Senjata
-
Liga Italia 26 Agustus 2026 09:57Napoli Ingin Gabriel Jesus, tapi Ada Satu Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Liga Italia 26 Agustus 2026 09:11Rafael Leao Didekati Klub Premier League, Negosiasi Berlangsung
-
Liga Italia 26 Agustus 2026 06:51Juventus Lepas Fabio Miretti ke Besiktas, Jalan Franck Kessie Terbuka
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 26 Agustus 2026 17:47Transfer Tottenham Musim 2026/2027: Sudah Habiskan Rp10,37 Triliun!
-
Liga Inggris 26 Agustus 2026 16:58Alejandro Balde Sudah Ambil Keputusan, Manchester United Dipastikan Gigit Jari!
BERITA LAINNYA
-
italia 26 Agustus 2026 12:19AC Milan: Struktur 3-4-2-1 Jadi Fondasi, Pressing Tinggi Jadi Senjata
-
italia 26 Agustus 2026 11:50Mario Gila Langsung Tak Tergantikan di AC Milan, tapi Ketergantungan Bisa Jadi Masalah
-
italia 26 Agustus 2026 11:24AC Milan Lirik Bek Manchester United untuk Perkuat Sektor Pertahanan
-
italia 26 Agustus 2026 09:57Napoli Ingin Gabriel Jesus, tapi Ada Satu Syarat yang Harus Dipenuhi
-
italia 26 Agustus 2026 09:11Rafael Leao Didekati Klub Premier League, Negosiasi Berlangsung
-
italia 26 Agustus 2026 06:51Juventus Lepas Fabio Miretti ke Besiktas, Jalan Franck Kessie Terbuka
SOROT
-
Liputan6 26 Agustus 2026 17:52Kubu Febrie Adriansyah Buka Suara soal Ferry Boboho Dilindungi LPSK
-
Liputan6 26 Agustus 2026 17:45Badan Gizi Nasional Pecat 249 Pengelola SPPG, Ini Penyebabnya
-
Liputan6 26 Agustus 2026 17:36Tri Tito Dorong Seni Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif
-
Liputan6 26 Agustus 2026 17:33Momen Haru Prabowo Peluk Erat Para Pengungsi Korban Gempa NTT
-
Liputan6 26 Agustus 2026 17:33Prabowo Kucurkan Rp 200 Miliar untuk Penanganan Gempa NTT
-
Liputan6 26 Agustus 2026 17:30Badan Gizi Nasional Tegaskan Guru Bukan Satu-satunya Pihak Mencicipi Menu MBG
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306885/original/070630400_1784913813-jam5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310614/original/080466600_1785325841-IMG_2454.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333282/original/024365700_1787740602-WhatsApp_Image_2026-08-26_at_16.58.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333274/original/071934600_1787740405-unnamed__78_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333262/original/076052700_1787739663-IMG-20260826-WA0033.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318586/original/083221800_1786107411-IMG_20260807_161335_949.jpg)

